Pages

Monday, 16 February 2015

Review SteelSeries Siberia Elite Prism: Headset Gaming Impian!


SteelSeries Siberia Elite Prism
SteelSeries Siberia Elite Prism
Audio mungkin seringkali dilihat sebagai elemen yang tidak terlalu dominan diperlukan untuk menikmati sebuah video game. Tidak sedikit gamer yang mendasarkan pengalaman bermain mereka hanya pada sekedar kualitas visual atau mekanik gameplay yang memang menyenangkan untuk dinikmati. Padahal, suara dan sound effect yang Anda dapatkan sangat menentukan seoptimal apa pengalaman yang didapatkan. Tidak sedikit developer game yang bahkan menjadikannya sebagai fitur utama untuk menciptakan atmosfer permainan yang memang menjadi visi awal mereka, apalagi jika kita membicarakan game-game horror atau sekedar game action dan RPG dengan alunan musik, percakapan, dan sound effect yang kaya. Untuk itulah, perangkat audio yang dikhususkan untuk fungsi gaming hadir.
Sebagian besar dari kita tentu sudah sangat mengenal brand peripheral gaming yang satu ini – SteelSeries. Popularitas produk racikan produsen yang satu ini memang sudah tidak perlu lagi diragukan, bahkan mendapatkan perhatian yang cukup besar di scene e-Sports dunia. Kini SteelSeries menghadirkan satu varian perangkat headset terbaru yang sulit untuk ditolak – Siberia Elite Prism. Headset yang akan membuat Anda tergila-gila sebagai seorang gamer.

Desain dan Fitur

Tidak hanya dari desainnya yang "gahar", tetapi juga implementasi sisi kosmetik yang memanjakan mata. Lampu LED melingkar dengan jutaan kombinasi warna tersemat di kedua sisi.
Tidak hanya dari desainnya yang “gahar”, tetapi juga implementasi sisi kosmetik yang memanjakan mata. Lampu LED melingkar dengan jutaan kombinasi warna tersemat di kedua sisi.
Sebuah desain yang akan memperkuat identitas Anda sebagai seorang gamer, kalimat yang satu ini tampaknya tepat untuk menyimpulkan pesona Siberia Elite Prism ini. Dari sisi desain, sulit untuk tidak jatuh hati dengannya. Bentuk yang sedikit bongsor namun mengesankan aura maskulin yang kentara, SteelSeries juga memastikan Elite Prism ini tampil memesona di sisi kosmetik, selain performa dan tingkat kenyamanan yang tentu saja tidak perlu lagi diragukan. Ditawarkan dalam beragam warna, headset gaming yang satu ini hadir dengan sisi kosmetik yang pantas untuk diacungi jempol. Salah satunya adalah implementasi LED di kedua bagian sisi headset yang tampil begitu menarik.
Mengejutkannya, Siberia Elite Prism terasa sangat fleksibel dan nyaman digunakan di kepala manapun.
Mengejutkannya, Siberia Elite Prism terasa sangat fleksibel dan nyaman digunakan di kepala manapun.
Ukuran pad besar yang mampu menutupi keseluruhan telinga mungkin jadi daya tarik tersendiri. Namun kekuatan utama kenyamanan Elite Prism terletak pada material kulit dan memory foam yang disematkan. Nyaman di telinga, tidak terasa menekan, tidak menimbulkan panas berlebih ketika digunakan untuk waktu yang cukup lama.
Ukuran pad besar yang mampu menutupi keseluruhan telinga mungkin jadi daya tarik tersendiri. Namun kekuatan utama kenyamanan Elite Prism terletak pada material kulit dan memory foam yang disematkan. Nyaman di telinga, tidak terasa menekan, tidak menimbulkan panas berlebih ketika digunakan untuk waktu yang cukup lama.
Kenyamanan tentu saja menjadi salah satu faktor yang diperhatikan oleh Siberia Elite Prism ini. Walaupun secara kasat mata, ia terlihat seperti sebuah headset yang akan terasa terik di kepala Anda, Siberia Elite Prism justru menghasilkan sensasi yang jauh berbeda. Bahan plastik yang fleksibel dan ukuran pad yang besar memastikan bahwa ia akan mampu berfungsi senyaman mungkin, menyesuaikan diri dengan bentuk dan ukuran kepala, sekaligus memastikan isolasi suara yang lebih maksimal. Bagian terbaiknya? Material kulit yang mereka sematkan di bagian pad. Secara mengejutkan, bahan ini ternyata terasa sangat nyaman. Lembut di kulit telinga, tidak terasa menekan dan panas, membuatnya bisa digunakan untuk sesi gaming lama tanpa menghasilkan masalah sama sekali. Maximum comfort, for sure!
Kontrol roda "terselubung" di kedua sisi, untuk mengatur audio speaker dan mic secara analog.
Kontrol roda “terselubung” di kedua sisi, untuk mengatur audio speaker dan mic secara langsung.
Mic tersimpan rapi dan tinggal ditarik untuk langsung digunakan. LED kecil bahkan disematkan di bagian ujungnya.
Mic tersimpan rapi dan tinggal ditarik untuk langsung digunakan. LED kecil bahkan disematkan di bagian ujungnya.
Yang  lebih menarik? Siberia Elite Prism punya segudang opsi kustomisasi untuk menghadirkan peripheral yang terasa lebih personal, terutama lewat dua lingkaran LED yang disematkan di kedua sisi yang ada. Dengan  menggunakan driver – Steelseries Engine 3, Anda bisa memilih warna apa yang ingin Anda suntikkan di kedua sisi ini, beserta dengan efek yang bisa dihasilkan. Tidak hanya sekedar lingkaran LED, kedua sisi ini juga memuat control “terselubung” yang bisa digunakan untuk mengatur volume suara dan mic yang ada. Sesederhana memutarnya searah jarum jam, menghasilkan desain yang cukup unik. Menariknya lagi? Mereka juga menyematkan sebuah LED kecil di bagian mic yang tersimpan rapi i dalam headset, menambah nilai estetika yang sulit untuk ditolak.
Siberia Elite Prism ini juga adaptif terhadap kebutuhan audio Anda lintas platform.
Siberia Elite Prism ini juga adaptif terhadap kebutuhan audio Anda lintas platform.
Anda bisa menggunakannya di perangkat dengan port USB atau jack 3.5mm. Tentu saja, konektor USB bisa dihubungkan dengan soundcard untuk hasil yang lebih optimal. Bagian terbaiknya? Semuanya ditawarkan di dalam satu paket penjualan yang sama.
Anda bisa menggunakannya di perangkat dengan port USB atau jack 3.5mm. Tentu saja, konektor USB bisa dihubungkan dengan soundcard untuk hasil yang lebih optimal. Bagian terbaiknya? Semuanya ditawarkan di dalam satu paket penjualan yang sama.
Menjadi sesuatu yang rasional bagi produsen peripheral saat ini untuk tidak lagi sekedar menargetkan PC sebagai pasar utama, tetapi juga konsol generasi terbaru yang saat ini sudah menyematkan port 3.5mm jack di kontroler mereka, seperti halnya Playstation 4 dan Nintendo Wii U. Steelseries tampaknya sangat mengerti hal tersebut, dan memastikan Siberia Elite Prism ini adaptif. Menyertakan beragam kabel di dalam paket penjualan yang sama, Anda bisa menggunakan Siberia Elite Prism ini untuk variasi kebutuhan gaming, PC maupun konsol. Perangkat ekstra soundcard untuk mengakses fungsi optimal Elite Prism memang didasarkan pada konektivitas USB dan lewatnya, fungsi headset ini terasa jauh lebih maksimal. Walaupun demikian, untuk Anda yang menginginkan kenyamanan dan performanya di perangkat mobile dan konsol, Anda juga bisa memanfaatkannya tanpa masalah. Tentu saja, dengan menggunakan jack 3.5mm ini, beberapa fungsi harus absen, seperti lampu LED yang jadi salah satu identitas utamanya.
Didukung perangkat lunak mumpuni yang mudah dikuasai, Anda bisa mengatur banyak hal di sini - dari warna lampu LED, equalizer dan presetnya, kualitas suara mic, hingga mati-hidupnya fitur Dolby.
Didukung perangkat lunak mumpuni yang mudah dikuasai, Anda bisa mengatur banyak hal di sini – dari warna lampu LED, equalizer dan presetnya, kualitas suara mic, hingga mati-hidupnya fitur Dolby.
Tidak hanya adaptif dari beragam varian kabel dan fungsi yang ia tawarkan di paket penjualan, Siberia Elite Prism juga hadir dengan dukungan perangkat lunak yang pantas diacungi jempol. User-interface super sederhana yang mudah dikuasai dalam waktu singkat, lewatnya Anda bisa mengatur beberapa elemen esensial, dari warna lampu LED, kualitas mic, hingga equalizer dengan beberapa preset yang sudah disuntikkan terlebih dahulu. Lewat perangkat lunak yang sama, Anda juga bisa mengaktifkan atau menon-aktifkan fitur Dolby untuk efek suara surround yang tentu saja akan lebih maksimal untuk menikmati konten multimedia yang ada. Semua modifikasi elemen ini bisa Anda lakukan dengan cukup mudah.
Lantas, seperti apa spesifikasi teknis yang ditawarkan Siberia Elite Prism ini?

Speakers

  • Frequency Response: 16-28000Hz
  • Impedance: 32 Ohm
  • Sensitivity: 120 dB
  • Cable length: 1.2m
  • Extension cable: 2m
  • Connectors: 3.5mm 4-pole & 3 pole x2

Microphone

  • Mic Pattern: Unidirectional
  • Frequency: 100 – 10000Hz
  • Impedance: < 2.2K Ohm
  • Sensitivity: -44 dB
 

Siberia Elite Prism, Seberapa Baik?

Dengan kesempatan memodifikasi kualitas audio yang dihasilkan, Elite Prism bisa menyesuaikan diri terhadap kebutuhan audio preferensi Anda pribadi, ketika menikmati konten multimedia apapun.
Dengan kesempatan memodifikasi kualitas audio yang dihasilkan, Elite Prism bisa menyesuaikan diri terhadap kebutuhan audio preferensi Anda pribadi, ketika menikmati konten multimedia apapun.
Dengan dukungan perangkat lunak yang pantas untuk diacungi jempol, Anda bisa mengatur aspek audio Siberia Elite Prism sesuai dengan preferensi pribadi Anda, di luar kosmetik LED yang ia suntikkan tentunya. Driver ini sendiri memuat  beberapa hal penting, termasuk kehadiran fitur Dolby untuk “memaksa” sensasi surround yang tentu saja akan lebih optimal ketika digunakan untuk menikmati konten-konten multimedia yang ada, terutama film definisi tinggi. Sementara Anda yang butuh penyesuaian ketika menikmati musik dan video game, fitur equalizer juga disertakan di dalam driver ini. Anda bisa memilih beberapa preset yang sudah ada sebelumnya atau mengaturnya sendiri secara manual. Satu yang pasti, preset yang Anda pilih akan terasa signifikan pada hasil akhir audio yang Anda dapatkan, dan tidak hanya sekedar “kosmetik”. Sebagai gamer yang senang dengan efek staging yang lebih luas, kami memutuskan untuk menguji Siberia Elite Prism ini dengan fitur Dolby menyala dan preset equalizer di “Movie”.

Film

Siberia Elite Prism datang di saat yang tepat. Setelah disuguhi dengan season 3 yang tampil sangat menawan, Elite Prism ini tiba di kantor kami di minggu yang sama ketika The Legend of Korra memulai premier untuk season keempat mereka – Balance. Film dari Nickelodeon ini memuat suara yang terhitung kaya, walaupun sangat minim dengan efek riuh ledakan film Hollywood. Sound effect yang muncul dari setiap serangan bending, bunyi api yang berkobar, metal yang berterbangan, angin yang bertiup kencang, musik eksotik yang berjalan di belakang, hingga percakapan yang tertangkap jelas, semuanya berhasil dieksekusi dengan sangat baik oleh Siberia Elite Prism ini. Anda bisa menangkap detail suara dengan sangat baik, dengan staging yang terasa cukup luas. Dengan isolasi suara yang juga sama baiknya, sulit untuk tidak jatuh hati pada headset ini ketika ia digunakan mencicipi film-film favorit.

Musik

Tampil manis di film, Siberia Elite Prism secara otomatis membuktikan diri ia mampu menangani musik-musik favorit yang Anda lemparkan untuknya. Kami sendiri menjajal empat jenis musik yang berbeda, yang kesemuanya berjalan di bitrate standar. Kami memilih Mastodon – Motherload (Metal), Percival – Sargon (Etnic), Ailee – Don’t Touch Me (Pop), dan Code Geass – All Hail Britannia (Classical). Seperti performa yang ia perlihatkan di film, Siberia Elite Prism juga mampu menangani semua genre musik ini dengan sangat baik. Mampu menangkap detail musik yang lebih pelan seperti Percival dan OST Code Geass dengan maksimal, Siberia Elite Prism juga bisa diandalkan untuk para gamer yang memang menjadi bass sebagai indikator untuk menikmati musik. Bass yang keluar terasa penuh, dengan isolasi suara yang tak kalah mumpuni. Tidak puas dengan “cara” musik Anda ditangani? Anda selalu punya opsi untuk mengutak-atik perangkat lunak yang disediakan hingga menghasilkan kualitas suara yang memang Anda idamkan. Walaupun sayang, opsi ini tidak akan tersedia ketika Anda  menggunakan headset ini di perangkat mobile.

Game

Pada akhirnya, sebagai sebuah peripheral yang menyandang predikat sebagai produk gaming, maka sudah sepantasnya lah Siberia Elite Prism tampil luar biasa ketika dijajal untuk bermain game. Benar saja, Anda akan puas menjadikannya sebagai ujung tombak pengalaman gaming Anda. Kenyamanan yang ia tawarkan menjadi sesuatu yang pantas untuk dibicarakan. Untuk sebuah sesi gaming yang bisa berjalan 3-4 jam, sebuah headset yang nyaman tentu jadi kebutuhan yang esensial, setidaknya memastikan kepala Anda tidak terasa tertekan dengan telinga yang juga tidak panas. Dengan bahan kulit dan memory foam yang ada, Siberia Elite Prism menjamin hal itu terjadi! Super nyaman ketika kami menjadikannya andalan ketika menyelesaikan proses review Ryse: Son of Rome. Mampu menangkap detail suara yang baik untuk semua percakapan, dentingan pedang, dan suara tubrukan kayu dari perisai Marius, headset ini akan membantu Anda menangkap atmosfer yang sesungguhnya. Tidak hanya di PC, kami juga menjajalnya di game survival horror terbaru dari Shinji Mikami – The Evil Within di Playstation 4. Lewat pilihan kabel yang disediakan di paket penjualan, hal ini dimungkinkan. Dan hasilnya? Suara tangisan di ujung ruangan, jam yang berdetak di asylum, hingga kesunyian terdengar begitu maksimal, apalagi dengan isolasi suara yang pantas untuk diacungi jempol. Walaupun harus diakui, tidak ada yang terlalu istimewa dari positioning suara yang dihasilkan. Entah karena keterbatasan game yang kami uji, atau Dolby yang disuntikkan memang tidak menawarkan fungsi yang maksimal di sana.

Kesimpulan

Steelseries Siberia Elite Prism
Sebuah headset gaming impian gamer, kalimat yang satu ini tidak berlebihan ketika ditujukan untuk menjelaskan keseluruhan pengalaman dan performa yang ditawarkan oleh Siberia Elite Prism yang satu ini.
Sebuah headset gaming impian gamer, kalimat yang satu ini tidak berlebihan ketika ditujukan untuk menjelaskan keseluruhan pengalaman dan performa yang ditawarkan oleh Siberia Elite Prism yang satu ini. Tidak perlu jauh membahas performa, gamer yang melihat desain headset ini untuk pertama kali mungkin sudah akan mulai mengembangkan rasa jatuh hati. Desain yang maskulin, super nyaman di kepala dan telinga, dan hiasan lampu LED sebagai kosmetik, Siberia Elite Prism akan memperkuat identitas Anda sebagai seorang gamer. Sementara dari sisi performa, ia mampu memastikan semua konten multimedia yang Anda tawarkan, baik dari film, musik, hingga game dipresentasikan secara optimal. Isolasi suara yang maksimal menciptakan detail suara yang akan memanjakan telinga Anda. Desain dan performa yang ditawarkannya memang pantas menyandang nama “SteelSeries” di dalamnya.
Walaupun demikian, bukan berarti tidak ada catatan yang pantas untuk diarahkan pada headset yang satu ini. Salah satu yang cukup menyita perhatian kami adalah ukuran. Dengan desain yang boleh terbilang “bongsor”, dan tanpa ada fitur lipat atau sejenisnya, Siberia Elite Prism memang tidak terhitung praktis untuk dibawa-bawa, apalagi jika Anda termasuk gamer dengan tingkat mobilitas tinggi. Hal ini juga sekaligus membuatnya sulit untuk dinikmati ketika Anda jadikan sebagai ujung tombak audio untuk perangkat mobile atau MP3 player andalan Anda. Catatan lain adalah tingkat volume yang ditawarkan. Sebagai gamer yang cukup senang dengan volume suara yang keras, volume yang ditawarkan Siberia Elite Prism lewat konektor USB terasa sangat kecil walaupun Anda sudah melemparkan setting suara paling tinggi, baik dari Elite Prism itu sendiri, media player, atau PC Anda. Sementara ketika menggunakan port jack, ia terdengar “normal”.
Dan tentu saja, seperti yang bisa diprediksi, semua kualitas memanjakan telinga dari sisi desain, performa, dan fitur yang ditawarkan oleh Siberia Elite Prism ini tentu saja akan menuntut harga yang cukup tinggi, walaupun terhitung rasional. Siberia Elite Prism sendiri ditawarkan di kisaran harga USD 199 atau di atas 2 juta Rupiah.

Sumber : jagatplay.com

Review Steelseries Siberia V3 Prism: Secantik Suaranya!


Steelseries Siberia V3 Prism
Steelseries Siberia V3 Prism
Tidak mudah mencari Headphone Gaming berkualitas yang harganya murah. Biasanya kualitas selalu bersinergi dengan harganya. Barang elektronik kualitas tinggi harganya pasti ikut tinggi juga. Namun, terkadang muncul anomali bila berhadapan dengan dunia elektronik, contohnya Steelseries Siberia V3 Prism.
Telinga Anda dimanjakan dengan earbud empuk, nyaman, dan keren.
Telinga Anda dimanjakan dengan earbud empuk, nyaman, dan keren.
Apa yang membuat Steelseries Siberia V3 Prism begitu istimewa bila dibandingkan dengan headphone gaming lain? Kalau boleh disingkat saja penjelasannya; walaupun menurut kami hal itu tidak menghormati kualitas terpendam dalam Headphone ini, Steelseries Siberia V3 Prism memiliki kualitas suara jauh di atas produk sejenis dengan harga sama. Anda mulai tertarik? Temukan kelebihan dan kekurangannya seraya kami ajak Anda menguak misteri yang disimpan dalam Steelseries Siberia V3 Prism.

Ringan dan Cantik

Jangan nilai buku hanya dari sampulnya. Pepatah tua itu mungkin benar bila berhubungan dengan menilai sifat manusia. Akan tetapi, tampilan luar Steelseries Siberia V3 Prism begitu cantik sehingga Anda bisa tertarik memilikinya hanya dari sudut pandang itu saja. Tampilan dominan dari Steelseries Siberia V3 Prism terletak pada lampu penghias driver headphone dan headband kulit seakan melayang kalau tidak karena tali hitam penghubung ke drivernya.
Headphone ini disertai penyangga yang dapat menyesuaikan diri dengan bentuk kepala Anda.
Headphone ini disertai penyangga yang dapat menyesuaikan diri dengan bentuk kepala Anda.
Bahannya mungkin sekilas terlihat seperti plastik biasa. Apalagi headband plastik yang berada di atas headband kulitnya. Ternyata kekuatan dari headband plastik tersebut cukup memadai. Ia mampu melebar guna menyesuaikan dengan ukuran kepala Anda. Selain itu, Anda juga tidak perlu repot mengatur ketinggian headband kulit. Sebab, ia secara otomatis akan menyesuaikan diri supaya pas di kepala Anda! Cukup tekan hingga kepala Anda pas dan ia akan terus berada di posisi itu.
Berat Steelseries Siberia V3 Prism menjadi salah satu kelebihan utamanya. Anda dapat mengangkatnya dengan ringan. Tentu saja, Steelseries Siberia V3 Prism hanya berbobot 290 gram saja! Mungkin pengaruh berat tersebut yang langsung terasa ketika digunakan. Berkat beratnya yang ringan, headphone ini tidak menyakiti kuping atau sisi kepala Anda. Apalagi ia didukung earbud nyaman yang terbuat dari kulit serta empuk.
Headband terbuat dari kulit dan dapat memanjangkan diri dengan bantuan benang yang elastis.
Headband terbuat dari kulit dan dapat memanjangkan diri dengan bantuan benang yang elastis.
Kecantikan cahaya dari driver ketika Steelseries Siberia V3 Prism digunakan menjadi primadona yang pastinya akan membuat orang lain iri. Hanya dengan men-download driver dari website resminya; steelseries.com/engine – Anda langsung dapat mengatur banyak hal dari headphone ini. Pencahayaan di driver dapat diatur sesuka hati Anda dan pilihannya tidak tanggung-tanggung; lebih dari 16 juta warna! Anda dapat mengaturnya untuk berkedip konstan atau pola lain yang dapat Anda download dari websitenya.
Kecantikan yang terpancar dari cahaya indah tersebut tentunya akan membuat Anda menonjol dibandingkan gamer lain yang mungkin hanya punya keyboard atau mouse bercahaya saja. Bila Anda tidak mau repot membawa file kustomisasi cahaya yang telah dibuat, ia dapat di-upload dan digunakan di mana saja menggunakan feature Cloudsync.
Mic tersimpan dengan rapi di sisi driver sebelah kiri. Ia dapat ditarik dan dimasukkan kembali sesuai kebutuhan.
Mic tersimpan dengan rapi di sisi driver sebelah kiri. Ia dapat ditarik dan dimasukkan kembali sesuai kebutuhan.

Suara Jernih dan Menawan Hati

Tidak ada perangkat suara yang bisa dibilang bagus hanya dari penampilannya saja. Pastinya ia juga harus mampu menghasilkan suara indah. Memang itu kegunaan utama dari Headphone ‘kan? Ternyata Steelseries Siberia V3 Prism mampu unjuk gigi bila berhubungan dengan kualitas suara yang bisa direproduksinya. Berkat dukungan drivernya yang kuat, ia mampu menghasilkan beragam tingkat suara dengan akurasi yang tinggi.
Batang Mic terbuat dari besi yang fleksibel sehingga ia bisa dibentuk sesuka hati.
Batang Mic terbuat dari besi yang fleksibel sehingga ia bisa dibentuk sesuka hati.
Bass merupakan komponen utama ketika berbicara mengenai headphone gaming. Bermain game memiliki kaitan yang erat dengan ledakan; selalu ada ledakan di game action apapun. Guna memaksimalkan efek ledakan, apalagi supaya ia terasa nyata bagi pemainnya, maka Bass memegang peranan penting. Steelseries Siberia V3 Prism mampu menghasilkan Bass dengan akurasi yang tinggi. Namun, tidak sampai bergetar layaknya beberapa produk headphone gaming lain. Namun, bila Anda menggunakannya untuk mendengarkan musik, maka tingkat Bass ini sangat unggul.
Suara Mid menjadi elemen penting bila berhubungan dengan vokal atau suara manusia yang Anda dengarkan. Steelseries Siberia V3 Prism menghasilkan suara Mid yang jernih – sangat jernih malahan. Getaran suara vokalis terdengar dengan akurat, bahkan ketika dibandingkan dengan grafik yang dihasilkan Spectrogram sekalipun! Bukan itu saja, secara mengejutkan Steelseries Siberia V3 Prism mampu mengeluarkan beberapa suara background yang sulit direproduksi, terutama karena terhalangi oleh suara dominan vokalis dan instrumen utama!
Tombol Mute untuk mematikan Mic dapat ditemukan di driver headphone bagian kiri, sama dengan Mic.
Tombol Mute untuk mematikan Mic dapat ditemukan di driver headphone bagian kiri, sama dengan Mic.
Treble juga bukan hal yang sulit dihasilkan Steelseries Siberia V3 Prism. Ia dengan mudah memperdengarkan suara tinggi yang mampu menggetarkan hati pendengarnya dan membuat merinding. Ditambah lagi Steelseries Siberia V3 Prism juga memiliki sensitivity yang baik. Drivernya mampu menghasilkan suara keras yang mendadak muncul dari sunyi tanpa merusak kualitasnya dengan getaran berlebih di driver.
Isolasi suara luar bisa dibilang lumayan. Walaupun tidak total mengisolasi seperti yang mampu dihasilkan teknologi noise canceller dari beberapa headphone kenamaan, tetapi ia patut mendapatkan acungan jempol. Kami mencobanya dengan menempatkan diri di tengah debat yang biasa terjadi di kantor. Suara keras berhasil disaring dengan baik dan lagu yang didengar dapat direproduksi dengan mulus.
Cahaya menyala dari kedua sisi headphone untuk memberi tahu orang lain betapa kerennya Headphone ini.
Cahaya menyala dari kedua sisi headphone untuk memberi tahu orang lain betapa kerennya Headphone ini.
Bagaimana dengan kualitas Microphone-nya? Headphone tanpa Mic sulit diakui ke dalam kelas gaming. Mic pada Steelseries Siberia V3 Prism tersimpan rapi di dalam driver kirinya. Ia dapat ditarik keluar dan memiliki tubuh yang fleksibel. Bahkan, Anda dapat menekuknya sesuka hati seperti yang kami lakukan dengan membuatnya menjadi huruf S dan W. Anda dapat menemukan teknologi noise filter pada Mic tersebut, supaya suara yang Anda hasilkan dapat terdengar baik oleh pemain lain. Namun, untuk menghasilkan suara yang baik, ada baiknya Anda perlu mengatur volume Mic di program drivernya.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, program driver yang dapat di-download di website resmi Steelseries dapat digunakan untuk mengatur efek lampu dan volume Mic. Namun, bukan itu saja kegunaannya. Ia juga dapat digunakan untuk mengatur Equalizer suara. Selain itu, ia juga dapat menyimpan banyak profil yang dapat Anda buat dan gunakan sesuai dengan keadaan. Terlebih dengan dukungan Cloudsync, Anda tidak perlu menyimpan profil tersebut di flash drive! Cukup download saja dari Internet!
Headband bagian luar terbuat dari plastik yang elastis sehingga dapat menyesuaikan diri dengan ukuran kepala Anda.
Headband bagian luar terbuat dari plastik yang elastis sehingga dapat menyesuaikan diri dengan ukuran kepala Anda.

Kesimpulan

Steelseries Siberia V3 Prism meningkatkan kemampuan pendahulunya, Steelseries Siberia V3, dengan kemampuan untuk mengatur kualitas suara Mic, pencahayaan, dan menyimpan file profil di Cloudsync. Seakan semua kelemahannya terdahulu dipangkas habis dengan seri Prism ini. Lalu berapa harga yang perlu Anda bayar untuk kualitas kelas atas tersebut? Steelseries Siberia V3 Prism dibandrol dengan harga $140; padahal ia memiliki kualitas setara dengan headphone di atas harga $200!
Headphone menggunakan konektor USB untuk dihubungkan dengan PC, Mac, dan PS4!
Headphone menggunakan konektor USB untuk dihubungkan dengan PC, Mac, dan PS4!
Mungkin kelemahan utamanya adalah tidak adanya jack 3.5″, hanya USB untuk menghubungkannya dengan PC. Jadi Anda tidak dapat menambahkan amplifier tambahan; hal yang biasa dilakukan oleh antusias audio untuk memperkuat reproduksi suara dari perangkat audio mereka. Untungnya, konektor USB ini membuatnya kompatibel dengan Mac dan PS4! Cukup tusuk ke PS4 dan Anda bisa langsung menggunakannya!
 

Sumber : jagatplay.com

Tuesday, 10 February 2015

HTC Hadirkan Pesaing Motorola Moto G Yakni HTC Desire 626




Pabrikan smartphone bermerk HTC baru saja mengumumkan seri terbarunya yaitu HTC Desire 626. Hadirnya produk baru seri Desire ini akan menjadi kompetitor bagi produk Motorola yaitu seri Moto G. Moto G merupakan ponsel pintar Motorola yang sangat populer untuk segmen kelas menengah.
Secara resmi, HTC Desire 626 sebagai ponsel cerdas untuk segmen kelas menengah akan di jual dengan banderol harga

Monday, 9 February 2015

Review Razer Chroma Series: Kombinasi Maut Performa dan Gaya!


Razer DeathAdder Chroma
Sebagian besar penggemar peripheral gaming untuk PC tentu saja sudah mengenal nama Razer untuk waktu yang cukup lama. Tumbuh menjadi “legenda” tersendiri, Razer selalu hadir dengan beragam produk peripheral pendukung gaming yang tidak hanya memesona secara performa, tetapi juga ciamik di sisi desain. Ia menjadi sebuah standar sendiri, sebuah brand yang senantiasa diburu oleh para gamer. Kini Razer hadir dengan gebrakan baru, melahirkan kembali produk-produk mereka dalam format baru bernama Chroma. Inti kekuatannya terletak pada desain kosmetik yang lebih “meriah” lewat implementasi lampu LED yang mampu menawarkan jenis cahaya yang lebih variatif, serta perbaikan di beberapa titik desain.
Razer sendiri mengirimkan tiga produk berbeda ke meja kami di beberapa minggu terakhir ini yang semuanya berasal dari series Chroma – sebuah headset gaming Kraken 7.1 Chroma, mouse gaming – DeathAdder Chroma, dan yang terakhir – sebuah keyboard gaming – Blackwidow Chroma. Mengingat kesemuanya hadir dari seri yang sama, maka review ketiga produk disatukan ke dalam artikel, dengan fokus detail yang dipertahankan. Sebuah kesatuan produk dengan nilai jual yang mungkin akan membuat Anda, jatuh hati!
Lantas, apa yang ditawarkan oleh ketiga produk yang satu ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah peripheral maut yang mengkombinasikan performa dan gaya? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Razer DeathAdder Chroma

Desain yang ergonomis menjadi salah satu kekuatan Razer DeathAdder ini.
Desain yang ergonomis menjadi salah satu kekuatan Razer DeathAdder ini.
Sebagian besar gamer yang cukup mengikuti perkembangan peripheral gaming tentu sudah tidak asing dengan mouse Razer yang satu ini. DeathAdder merupakan salah satu mouse gaming populer yang cukup diminati oleh gamer PC karena fungsi dan kenyamanan yang ia tawarkan. Sesuatu yang tetap  mereka pertahankan di seri Chroma yang satu ini.
Ia akan memfaslitasi gamer dengan claw maupun palm grip dengan sangat baik. Ekstra bahan karet di kedua sisi untuk menghasilkan grip yang lebih kuat.
Ia akan memfaslitasi gamer dengan claw maupun palm grip dengan sangat baik. Ekstra bahan karet di kedua sisi untuk menghasilkan grip yang lebih kuat.
Dukungan Omron Switch menjamin eksekusi perintah tanpa cela.
Dukungan Omron Switch menjamin eksekusi perintah tanpa cela.
Salah satu yang paling membuatnya dicintai adalah desain bentuk yang terasa sangat ergonomis di tangan, terlepas dari jenis grip yang menjadi preferensi utama Anda. Ia mengusung desain yang lebih tradisional dengan meniadakan tombol di bagian tengah untuk mengatur tingkat sensitivitas, dengan hanya menyisakan dua tombol klik utama dan scroll wheel di sana. Dua tombol ekstra disematkan di bagian kanan mouse untuk memfasilitasi kebutuhan Anda ketika menginginkan kombinasi perintah spesifik. Bentuk yang tidak terlalu besar dan hadirnya bahan ekstra karet di kedua sisi untuk mendukung grip yang lebih baik cukup memastikan bahwa DeathAdder Chroma ini akan memastikan aktivitas gaming berjalan tanpa masalah berarti.
Dengan switch Omron yang ia usung, reliabilitas dan konsistensi untuk mengeksekusi setiap perintah Anda ke dalam video game menjadi sesuatu yang tidak perlu lagi diragukan. Satu yang menarik, terlepas dari minimnya opsi untuk melakukan modifikasi berat, Razer DeathAdder Chroma ini terasa cukup nyaman untuk digunakan. Sayangnya, ada catatan ekstra yang patut diperhatikan. Dengan absennya tombol DPI untuk mengatur sensitivitas secara langsung, Anda akan sulit untuk langsung membuat DeathAdder ini beradaptasi dengan apa yang dibutuhkan, terutama ketika menikmati sebuah game kompetitif. Jadi, pastikan dahulu Anda menetapkan setting terbaik dahulu sebelum Anda terlibat dalam game-game seperti ini.
Berbeda dengan sebagian besar mouse saat ini, bentuk DeathAdder lebih "tradisional". Tidak ada dua tombol ekstra DPI untuk mengatur sensitivitas secara instan ala produk kompetitor lain.
Berbeda dengan sebagian besar mouse saat ini, bentuk DeathAdder lebih “tradisional”. Tidak ada dua tombol ekstra DPI untuk mengatur sensitivitas secara instan ala produk kompetitor lain.
Didukung Razer Synapse 2.0, Anda bisa memodifikasi beberapa aspek dengan mudah, dari mengatur sensitivitas, makro, hingga sifat lampu LED yang terletak di scroll wheel dan logo bagian belakang.
Didukung Razer Synapse 2.0, Anda bisa memodifikasi beberapa aspek dengan mudah, dari mengatur sensitivitas, makro, hingga sifat lampu LED yang terletak di scroll wheel dan logo bagian belakang.
Dukungan Razer Synapse 2.0 untuk DeathAdder Chroma ini juga memungkinkan Anda untuk memodifikasi beberapa aspek mouse gaming yang satu ini, tentu saja – di luar tingkat sensitivitas yang kita bahas sebelumnya. Dengan user-interface sederhana, Anda bisa menyuntikkan beberapa fungsi yang Anda butuhkan via fitur makro yang ada. Sebagai sebuah produk yang menyandang nama Chroma di dalamnya, Anda juga bisa memodifikasi efek lampu LED berwarna-warni yang akan membuat bagian scroll wheel dan logo Razer di bagian belakang menyala terang. Membuat warna-warna tersebut muncul secara bergiliran? Atau sekedar menyuntikkan efek breathing semata? Anda punya kebebasan untuk “meracik” mouse dengan kesan yang lebih personal.
Ada lebih dari 16 juta warna yang bisa Anda suntikkan di mouse ini dengan beragam sifat.
Ada lebih dari 16 juta warna yang bisa Anda suntikkan di mouse ini dengan beragam sifat.
Soal performa? Tidak ada yang perlu Anda khawatirkan tentunya. Razer memastikan bahwa DeathAdder Chroma ini tidak hanya ciamik di sisi kosmetik dan kenyamanan desain, tetapi juga performa yang ia tawarkan ketika memainkan game-game favorit Anda. Menjajalnya di DOTA 2 dan Lords of the Fallen, mouse ini berfungsi dengan semestinya. Tentu saja, selama Anda sudah menentukan tingkat sensitivitas yang dibutuhkan sebelumnya, untuk memastikan masalah ini tidak mengganggu Anda di tengah permainan.
Razer DeathAdder Chroma ini sendiri dijual di kisaran harga Rp 875.000,-, harga yang cukup rasional untuk mendapatkan desain ergonomis, performa mumpuni, dan sisi kosmetiknya yang meriah.

Audio selalu menjadi salah satu elemen dalam game yang seringkali diremehkan, namun pada nyatanya, berpengaruh sangat besar pada seberapa kuat pengalaman bermain yang Anda dapatkan. Razer menjawab tantangan tersebut melalui produk Kraken 7.1 Chroma-nya.
Dengan nama “7.1” yang ia sandang, sebagian besar dari Anda tampaknya sudah bisa menebak bahwa perangkat audio ini memang didesain dengan port USB sebagai ujung konektivitas utama. Hal  ini memungkinkan Anda untuk memodifikasi performa yang ada lewat perangkat lunak yang disuntikkan, sembari membangun kualitas suara yang sesuai dengan preferensi pribadi Anda. Namun dengan minimnya perangkat pendukung yang ditawarkan di paket penjualan, hampir mustahil untuk menggunakan Kraken 7.1 Chroma ini di platform gaming Anda yang lain. Anda bisa jatuh hati dengan detail suara yang ia tawarkan, namun tidak ada kesempatan untuk mencicipinya untuk menikmati game-game eksklusif Playstation 4 atau Wii U, atau bahkan perangkat mobile sekalipun. Tapi untuk Anda yang menjadikannya sebagai ujung tombak pengalaman audio di PC, Kraken 7.1 Chroma akan menawarkan apa yang Anda butuhkan.

Desainnya sendiri terhitung sangat nyaman, dengan kombinasi bahan busa dan kulit di bagian cup. Tidak ada perasaan menekan atau panas ketika digunakan dalam waktu lama.
Desainnya sendiri terhitung sangat nyaman, dengan kombinasi bahan busa dan kulit di bagian cup. Tidak ada perasaan menekan atau panas ketika digunakan dalam waktu lama.
Bagian mic tersimpan manis di bagian kiri headset.
Bagian mic tersimpan manis di bagian kiri headset.
Desain, Kenyamanan, dan Performa, ketiga elemen ini terhitung berhasil dieksekusi dengan manis oleh Razer di Kraken 7.1 Chroma ini. Dari sisi desain, ia terlihat indah lewat balutan warna hitam dan lampu LED yang menyala kontras di kedua sisinya. Bentuknya sendiri tidak terasa berlebihan, elegan, dan memperlihatkan identitas sebuah peripheral gaming yang begitu kuat dari luar. Sementara dari sisi kenyamanan, Kraken 7.1 Chroma juga pantas untuk diacungi jempol. Ukuran cup-nya  mungkin terasa sedikit kecil untuk gamer dengan daun telinga yang cukup besar, namun tidak satu kalipun, meninggalkan kesan menekan. Fleksibilitas yang dikombinasikan dengan kombinasi material busa dan kulit memastikan headset ini tetap akan terasa begitu nyaman dikenakan di kepala Anda, walaupun melewati sesi gaming yang panjang. Ia juga bisa dilipat jika Anda butuh membawanya dalam aktivitas mobile untuk menghemat ruang. Bagian mic juga tersimpan “manis” di cup bagian kiri.
Namun, apalah arti sebuah headset gaming tanpa menyisakan sebuah performa yang mampu memenuhi identitasnya tersebut? Untuk urusan yang satu ini, tidak ada yang perlu diragukan dari Kraken 7.1 Chroma ini. Dukungan perangkat lunak Razer Synapse 2.0 memungkinkan Anda untuk memodifikasi banyak elemen dan menghasilkan outcome suara yang menjadi preferensi pribadi Anda, dari mengatur bass, equalizer, hingga melakukan kalibrasi ulang untuk memastikan Anda mendapatkan suara surround yang semestinya. Berita baik untuk Anda yang senang dengan suara ledakan atau musik di volume yang cukup tinggi, Razer 7.1 Chroma ini juga memungkinkan hal tersebut. Namun tentu saja, walaupun efek suara yang ia hasilkan cukup mumpuni, Anda harus mempertimbangkan suara yang bocor keluar. Semata-mata memastikan bahwa aktivitas audio Anda tidak mengganggu kenyamanan orang lain.
Detail suara yang baik dan volume tinggi yang bisa ia hasilkan memang menarik. Namun hati-hati dengan suara bocor yang mungkin mengganggu kenyamanan orang lain di volume tertentu.
Detail suara yang baik dan volume tinggi yang bisa ia hasilkan memang menarik. Namun hati-hati dengan suara bocor yang mungkin mengganggu kenyamanan orang lain di volume tertentu.
Untuk para penikmat bass, baik di film maupun lagu, Kraken 7.1 Chroma akan membuat Anda jatuh hati!
Untuk para penikmat bass, baik di film maupun lagu, Kraken 7.1 Chroma akan membuat Anda jatuh hati!
Kekuatan utama produk peripheral ini? Tentu saja nama “7.1” yang ia usung, kemampuan untuk menawarkan suara surround secara digital untuk menghasilkan pengalaman yang lebih baik. Kraken 7.1 Chroma menjadi ujung tombak yang mumpuni untuk menikmati konten multimedia yang ada – dari musik, film, dan game action yang ada, apalagi jika Bass menjadi elemen dominan untuk setiap darinya.
Para gamer pencinta Bass akan jatuh hati dengan headset yang satu ini, diluar semua detail suara yang mampu ia hasilkan. Dentuman yang bulat, terkadang dengan getaran yang ia hasilkan di daun telinga melahirkan pengalaman audio yang pantas untuk diacungi jempol. Setidaknya ia berhasil membaut sesi menonton Guardian of Galaxy 1080p kami terasa seperti di layar lebar. Alunan musik lawas yang dicintai Star Lord, percakapan cheesy yang ia hasilkan, dan ledakan perang masif di Xandar yang bergetar di daun telinga. Masih tidak cukup? Ada ekstra boost bass sebagai salah satu fitur. Sensasi mumpuni ini juga kami nikmati di Lords of the Fallen. Dentingan dan alunan pedang raksasa sang First Warden juga mengalunn begitu indah. Walaupun demikian, ia juga masih akan memenuhi kebutuhan Anda yang lebih peduli soal detail suara.
Dukungan perangkat lunak dengan user-interface sederhana memungkinkan Anda untuk memodifikasi elemen suara yang dihasilkan sesuai dengan preferensi Anda.
Dukungan perangkat lunak dengan user-interface sederhana memungkinkan Anda untuk memodifikasi elemen suara yang dihasilkan sesuai dengan preferensi Anda.
Seperti seri Chroma yang lain, LED di kedua logo yang terletak di kedua sisi headset ini jadi highlight tersendiri.
Seperti seri Chroma yang lain, LED di kedua logo yang terletak di kedua sisi headset ini jadi highlight tersendiri.
Selain elemen suara yang bisa dimodifikasi, Razer Kraken 7.1 Chroma ini tentu hadir dengan ekstra nilai kosmetik lewat kedua lampu LED yang disuntikkan di masing-masing logo di bagian cup. Beragam efek  dan warna bisa Anda hasilkan.
Kemampuan suara surround, kenyamanan di telinga untuk aktivitas gaming yang panjang, dan sisi kosmetik membuat Kraken 7.1 Chroma ini sebagai produk yang menggoda. Harga yang disuntikkan Razer juga bisa dirasionalisasi, di sekitar Rp 1.450.000,-

Razer BlackWidow Ultimate Chroma

Dari semua produk Chroma yang tersedia, suntikkan sisi kosmetik di BlackWidow Ultimate Chroma ini boleh terbilang sebagai yang paling signifikan.
Dari semua produk Chroma yang tersedia, suntikkan sisi kosmetik di BlackWidow Ultimate Chroma ini boleh terbilang sebagai yang paling signifikan.
Berapa banyak dari Anda yang belum pernah mendengar nama produk “BlackWidow” dari Razer sebelumnya? Sebagian besar gamer PC tentu sudah tahu soal produk legendaris yang satu ini. Lewat seri Chroma, BlackWidow hadir dalam bentuk yang baru.
Tentu saja, seperti dua produk sebelumnya yang kita bahas, tidak hadir dalam bentuk yang benar-benar baru. Ia tetap sebuah keyboard mekanikal dengan desain standar dan tuts yang nyaman untuk digunakan. Tidak akan ada rasa canggung untuk memastikan jari Anda menari cepat di atasnya sejak pertama kali digunakan. Dengan kenyamanan mekanikal dan fitur anti-ghosting yang ia tawarkan, BlackWidow Chroma ini akan memastikan sesi gaming apapun yang Anda lemparkan kepadanya berakhir manis. Secara teknis, BlackWidow Chroma menjalankan tugasnya sebagai sebuah keyboard gaming yang mumpuni. Kami sudah mengujinya di DOTA 2 dan Lords of the Fallen tanpa menemui masalah sama sekali. Anda bisa bergerak tanpa perlu berhadapan dengan resiko apapun.
Mekanikal dengan fitur anti-ghosting, Anda tidak perlu takut keyboard ini tidak akan mampu menangani kecepatan gerak jari Anda ketika bermain game.
Mekanikal dengan fitur anti-ghosting, Anda tidak perlu takut keyboard ini tidak akan mampu menangani kecepatan gerak jari Anda ketika bermain game.
Razer BlackWidow Ultimate Chroma ini menggunakan Green Switch "racikan" Razer sendiri dengan sensasi yang mirip dengan Cherry MX Blue.
Razer BlackWidow Ultimate Chroma ini menggunakan Green Switch “racikan” Razer sendiri dengan sensasi yang mirip dengan Cherry MX Blue.
Lantas kekuatan seperti apa yang disuntikkan Razer di belakang identitas mekanikal-nya ini? Berbeda dengan BlackWidow 2013 yang hadir dengan Cherry MX Blue, BlackWidow Chroma ini mengusung switch “racikan” Razer sendiri – Green Switch. Razer sendiri tidak pernah secara terbuka mengaku bahwa switch tersebut merupakan varian switch Kailh yang mereka tawarkan kembali sebagai produk terpisah. Sensasi tactile Green Switch ini terasa tidak banyak berbeda dengan Blue Switch dari Cherry MX, bahkan dengan “polusi suara” yang terdengar serupa. Namun kami sempat menemukan beberapa masalah yang cukup mengganggu, terutama ketika mengetik. Seperti tombol Shift yang tidak bekerja untuk menciptakan huruf kapital atau momen repitisi huruf yang tiba-tiba terjadi tanpa alasan. BlackWidow Chroma ini juga hadir dengan ekstra slot USB di bagian kanan dan dua port jack untuk menghubungkan peripheral Anda yang lain.
Dengan driver ini, tidak hanya fungsi makro yang bisa Anda suntikkan. Anda juga bisa memaksimalkan sisi kosmetik dengan fakta bahwa tiap tuts di keyboard ini mampu menghasilkan warna yang berbeda-beda.
Dengan driver ini, tidak hanya fungsi makro yang bisa Anda suntikkan. Anda juga bisa memaksimalkan sisi kosmetik dengan fakta bahwa tiap tuts di keyboard ini mampu menghasilkan warna yang berbeda-beda.
Anda bisa membuat setiap tuts ini menyala dengan warna-warna berbeda. Kesempatan untuk menciptakan sebuah peripheral personal Anda sendiri.
Anda bisa membuat setiap tuts ini menyala dengan warna-warna berbeda. Kesempatan untuk menciptakan sebuah peripheral personal Anda sendiri.
Seperti halnya dua produk Razer Chroma sebelumnya, BlackWidow Chroma akan tampil lebih optimal setelah Anda memodifikasi fungsi yang ada via Razer Synapse 2.0. Kita tidak hanya sekedar membicarakan fungsi makro yang bisa Anda suntikkan untuk kombinasi fungsi kompleks secara instan. Dari semua produk berbasis Chroma yang ada, ia bahkan pantas disebut sebagai yang paling memaksimalkan efek LED yang bisa ia hasilkan.
Tidak hanya sekedar menghasilkan satu warna atau efek saja, Anda bisa memodifikasi tampilan warna LED untuk setiap tuts, dengan user-interface yang sangat mudah untuk dikuasai. Anda bisa bereksperimen sebebas Anda inginkan. Tidak terlalu suka dengan fitur seperti ini? Ada beragam efek menarik juga yang bisa Anda eksekusi, seperti Wave yang akan memunculkan efek gelombang berwarna-warni super keren yang arahnya juga bisa Anda tentukan. Untuk soal kosmetik, BlackWidow siap untuk membuat gamer manapun yang melihat Anda menggunakannya, iri.
Range warna yang bisa Anda hasilkan.
Range warna yang bisa Anda hasilkan.
Modifikasi fungsi, ketepatan performa, kenyamanan, dan sisi kosmetik yang bisa membentuk identitas personal Anda sebagai gamer? BlackWidow Chroma ini sendiri dihargai di kisaran harga Rp 2.000.000,-

Sebuah driver periheral terintegrasi berbasis cloud? Secara konsep, ia mungkin terdengar begitu kompleks dan menyiratkan seolah-olah bahwa Anda akan dihadapkan pada ekstra kerepoten tertentu hanya untuk memastikan peripheral dari Razer ini bekerja. Namun nyatanya tidak. Razer Synapse 2.0 menjadi perangkat lunak yang begitu bisa diandalkan untuk memastikan setiap produk Razer yang Anda miliki berjalan secara optimal. Tidak hanya karena kemampuan cloud-nya yang akan secara otomatis memastikan mouse, keyboard, dan headset Razer yang terkoneksi untuk berfungsi di firmware terbaru, tetapi juga dari fakta bahwa setiap setting yang Anda hasilkan akan disimpan di Cloud. Keuntungan yang kami rasakan sendiri ketika menjajal review yang satu ini.
Butuh rig lebih kuat untuk memainkan Lords of the Fallen, kami memutuskan untuk menggunakan rig lain untuk mencicipi game racikan GI Games tersebut. Membawa ketiga kesatuan produk Razer yang sudah kami otak-atik di rig sebelumnya ini, Razer Synapse 2.0 membuat proses ini lebih mudah. Ia menyimpan setting kami untuk setiap produk yang ada – BlackAdder, Kraken 7.1, dan BlackWidow Chroma dan membuatnya siap untuk digunakan tanpa perlu lagi menempuh kerepotan yang sama. Dengan hanya menghubungkannya via USB port yang ada dan terkoneksi ke internet, Razer Synapse 2.0 langsung meng-update setiap firmware mereka secara otomatis dan melakukan load setting yang sudah Anda simpan sebelumnya. It’s really easy!

Kesimpulan

Razer Kraken 71 Chroma
azer DeathAdder Chroma, Razer Kraken 7.1 Chroma, dan Razer BlackWidow Chroma berfungsi fantastis sebagai peripheral gaming yang berdiri sendiri-sendiri sesuai perannya masing-masing. Namun jika ia disatukan dalam satu sesi gaming yang sama, jajaran produk Razer ini dipastikan akan mampu membuat identitas Anda sebagai gamer semakin mengalir kuat.
Sebagai sebuah kesatuan produk, Razer kembali membuktikan diri mengapa ia pantas menyandang predikat sebagai salah satu produsen peripheral gaming yang pantas untuk dipuja lewat susunan produk Chroma Series ini.
Mempertahankan desain dan alasan mengapa produk-produk ini dicintai di masa lalu, tambahan fungsi LED dengan pilihan warna yang lebih variatif menghasilkan sisi kosmetik yang berbeda dan kaya, bahkan kesempatan untuk menciptakan sebuah identitas yang lebih personal bagi Anda sendiri. Razer DeathAdder Chroma, Razer Kraken 7.1 Chroma, dan Razer BlackWidow Chroma berfungsi fantastis sebagai peripheral gaming yang berdiri sendiri-sendiri sesuai perannya masing-masing. Namun jika ia disatukan dalam satu sesi gaming yang sama, jajaran produk Razer ini dipastikan akan mampu membuat identitas Anda sebagai gamer semakin mengalir kuat. Diperkuat dengan Razer Synapse 2.0 dengan user-interface sederhana, bukan perkara sulit untuk membuat semua peripheral Razer ini berjalan optimal.
Tentu saja, setiap produk ini memiliki catatan kelemahan tersendiri yang perlu Anda perhatikan sebelum membeli setiap dari mereka. Namun satu yang pasti, Razer Chroma Series berhasil menyuntikkan elemen estetika di atas performa dan kenyamanan, sebuah jaminan yang sama sekali tidak perlu diragukan.

sumber : http://jagatplay.com


Review The Crew – Apakah Kita Siap Dengan Sebuah MMORPG Racing?

Review The Crew – Apakah Kita Siap Dengan Sebuah MMORPG Racing?
Pertama kali mendengar konsep The Crew saya bisa dibilang cukup tertarik. Kita bersama teman atau pemain dari seluruh dunia bisa bekerja sama dalam sebuah aksi jalanan yang liar. Ini akan seperti memainkan film Fast & Furious dengan kita berada di belakang kemudi. Tapi apa yang terjadi adalah sebaliknya, misi demi misi saya jalani sendiri dan jika saya melihat seorang pengemudi lain maka pengemudi tersebut akan mencoba menabrak saya dengan kecepatan penuh. The Crew tidaklah seindah yang saya bayangkan.
Sebenarnya The Crew mempunyai konsep yang cukup bagus. Game ini mungkin cukup tepat kalo saya sebut sebagai MMO racing dengan konsep grinding seperti RPG. Kamu akan bermain sebagai seseorang yang sayangnya berada di tempat dan waktu yang salah. Agen FBI kemudian menjanjikan kamu kebebasan dan juga pembalasan dendam jika kamu mau menjadi kaki tangan mereka untuk menyusup ke dalam sebuah organisasi kejahatan yang sangat kental dengan aktivitas balapannya. Berbagai misi berbahaya kamu jalankan untuk mulai menyusup dan mendapatkan kepercayaan sang bos besar.

Kualitas Cerita Yang Diambil Seri Televisi

The Crew Big Screenshot 2
Tapi ada satu masalah besar dengan cerita ini dan kamu juga sudah mungkin menyadarinya. Terlalu banyak film atau seri TV yang menggunakan plot serupa. Beberapa menit pertama kamu mungkin dibuat penasaran dengan apa yang terjadi, tapi begitu kamu bekerja untuk sang agen FBI maka semuanya mulai membosankan. Apapun skenario klise yang ada dipikiran kamu sangat mungkin terjadi di sini. Tapi mungkin hal yang paling mengecewakan adalah jalan cerita yang seperti di percepat 30 kali. Seorang pemimpin gang mobil akan meminta kamu untuk melakukan misi sebagai pembuktian kemampuan, tapi setelah itu sang bos akan mulai mempercayakan misi berbahaya yang jika gagal akan mengakibatkan kehancuran bersama. Dan ini rata-rata terjadi sepanjang permainan.
Jika sang developer ingin mengambil rute plot klasik agen FBI yang memeras penjahat/orang yang sedang sial, maka sah-sah saja. Saya juga masih bisa mengikutinya dan mungkin menikmatinya dalam taraf yang wajar. Namun sayangnya hampir semua cut scene dan briefing dilakukan di atas mobil. Memang ini adalah game racing namun rasanya tidak perlu memaksakan sampai sebegitunya. Sesekali melihat jagoan kita sedang berada di rumah atau menemui temannya dengan berjalan (seperti orang pada umumnya) akan lebih membuat The Crew lebih mudah dinikmati. Tapi tidak kali ini, semuanya pada dasarnya di lakukan di atas mobil. Ini juga membuat perkembangan karakter menjadi terbatas dan mudah untuk dilupakan.

Mengelilingi Amerika Serikat Lewat The Crew

The Crew Big Map | Screenshot 3
The Crew Small Map | Screenshot 3
Saya mungkin tidak terpukau dengan jalan ceritanya sama sekali, tapi lain halnya dengan besarnya map yang ditawarkan. The Crew dengan ambisius menggunakan seluruh bagian dari Amerika Serikat sebagai peta dalam game ini. Tentu saja tidak dalam skala 1: 1 namun tetap saja sangat mengesankan bagi saya. Berkendara dari ujung map ke titik yang bahkan tidak sampai 1/2 dari map membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Saya hanya bisa membayangkan bahwa berkendara dari ujung ke ujung akan membutuhkan lebih dari 1 jam.
Map yang sangat luar biasa besar ini berupaya menciptakan suasana open world yang nyata dan harus saya katakan sang developer cukup berhasil. Ada kalanya di mana saya menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menjelajahi Amerika. Setelah memainkan The Crew selama 2 minggu, saya jadi mendapat gambaran umum mengenai letak dan juga bentuk kehidupan yang berbeda dari negara Amerika (tidak seglamor yang kamu bayangkan).
Sayangnya map yang sangat luas sekali ini datang dengan kekurangannya sendiri. Yang pertama adalah bangunan tidak terlalu detail dan cukup banyak repetisi. Tidak terlalu banyak sampai membuat kamu jenuh, namun jika kamu menghabiskan waktu 2 jam untuk berkeliling maka kamu akan tahu bahwa sebuah kedai kopi yang sama akan ada setiap 10 bangunan. Bangunan penting akan memiliki tingkat detail yang lebih baik, namun bangunan lain akan tampak berbeda dari aslinya. The Crew mencoba untuk memberikan kamu sebuah tempat bermain yang sangat luas dengan mengambil desain negara Amerika, tapi mereka tidak berjanji bahwa ini akan menjadi tiruannya persis. Cukup adil.
Satu hal yang saya kurang suka adalah cara The Crew membatasi pergerakan kita. Ketika kita berjalan di sebuah area yang padat maka kebanyakan toko yang mempunyai lahan parkir akan memasang pagar yang tidak dapat hancur sehingga kamu tidak bisa masuk. Sebenarnya secara programming lahan tersebut sudah ada dan kamu bisa masuk, tapi entah kenapa pagar-pagar konyol yang tidak dapat hancur ini harus berada di sana. Ini membuat dunia The Crew yang luas menjadi sedikit berkurang aksesibilitasnya.

Ini Game Racing Dengan Rasa RPG

The Crew Big Car | Screenshot
Untuk gameplay utamanya, The Crew akan membuat kamu menjelajah seluruh Amerika dalam mode balapan yang berbeda. Dan saya sedang tidak membicarakan tentang time trial, knock-out atau mode lainnya yang umum kamu temui. The Crew akan mengajak kamu untuk mencoba berbagai jenis tipe balapan dengan spesifikasi mobil yang berbeda. Kamu bisa balapan di dalam kota dengan menggunakan spec street, sedikit off-road dengan menggunakan spec dirt, atau jika kamu suka balapan di sirkuit maka akan ada spec circuit. Jika RPG mempunyai class untuk masing-masing fungsi maka The Crew mempunyai 5 spec yang cocok untuk digunakan dalam menjalani misi demi misi.
Tentu saja ini bisa menjadi mimpi buruk atau sebaliknya. Jika kamu membenci aksi off-road, melewati hutan, atau melompati tanjakan dan mendarat dengan keras dengan mobil bagus kamu maka kamu akan tersiksa di sini. The Crew akan memaksa kamu untuk mencoba berbagai aksi balapan, masing-masing tidak terlalu dalam dan detail (contohnya kita bandingkan balapan sirkuit di The Crew dengan katakanlah Drive Club). Secara pribadi saya menyukai variasi ini walaupun kamu harus benar-benar berlatih menggunakannya mobil dengan spesifikasi berbeda.
The Crew Off Road Chase | Screenshot
Bagian yang saya suka dari The Crew adalah kamu tidak akan terlalu mudah berganti mobil. Begitu kamu membeli mobil pertama kamu, maka kamu akan menggunakannya dalam jangka waktu yang lama. Ini membuat saya dapat mempelajari dan mengendarai mobil saya dengan lebih baik. Sesuatu yang sulit dilakukan jika setiap 2 jam kamu dapat membeli mobil baru.
Untuk membuat mobil kamu tetap dapat beradu dengan mobil lain kamu harus menjalani misi dan tantangan yang tersebar. Setiap kali kamu berhasil menjalani sebuah tantangan maka kamu akan mendapat spare part yang langsung dapat kamu gunakan untuk membuat kendaraan kamu semakin bagus.. Semakin baik kamu menyelesaikan tantangan semakin bagus juga spare part yang akan kamu dapatkan. Kamu dapat menemukan ratusan tantangan tersebar diseluruh Amerika jadi hampir tidak mungkin untuk kehabisan. Dan jikapun kamu sudah menjalani semua tantangan, kamu bisa mengulangnya lagi untuk mendapatkan spare part yang lebih bagus. Ini adalah grinding ala RPG, tapi kamu melakukannya dengan mobil di atas jalanan.

Kamu Tidak Akan Berkendara Sendiri … Yang Benar Saja.

The Crew Online | Screenshot
Jadi sejauh ini The Crew mempunyai cerita yang nampaknya diambil dari sebuah seri TV, map yang sangat luar biasa luasnya, tipe mobil dan balapan yang berbeda, serta sistem leveling yang mirip dengan RPG. Tidak terdengar buruk sama sekali, namun ini bukanlah akhir dari ulasan ini. Begitu The Crew sudah memamerkan fitur-fitur yang dipunya, game ini mulai kewalahan dan menghancurkan dirinya sendiri dengan berbagai kekurangan yang vital.
Setelah bermain beberapa jam dan cukup mengerti bagaimana cara kerja The Crew, saya mulai semangat untuk melakukan co-op mission dengan pemain lain untuk mengejar seorang target. Saya nyalakan fitur co-op dan saya tidak pernah mendapat teman bermain selama 1 minggu penuh. Ini karena ketika saya bermain saya biasanya juga hanya melihat 3 sampai 4 orang lain yang sedang bermain di sebuah sesi yang sama. Level mereka sangat bervariasi sehingga sangat sulit untuk menjalankan sebuah misi secara bersama.
The Crew Online Small | Screenshot
Mode PvP antara geng pun tidak jauh berbeda. Menunggu 8 pemain untuk datang dan bermain bisa menghabiskan waktu antara 2 menit (langka) sampai dengan 1 hari penuh. Jika The Crew adalah sebuah MMO maka ini jelas ada yang salah di sini. Jikapun saya bertemu dengan orang lain yang masih setara maka mereka akan mengambil ancang-ancang dan menabrak kamu dengan keras dari belakang. Biasanya saya akan membalas hal ini dan 30 menit berlalu dihabiskan untuk saling tabrak-tabrak di kota dengan pemain lain. Seru tapi bodoh.
Hal kedua adalah kamu harus online terus menerus untuk memainkan The Crew. Oke itu tidak terdengar terlalu buruk, karena PlayStation 4 saya memang terus terhubung dengan internet dan lagi pula ini adalah sebuah MMO. Tapi yang membuat kesal adalah karena tidak ada banyak orang yang bisa diajak main maka ujung-ujungnnya kamu akan bermain sendiri menjalani misi demi misi. Selama menjalani misi ini, jika internet kamu terputus maka kamu bisa ucapkan selamat tinggal kepada progres game kamu (sesi balapan tersebut). Saya sudah sering mengalami hal ini bahkan sampai ke titik mana 2 detik lagi saya menang dan tiba-tiba koneksi terputus. Dengan waktu balapan yang mencapai 15 menit, saya hampir menangis.
The Crew Online Small | Screenshot 2
Hal terakhir yang membuat The Crew menjadi pengalaman bermain yang terlalu campur aduk adalah AI yang bodoh. Maksud saya adalah sang developer tidak bisa membuat AI yang cukup pintar untuk mengimbangi manusia sehingga mereka melakukan kompensasi dengan membuat AI lebih cepat dan gesit. Di balapan normal kamu bisa menyenggol mobil mereka sampai berputar, namun 10-20 detik kemudian mereka sudah berada tepat di belakang kamu. Atau dalam misi kabur, kamu bisa langsung berputar 180 derajat ketika pengejaran di mulai, mengambil jalur sempit, dan 30 detik kemudian misi selesai. Untungnya tidak semua misi yang ada bisa diselesaikan dengan cara ini namun tetap saja tidak memberikan rasa konsistensi yang baik. Setelah kamu keluar dari bengkel dengan cat dan modifikasi yang mantap, kamu tetap bisa dikalahkan dengan mobil Mini Cooper polos yang nampak baru keluar dari dealer.

Sumber : http://id.gamesinasia.com
Source