Pages

Showing posts with label game. Show all posts
Showing posts with label game. Show all posts

Thursday, 9 July 2015

[REVIEW] Razer Deathadder Chroma

DeathAdder cukup dikenal sebagai salah satu Ular berbahaya karena memiliki bisa yang bisa menyebabkan hal-hal yang tidak kita inginkan, bahkan kematian. Seperti itulah gambaran dari salah satu mouse gaming milik Razer yang sudah cukup lama kita kenal semenjak kemunculannya pertama kali. DeathAdder memulai debutnya berkisar pada tahun 2006, dimulai dari sebuah mouse bersensor infrared dengan tingkat akurasi hanya 1800dpi. Di jamannya mouse gaming DeathAdder cukup populer dan memang menjadi racun bagi para gamer saat itu, namun seiring berjalannya waktu semakin banyak produk pesaing yang memudarkan keganasan racun dari DeathAdder.

Menjawab itu DeathAdder terus berevolusi dengan mengikuti kebutuhan dari game yang berkembang saat itu, peningkatan spesifikasi dan perubahan hardware pun sudah menjadi hal yang lumrah bagi perusahaan produsen peripheral gaming yang tetap menjaga keekslusifan desain dari produk-produknya. Hingga hari ini DeathAdder masih menjadi salah satu produk yang cukup populer bagi para pengguna setianya.

Belum lama ini kami mendengar kelahiran dari varian DeathAdder terbaru yang kabarnya masuk ke dalam jajaran lini Chroma dari Razer, dimana DeathAdder kali ini sedikit lebih berwarna jika dibandingkan dengan varian sebelumnya, namun apakah masih tetap mematikan? Simak review kami di bawah ini.

Kemasan dan Kelengkapan

Razer DeathAdder Chroma hadir dengan kotak kemasan yang cukup ringkas berwarna gelap dengan kombinasi fitur dan logo berwarna hijau khas Razer. Di bagian muka kamu bisa melihat langsung wujud dari mouse ini berdampingan dengan ikon Full Spectrum Gaming, yang berarti mouse ini memiliki dukungan warna yang beragam.


Sisi kanan kemasan berisi informasi dari fitur yang dimiliki Razer DeathAdder seperti desain ergonomis, sensor optik yang akurat serta pencahayaan yang bisa dikostumisasi, sedangkan pada sisi kiri kemasan berisi sedikit testimonial dari gamer profesional yang menggunakan Razer DeathAdder.



Penjelasan cukup detil berupa gambar dan bagian-bagian mouse dapat kamu lihat pada sisi belakang kemasan, di bawahnya terdapat spesifikasi dalam 5 pilihan bahasa. Dalam paket penjualan kamu akan mendapatkan sebuah Information Guide.



Detail Produk

DeathAdder Chroma sepertinya tidak mengalami banyak perubahan dari varian DeathAdder sebelumnya, bedanya hanya pada dukungan LED yang mendukung hinga 16.8 juta warna dengan efek pendar Spectrum dan sensor optiknya. Ukurannya masuk kedalam ukuran medium tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar dengan desain khusus hanya pengguna tangan kanan, karena sisi bagian kanan mouse didesain sedikit lebih keluar untuk memberikan grip yang baik dan tetap nyaman digenggam. Mouse ini memiliki 3 tombol utama dimana ukuran tombol klik kiri, scroll dan klik kanan cukup luas dan empuk. Logo Razer ditempatkan di punggung mouse yang dilengkapi dengan LED.



Lekukan yang berbeda terlihat pada sisi kiri dan kanan mouse, pada sisi kiri terlihat lebih menjorok ke dalam dan dilengkapi lapisan karet yang diletakan agak ke bawah, ada 2 tombol tambahan di sisi kiri yang bisa diprogram melalui software Razer Synapse dengan ukuran yang cukup besar sehingga mudah diakses oleh jari kamu. Sisi kanan mouse didesain sedikit menjorok keluar, juga dilengkapi dengan lapisan karet bertekstur untuk memaksimalkan grip pada mouse.



Mouse ini dibekali lapisan teflon pada 3 titik, dimana lapisan yang disebar pada ujung sisi mouse mampu memberikan pergerakan mouse yang maksimal pada medan yang kami gunakan. DeathAdder Chroma sudah menggunakan 4G Optical Mouse dengan tingkat akurasi hingga 10.000dpi yang menjamin permainan yang akurat. Kabel braided berwarna hitam dengan ujung konektor USB menjadi pilihan dari DeathAdder keluaran terbaru ini.



Software

Tampilan software Razer Synapse 2.0 cukup simpel dengan warna gelap, pada tampilan utama terdapat 3 buah menu utama yang terdiri dari Mouse, Macros dan Stats dimana pada menu Mouse terdapat sub-menu yang terdiri dari Customize, Performance, Lighting dan Calibration. Pada menu Customize kamu bisa menerapkan beberapa macam command ke dalam tombol-tombol pilihan kamu, daftar command yang bisa kamu masukan terdiri dari :

  • Default
  • Keyboard Function
  • Mouse Function
  • Sensitivity
  • Macro
  • Launch Program
  • Multimedia
  • Windows 8 charms
  • Windows Shortcuts
  • Disable




Pada menu Lighting kamu bisa mengkonfigurasi warna LED pada mouse kamu, ada beberapa pilihan keren yang bisa kamu pamerkan ke teman-teman kamu.


Untuk memasukan Macro, Razer Synapse sudah menyiapkan cara termudah untuk kamu, buka menu Macros dan buat macro baru sesuai keinginan kamu.


Pengujian

Mouse gaming DeathAdder Chroma memiliki desain ergonomis yang baik tentunya bagi pengguna mouse dengan tipe genggam palm-rest, tapi juga nyaman digunakan oleh orang yang suka menggunakan gaya claw. Dengan ukuran tergolong medium, mouse ini masih cukup populer digunakan oleh gamer di kawasan Asia tenggara, tidak terkecuali Indonesia yang memang lebih menyukai gaya palm-rest ketika menggunakan mouse-nya.

Untuk kegunaan sehari-hari DeathAdder Chroma nyaman digunakan, meskipun kami menggunakan gaya claw selama menggunakan mouse ini ternyata tidak menghambat aktifitas kami sama sekali, lapisan grip karet bertekstur ditempatkan pada posisi yang tepat, tidak perlu besar namun berada di posisi yang tepat sudah sangat mendukung berbagai gaya genggam mouse.

Dengan dibekali sensor baru yang lebih hebat, DeathAdder Chroma bisa menjadi salah satu teman ideal kamu untuk memainkan beberapa genre game, seperti FPS yang membutuhkan beberapa tingkat akurasi dari pergerakan mouse yang tentunya bisa diatasi dengan baik oleh mouse yang memiliki tingkat akurasi hingga 10.000dpi ini, untuk bermain game yang membutuhkan waktu sedikit lama per-round-nya seperti Dota atau Lol bahkan WoW, tidak usah khawatir akan kelelahan karena desain ergonomis yang baik mendukung penggunaan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Penggunaan software-nya pun cukup mudah dan cukup lengkap, kamu bisa mendapatkan beberapa perintah yang dirasa akan cukup berguna dalam sesi permainan kamu, seperti yang sudah wajib harus ada, yaitu macro.

Kesimpulan

Varian Chroma di beberapa produk Razer yang baru saja diluncurkan akhir-akhir ini memang tidak membawa desain baru yang segar, hanya penambahan nama dan efek LED pada produk tersebut, jika kamu tidak mempelajarinya lebih jauh. Buktinya memang Razer tidak mengeluarkan desain baru untuk varian Chroma-nya alih-alih hanya menggunakan model yang sudah ada dan melakukan sedikit sentuhan di sana sini, tapi bukan menjadi masalah besar bagi para pengguna setia Razer.

Memilih DeathAdder sebagai salah satu varian mouse gaming yang mendapatkan embel-embel Chroma tidak bisa dibilang cukup tepat tapi tidak bisa dibilang tidak tepat juga, bagi para gamer mouse tangan kanan dan DeathAdder sebelumnya hal ini bisa menjadi hadiah menjelang perayaan akhir tahun, tapi bagaimana bagi para gamer mouse yang aktif menggunakan tangan kirinya? mungkin saja ada varian Chroma lainnya bermunculan dalam waktu dekat? Mungkin saja.

Membawa model yang cukup populer di kalangan penggemarnya memang menjadi langkah yang terbilang cukup cerdas dan berhati-hati, kami rasa Razer cukup yakin untuk kembali meluncurkan salah satu racun terbaiknya dengan dosis racun yag ditingkatkan. Berniat untuk menebusnya? Pastikan kamu bisa mengendalikan diri kamu lebih baik dari kami.

Kelebihan :

+ Built quality baik
+ Ergonomic shape
+ 10000dpi
+ Software yang user friendly
+ LED RGB
+ Kabel braided dengan konektor USB gold-plated

Kekurangan :

- Paket kelengkapan minim
- Tidak disertai CD Driver

credits to: Gadget Mall Center

Sunday, 5 July 2015

[REVIEW] Razer BlackWidow Ultimate Chroma

Adalah varian dari keyboard gaming mekanikal milik Razer yang sudah cukup populer di kalangan gamer, tentu kamu sudah sangat mengenal salah satu nama keyboard mekanikal tersebut, kami menyebutnya si “Janda Hitam” atau BlackWidow. Razer memiliki beberapa varian BlackWidow dengan spesifikasi dan tampilan yang berbeda, kali ini akan sangat jauh berbeda karena BlackWidow hadir lebih berwarna tidak seperti BlackWidow versi sebelumnya.

BlackWidow Chroma itu nama baru yang mereka berikan untuk si “Janda Hitam” penuh warna ini, keyboard mekanikal besutan Razer ini dibekali dengan LED RGB yang mendukung 16.8 juta warna serta efek pendar yang belum pernah kamu lihat sebelumnya. Tak hanya itu, ada satu hal lagi surprise yang Razer berikan untuk para penggemarnya, surprise yang diyakini mampu memberikan performa serta kenyamanan yang lebih baik dari versi sebelumnya. Ingin tahu apa surprise-nya, terus simak review-nya di bawah ini.

Kemasan dan Kelengkapan

Razer BlackWidow Chroma hadir dengan kemasan yang cukup besar berwarna hitam dengan tampilan muka yang dipenuhi dengan penampakan keyboard beserta fitur-fitur unggulannya pada sisi kiri, di pojok kanan bawah terdapat penjelasan mengenai penggunaan switch milik Razer disamping desain berlubang pada kemasan untuk merasakan switch tersebut.



Di bagian belakang kemasan kembali menampilkan wujud keybaord Razer BlackWidow Chroma dengan penjelasan di beberapa titik yang menjadi fitur unggulan dari keyboard tersebut, di sampingnya juga kembali menjelaskan fitur baru yakni sebuah switch besutan Razer yang ditanam di keyboard ini, tak lupa spesifikasi di bagian paling bawah dengan beberapa pilihan bahasa. Dalam paket penjualan anda akan mendapatkan Information Guide dan stiker berlogo Razer.



Detail Produk

BlackWidow Chroma hadir dengan ukuran yang cukup ringkas, tidak terlalu besar dengan desain yang tegas tanpa banyak tekukan. Desainnya dan dimensinya bisa dikatakan sama persis dengan varian BlackWidow Ultimate sebelumnya, bedanya jika BlackWidow Ultimate menggunakan tampilan hitam glossy pada bodinya, beda dengan BlackWidow Ultimate yang dipoles dengan aksen kusam hitam doff pada bodinya.



Desain keycap cukup lebar dengan penataan yang cukup baik, tidak terlampau dekat yang memungkinkan berbagai ukuran jari untuk mengetik di atasnya dengan nyaman. BlackWidow Chroma membekali setiap keycap-nya dengan LED yang bisa dikostumisasi melalui driver, untuk merubah tingkat kecerahan kamu perlu menjangkau tombol Fn + F11/F12. Selain keycap sudah diijinkan untuk memendarkan warna lain, ternyata selain LED RGB, keyboard ini juga menanamkan switch gaming mekanikal yang diklaim oleh perusahaan bahwa switch tersebut besutan dari Razer sendiri, switch berwarna hijau yang sangat empuk dan clicky ini kabarnya memiliki daya tahan dan performa jauh lebih baik dari switch sejenis.




Razer membuat semuanya menjadi lebih padat itulah mengapa desain dari varian BlackWidow Chroma cukup ringkas, karena semua tombol pendukung seperti fungsi makro, multimedia, Gaming mode, Macro recording dan tombol pengatur tingkat kecerahan diletakan pada tombol-tombol yang sudah ada seperti F1-F12 kecuali tombol macro yang diletakan pada sisi kiri keyboard. Hal ini tentunya memiliki sisi positif dan negatif, tapi tergantung dari bagaimana cara gamer menyikapinya.



Pada sisi bawah keyboard, BlackWidow Chroma dibekali dengan bantalan karet pada beberapa sisi untuk memberikan grip yang baik, dimana keyboard diletakan. Keyboard ini memiliki beberapa port, seperti USB 2.0, audio in dan mikrofon pada sisi kanan untuk memudahkan kamu menghubungkan beberapa perangkat lainnya tanpa harus menyentuh casing PC kamu.




Software

Tampilan software Razer Synapse 2.0 cukup simpel dengan warna gelap, pada tampilan utama terdapat 3 buah menu utama yang terdiri dari Customize, Lighting dan Gaming Mode. Pada menu Customize kamu bisa menerapkan beberapa macam command ke dalam tombol-tombol pilihan kamu, daftar command yang bisa kamu masukan terdiri dari :
  • Default
  • Keyboard Function
  • Mouse Function
  • Inter-Device655165g
  • Macro
  • Launch Program
  • Multimedia
  • Windows 8 charms
  • Windows Shortcuts
  • Disable



Pada menu Lighting kamu bisa mengkonfigurasi warna LED pada keyboard kamu, ada beberapa pilihan keren yang bisa kamu pamerkan ke teman-teman kamu.


Gaming Mode merupakan menu terakhir, disini kamu bisa menonaktifkan beberapa kombinasi command yang tidak terpakai malah bisa dikatakan jangan sampai tertekan, mungkin para gamer sudah cukup familiar dengan fungsi Alt + Tab, Alt + F4 dan Windows Key.


Pengujian

Untuk penggunaan harian, keyboard gaming mekanikal BlackWidow Chroma milik Razer ini sangat nyaman, keycap-nya yang didesain dengan ukuran dan penataan yang cukup tepat menunjang aktifitas pengetikan yang cukup intens. Karakter switch yang sangat empuk juga menjadi kenyamanan tersendiri, kami bisa dengan santai mengetik tanpa harus mengeluarkan tekanan pada keycap, tapi imbas dari kenyamanan tersebut adalah keyboard ini cukup clicky apalagi jika digunakan untuk mengetik cepat.

Untuk bermain game, keyboard mekanikal yang dibekali dengan switch milik Razer ini tentu bisa dikamulkan dengan jajaran fitur yang cukup hebat dan lengkap, jajaran tombol macro sudah tersedia di sisi kiri keyboard, cukup masukan macro favorit kamu yang dirasa bisa menunjang sesi permainan kamu. Kurang? buat saja pada tombol tertentu dengan menggunakan driver atau fitur macro recording on-the-fly yang sudah tersedia.

Untuk menikmati konten multimedia disaat kamu harus terus mengetik kerjaan yang harus dirampungkan saat ini juga tentu bukan jadi kendala, kamu bisa mengatur alur musik yang ingin kamu dengarkan melalui jajaran tombol multimedia yang diletakan pada tombol F1-F8 bersamaan dengan tombol Fn, mudah bukan?

Untuk efek warna LED pada keyboard ini, berikut kami sampaikan beberapa hasil pengujian kami yang berupa video.

Breathing :

Spectrum Cycling :

Custom :

Reactive :

Wave :


Kesimpulan

Ada beberapa hal baru yang ingin ditunjukan Razer pada varian peripheral gaming terbarunya, salah satunya adalah penggunaan switch gaming mekanikal besutan Razer sendiri yang menurut klaim dari perusahaan bahwa switch tersebut mampu bekerja lebih baik dan memiliki daya tahan yang lebih lama dibandingkan dengan switch yang sudah terdapat di pasaran saat ini. Switch ini mampu memberikan respon yang baik dengan tekanan yang sangat ringan, jarak antara penekanan juga relatif pendek oleh karenanya hanya dengan menekan keycap sedikit keyboard sudah memasukan input.

Karakter switch mekanikal besutan Razer ini mirip dengan switch mekanikal miliki Cherry MX berwarna biru, dengan clicky yang kurang lebih sama namun terasa sedikit lebih ringan, kembali ke selera kamu tentunya. Selain mengenalkan switch besutan sendiri, Razer juga mulai mengenalkan warna-warni pada keyboard-nya. Yang kami maksud adalah warna selain hijau yang memang menjadi ciri khas peripheral Razer dan biru yang sudah sering kita lihat sebelumnya, dimana keyboard ini menggunakan LED RGB yang mendukung hingga 16.8 juta warna, kamu bisa merubah warna-warna favorit kamu bahkan menerapkan efek pendar dengan pilihan yang keren-keren, seperti contoh yang kami berikan pada bagian pengujian.

Desain simpel ternyata tidak mengurangi fitur vital yang harus tersedia pada sebuah keyboard gaming, fitur makro serta dukungan driver yang cukup lengkap menjadikan keyboard ini bisa menjadi senjata kamulan ketika kamu bermain game. Keyboard ini juga menyediakan fitur macro recording on-the-fly yang bisa membantu kamu menghemat waktu ketika ingin memasukan macro baru ke dalam sebuah tombol. Desain simpel ternyata juga memiliki sisi minus tersendiri menurut kami, karena untuk mempertahankan desain yang kompak dan ringkas keyboard ini harus mengkombinasikan beberapa fitur seperti tombol multimedia, Gaming Mode, Macro Recording dan tingkat pengaturan cahaya. Setelah itu penempatan port USB 2.0, audio in dan mikrofon pada sisi kanan keyboard cukup mengganggu bagi pengguna mouse tangan kanan, terutama yang tidak memiliki area yang cukup luas.

Kelebihan :

+ Built quality baik
+ Desain ringkas dan kompak
+ Switch mekanikal Razer
+ LED RGB 16.8 juta warna
+ Fitur Macro, multimedia, Gaming Mode dan Macro Recording
+ 10 profil macro
+ Efek warna LED yang menarik

Kekurangan :

- Lapisan hitam doff mudah meninggalkan bercak keringat
- Posisi port USB 2.0, audio in dan mikrofon di sebelah kanan sedikit mengganggu
- Tidak memiliki tombol dedicated untuk fungsi multimedia dan macro recording
- Tidak disertai CD driver

credits to : Gadget Mall Center

Wednesday, 25 February 2015

Review Counter Strike – Global Offensive: Hadirkan Atmosfer Klasik yang Kental!



Anda tidak bisa disebut sebagai seorang PC gamer jika belum pernah memainkan Counter-Strike sebelumnya. Mod dari franchise game FPS fenomenal Half-Life dari Valve ini memang harus diakui fenomenal. Tidak hanya muncul sebagai standar untuk game-game military shooter yang lahir setelahnya, Counter Strike juga lahir sebagai salah satu game kompetitif level professional yang paling sering dipertandingkan di masa lalu. Popularitasnya memang tidak perlu diragukan lagi, bahkan sempat membuat industri game centre Indonesia kembali bergairah karenanya. Kini setelah penantian yang cukup lama setelah versi terakhirnya – Source, Valve akhirnya merilis seri terbaru – Counter Strike: Global Offensive.
Counter Strike – Global Offensive sendiri tetap dibangun dengan menggunakan engine Source, namun dengan versi yang sudah lebih disempurnakan. Hal ini tentu saja membuatnya datang dengan visualisasi yang boleh dikatakan setara dengan franchise game serupa yang dirilis saat ini, dengan desain karakter dan setting yang juga lebih baik. Uniknya, bagi para gamer yang sempat mencicipi game ini di masa lalu, kehadiran seri terbaru ini tidak lantas membuatnya berbeda dan “asing”. Kami bahkan sempat mengutarakannya di preview kami sebelumnya, bahwa untuk sebuah alasan yang jelas dan kuat, Counter-Strike: Global Offensive ini justru akan lebih meninggalkan kesan nostalgia yang lebih kentara dibandingkan terasa menikmati sebuah game yang benar-benar baru. Semua elemen baru yang ia tawarkan seolah didesain untuk memperkuat hal tersebut.
Lantas, bagaimana performa Counter Strike: Global Offensive? Apakah Valve mampu meracik seri terbaru ini dengan sensasi yang membuatnya lebih sempurna dibandingkan seri-seri Counter Strike sebelumnya? Atau ia akan tampil sebagai sebuah blunder yang fatal? Review ini akan mengupas CS: GO lebih dalam untuk Anda.

It’s Still the Same Old Counter-Strike!


Counter Strike: Global Offensive mampu menampilkan kesan yang kuat bahwa ia tetap menjadi seri CS klasik yang selama ini kita kenal, walaupun datang dengan tampilan yang jauh berbeda.
Mengapa kita tidak membicarakan plot tentang game yang satu ini seperti review-review game lain yang sempat dirilis oleh Jagat Play di masa lalu? Karena pada dasarnya, Valve tidak memuat mode single player dengan basis cerita untuk Counter Strike: Global Offensive (CS: GO) sama sekali. Ia dihadirkan sebagai sebuah game MMOFPS, yang lebih berfokus pada pengalaman multiplayer yang kompetitif. Mekanisme gameplaynya sendiri tidak banyak berbeda dibandingkan seri-seri Counter Strike sebelumnya, dimana Anda akan berperan sebagai Counter-Terrorist maupun Terrorist dan terlibat dalam sebuah perang epik untuk memastikan kemenangan kubu masing-masing. Map yang disediakan juga masih akan datang dengan misi uniknya masing-masing, walaupun sebagian besar berkisar seputar bomb detonation dan hostage rescue.
Satu yang unik dari CS: GO, terlepas dari tampilannya yang kini berubah jauh lebih baik, ia masih memancarkan aura CS klasik yang begitu kental. Jika Anda pernah memainkan seri CS di masa lalu, maka Anda akan langsung mendapatkan perasaan familiar yang begitu kental ketika memainkan seri terbaru ini. Apa sebab? Kehadiran beberapa map ikonik di masa lalu mungkin menjadi salah satu elemen yang akan meninggalkan kesan pertama tersebut kepada Anda. Map-map klasik seperti Dust, Dust 2, Italy, Inferno, Train, hingga Aztec dihadirkan dengan bentuk rancang yang masih sama, seperti yang sudah kita kenal. Walaupun demikian, bukan berarti Valve tidak memodifikasi peta-peta ini sama sekali. Beberapa map mendapatkan perombakan yang cukup signfikan dengan penambahan jalur ekstra untuk memastikan pertempuran yang lebih seimbang dan dinamis antara para CT dan Teror. Beberapa elemen sederhana seperti kotak / drum yang biasa digunakan untuk melakukan cover dan camping kini digeser, dihapus, dan ditambahkan. Namun pada dasarnya, map-map ini tetaplah menjadi map pertempuran ikonik yang sudah lama Anda kenal.

Salah satu yang membuat kesan ini begitu kentara adalah hadirnya berbagai map klasik yang tentu tidak asing lagi bagi sebagian besar gamer CS klasik. Valve juga menyuntikkan beberapa modifikasi setting untuk menghasilkan pertarungan yang lebih seimbang dan dinamis.

Tidak hanya map, mekanisme gameplay yang ditawarkan juga masih datang dengan sensasi CS klasik. Tidak ada iron sight, Anda tetap hanya mengandalkan crosshair yang ada.
Kesan nostalgia dari CS: GO juga tidak hanya didapatkan dari berbagai map ikonik yang tetap disertakan di dalamnya, tetapi dari mekanisme gameplaynya sendiri. Valve tampaknya bersikukuh untuk mempertahankan identitas seri terbaru ini sebagai sebuah game Counter-Strike yang pernah kita kenal dan tidak tertarik untuk memberikan perombakan signifikan untuknya. Tidak ada usaha untuk menjadikannya sebagai “clone” untuk game-game military shooter yang sedang populer saat ini. Anda masih akan menemui cara bertempur yang sama: membeli senjata di awal permainan dan kemudian bergerak untuk membunuh tim lawan dan mencapai misi masing-masing dalam cara yang klasik. Senjata yang Anda pegang juga akan menawarkan “cita rasa” yang sama, dengan sistem recoil yang serupa dan cara penggunaan yang sama. Bagi Anda yang berhadap ia akan datang dengan ironsight seperti halnya game FPS yang lain, Anda terpaksa harus kecewa. CS: GO tetap menuntut Anda untuk mengandalkan crosshair di depan mata, dan beberapa zoom up untuk senjata tertentu. It’s still the same old Counter Strike that we know!

Lantas, Hal Baru Apa Saja yang Ditawarkan?


Arms Race hanyalah satu dari begitu banyak fitur baru yang ditawarkan oleh Valve di Counter Strike: Global Offensive ini..
Jika kita membahas semua hal yang mampu menyamaratakan CS: GO dan CS di masa lalu, pertanyaan baru tentu muncul: Hal baru apa saja yang ditawarkan Valve untuk memastikan seri terbaru ini jauh lebih baik dibandingkan seri-seri sebelumnya? Kita sudah membahas visualisasi yang lebih baik dan beberapa modifikasi di map untuk memastikan pertempuran yang lebih seimbang. Namun apakah hal ini saja yang menjadi kekuatan CS: GO? Tentu saja tidak. Valve tentu menetapkan sebuah standar yang lebih tinggi untuk seri terbaru ini. Terlepas dari kesan familiar yang mungkin Anda dapatkan, CS: GO tetaplah sebuah seri baru dengan fitur dan beberapa desain baru yang memberikan pengalaman yang lebih menyegarkan. Apa saja yang pantas untuk diperhatikan?
Salah satunya adalah mode Arms Race yang tentu berbeda dengan gameplay konvensional Counter Strike selama ini. Alih-alih disediakan untuk membeli senjata yang Anda inginkan, Arms Race membawa elemen “RPG” dengan menyediakan senjata yang lebih hebat secara otomatis seiring dengan jumlah korban yang berhasil Anda bunuh. Tidak hanya mode, Anda juga akan mendapatkan beberapa senjata baru yang dapat Anda gunakan selama memainkan CS: GO ini. Beberapa senjata seperti AUG dan SG-553 kini mendapatkan sistem zoom yang baru, yang akan memastikan efek tembakan yang lebih akurat. Beberapa senjata baru disertakan untuk memberikan efek pertarungan yang lebih destruktif, salah satunya adalah machine gun terbaru –  Negev yang luar biasa. Machine gun yang satu ini memuntahkan peluru dalam kecepatan yang luar biasa dengan efek yang sangat berbahaya. Berbeda dengan machine gun di masa lalu, ia menjadi senjata yang dapat diandalkan. Tidak hanya rifle dan machine gun, Anda juga akan mendapatkan varian jenis granat yang kini jauh lebih beragam. Our new favourite? Of course the incendiary grenades and the molotov cocktails!

Sistem aim dari AUG dan SG 553 kini diperbaharui dengan hanya menyertakan crosshair ketika Anda menekan klik kanan, tanpa wujud senjata sama sekali. Ini tentu saja meningkatkan akurasi tembakan yang Anda butuhkan.

Negev, my new man!!!

BURN THEM ALL!
Balancing tidak hanya terjadi di modifikasi map, tetapi juga kekuatan masing-masing senjata. Jika Anda termasuk gamer yang sangat mengandalkan senjata-senjata kecil dengan kekuatan besar seperti desert eagle, Anda akan berhadapan dengan mimpi buruk di seri terbaru ini. Anda tidak akan lagi dapat membunuh seseorang dengan hanya mengandalkan tiga peluru dari senjata yang satu ini. Salah satu balancing yang cukup kentara juga terjadi pada jajaran shotgun yang seringkali menjadi “anak tiri” di seri-seri sebelumnya. Di CS: GO, shotgun berperan sebagai senjata yang sangat efektif untuk jarak dekat, memperlihatkan peran senjata ini yang sesungguhnya. Alih-alih machine guns, Anda kini dapat mengandalkan shotgun untuk pertempuran jarak dekat.

Bermain Tanpa Tujuan: It’s Totally Just for Fun!


CS: GO memang diciptakan untuk sekedar fun, tanpa embel-embel sense of purpose sama sekali. Tidak ada senjata yang harus dibuka, tidak ada sistem level, tidak ada perk, tidak ada sense of purpose. Game ini didesain hanya untuk kesenangan semata.
Salah satu yang cukup disayangkan dari Counter Strike: Global Offensive ada pada kekurangannya untuk menciptakan atmosfer replayability yang tinggi. Komitmen Valve untuk menyediakan kekuatan klasik pada seri terbaru ini ternyata berujung pada hilangnya potensi yang masih bisa digali untuknya. Jika sebagian besar game FPS military shooter saat ini datang dengan sistem multiplayer yang juga menyediakan sense of purpose yang akan mendorong usernya untuk terus bermain dengan tujuan tertentu, Counter Strike: Global Offensive tampaknya tidak tertarik untuk melakukan hal tersebut. Valve mendesain seri terbaru ini benar-benar hanya untuk kepentingan fun semata, dan mengandalkan hal tersebut untuk menarik replayability.
Sejak awal permainan, Anda akan mendapatkan akses terhadap semua senjata yang Anda butuhkan untuk memenangkan pertempuran, tanpa satupun yang menghadirkan persyaratan tertentu untuk terbuka. Berbeda dengan game-game FPS military saat ini, CS: GO juga tidak menyertakan sistem level atau perk tertentu sebagai reward untuk setiap kemenangan Anda. Valve lebih memilih untuk menyederhanakan sistem untuk seri terbaru ini dan tetap bertahan dengan mekanisme klasik yang dikenal darinya. Satu-satunya tujuan Anda memainkan CS: GO dan terus memainkannya benar-benar didasarkan pada kesenangan semata, and nothing more..

Kesimpulan


CS: GO menawarkan beragam elemen yang akan menarik hati para penggemar CS klasik, tetapi juga para calon gamer yang belum pernah mengenal nama game ini sebelumnya. Ia hadir sebagai sebuah game FPS kompetitif yang berkualitas dan pantas untuk dijajal.
Sebagai sebuah seri baru yang lahir dari sebuah franchise yang begitu fenomenal di masa lalu, Valve memang harus diakui berhasil menghadirkan Counter Strike: Global Offensive dengan arah yang tepat. Di satu sisi, ia memenuhi kebutuhan semua gamer yang sempat merasakan pesona game ini di masa lalu. Ia menciptakan atmosfer yang sama dengan nuansa nostalgia yang begitu kentara dengan berbagai elemen yang dihadirkan di dalamnya, dari sekedar map hingga mekanisme gameplay nya sendiri. Sementara di sisi yang lain, CS: GO mampu menarik perhatian bagi para gamer baru yang belum pernah mengenal nama ini sebelumnya, menghadirkan visualisasi yang memanjakan mata, tetapi sekaligus juga menyediakan cukup banyak hal baru untuk membuatnya dapat disejajarkan dengan game-game FPS shooter modern saat ini.
Ada dua kelemahan yang cukup pantas untuk diperhatikan darinya. Keputusan Valve untuk mempertahankan ciri khas Counter-Strike yang otentik justru berpotensi menjadi bumerang. Keengganan untuk mengadaptasi beragam sistem gameplay yang baru, membuat game ini kehilangan beberapa fitur yang seharusnya akan membuatnya lebih sempurna. Salah satunya tentu saja tidak disertakannya iron sight yang kini memang menjadi standar baru dan hanya mengandalkan sistem crosshair klasik. Kelemahan lainnya ada pada tujuan bermain yang kurang beragam dan kuat, dimana kesenangan akan menjadi motif utama Anda yang otomatis akan menjadikan kebosanan sebagai musuh terbesar Anda. Valve sebenarnya dapat menyuntikkan sistem level, perk, ataupun fitur baru apapun yang dapat menyuntikkan sense of purpose dan reward, daripada sekedar kesenangan dan tawa di setiap ujung kemenangan. Ini tentu akan menjadikannya sebagai sebuah seri yang semakin sempurna.
Namun terlepas dari semua kekurangan yang ada, Counter Strike: Global Offensive mampu membuktikan dirinya sebagai sebuah game FPS kompetitif yang berkualitas dan pantas untuk dijajal, sebuah monumen kebangkitan bagi sebuah franchise fenomenal yang mungkin sempat dilupakan. It’s a better, much more awesome version of Counter Strike that we have known for so long..

Kelebihan


Desain karakter yang jauh lebih keren!
  • Visualisasi yang lebih baik
  • Modifikasi map untuk pertempuran yang lebih seimbang
  • Kehadiran senjata baru
  • Desain karakter untuk tim CT dan terror yang lebih baik
  • Sensasi klasik yang kuat

Kekurangan


Seandainya saja mereka menyertakan iron sight di dalamnya…
  • Tetap tanpa iron sight
  • Bermain tanpa sense of purpose, selain untuk kesenangan
Cocok untuk gamer: yang pernah memainkan CS di masa lalu, penggemar FPS kompetitif
Tidak cocok untuk gamer: yang butuh game FPS tanpa recoil

Sumber : http://jagatplay.com

Review Resident Evil Revelations: Sensasi Klasik yang Dirindukan!



Membicarakan Resident Evil, berarti membicarakan salah satu franchise survival horror terbesar dan tersukses di industri game. Menjadi salah satu pencetus genre yang kian populer ini, Resident Evil memang tampil sebagai judul yang inovatif di masa keemasan Playstation di kala itu. Ketika sebagian besar game action lainnya memungkinkan Anda untuk menghancurkan setiap ancaman dengan sangat mudah, Resident Evil menyuntikkan mekanik gameplay dan pesona yang berbeda – sebuah dunia yang mencekam tetapi sekaligus juga menantang. Sayangnya, daya tarik ini kian tergerus seiring dengan perkembangan tren industri game sendiri. Resident Evil perlahan namun pasti, bergerak menjadi sebuah game action.
Resident Evil 4 yang menjadi monumen perubahan ini. Mendapatkan review positif dan pujian lewat perubahan ekstrim third person shooter-nya yang nyaman, futuristik, namun sekaligus tetap mempertahankan identitas yang selama ini melekat pada jati diri franchise, Capcom menemukan sebuah bentuk baru yang luar biasa. Namun sayangnya, beberapa inovasi di sisi aksi yang mereka paksakan di seri keenamnya justru mencederai apa yang selama ini berusaha dibangun oleh Mikami. Resident Evil kian terasa seperti sebuah game action mainstream dan kehilangan jati dirinya. Padahal di sisi lain, Nintendo 3DS baru saja kedatangan sebuah seri alternatif yang justru mampu tampil memesona. Sebuah seri “eksklusif” yang akhirnya dirilis kembali dalam definisi tinggi – Resident Evil Revelations.
Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya tentu saja sudah memiliki sedikit gambaran akan apa yang sebenarnya ditawarkan oleh seri yang satu ini.  Kami bahkan secara terbuka menyebutnya sebagai sebuah seri yang jauh lebih baik daripada Resident Evil 6. Apa yang sebenarnya ia tawarkan? Kualitas seperti apa yang membuat kami melihatnya sebagai sebuah “seri klasik” yang sudah lama dirindukan oleh para penggemar Resident Evil? Review ini akan mengupasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Serangan teroris Veltro di kota Terragrigia menjadikan kota futuristik ini tak ubahnya Raccoon City kedua. Kehancuran total tidak menjadi jaminan ancaman ini tidak berulang.
Sebuah sinar meluncur dari angkasa, menghanguskan sebuah kota yang seharusnya menjadi rumah untuk begitu banyak mimpi. Serangan BOW (Bio-Organic Weapon) oleh sebuah kelompok teroris yang menamakan dirinya – Veltro terpaksa membuat pemerintah mengulang malapetaka yang sempat terjadi di Raccoon City, menghancurkan sebuah kota futuristik – Terragrigia beserta dengan semua isinya. Konfrontasi yang dilakukan oleh Veltro pun mampu diredam dan aktivitas organisasi teroris yang satu ini pun tenggelam begitu saja. Namun ancaman terhadap penyalahgunaan BOW tidak pernah selesai. Sebuah sinyal berbahaya mengemuka – dari lepas pantai Terragrigia. Dari sebuah kapal besar terbengkalai – Queen Zenobia.
Selamat datang di Queen Zenobia – mimpi buruk Jill Valentine yang baru.
Sebuah misi sederhana untuk mencari keberadaan Chris Redfield justru menghisap Jill, Parker, Chris, dan Jessica dalam pusaran konspirasi yang dalam.
Kebangkitan kembali organisasi teroris Veltro. Apa sebenarnya agenda mereka? Siapa mereka sesungguhnya?
Jill Valentine dan Parker pun ditugaskan untuk mencari keberadaan Chris yang dicurigai hilang di dalam kapal masif yang satu ini. Namun misi pencarian menjadi awal dari mimpi terburuk bagi kedua karakter yang satu ini. Keberadaan mutasi senjata BOW yang baru muncul, menebarkan terror, dan menjadi ancaman terbaru. Tidak hanya itu saja, organisasi Veltro yang sudah lama tenggelam juga kembali menunjukkan jati diri mereka – mengungkap sebuah konspirasi untuk menyebarkan ancaman senjata biologis yang jauh lebih destruktif. Namun usaha untuk menghentikan rencana ini dari dalam Zenobia justru membawa Chris – Parker, beserta dengan Chris dan partner barunya – Jessica untuk jatuh ke dalam pusaran konspirasi yang jauh lebih besar. Pengkhianatan dan kematian menjadi dua elemen yang tidak bisa terpisahkan.
The fight for survival begins!
Lantas apa yang sebenarnaya terjadi di atas kapal Queen Zenobia ini? Siapa sebenarnya Veltro? Rencana apa yang tengah mereka persiapkan? Mampukah Jill, Chris, Jessica, dan Parker kembali “menyelamatkan dunia”? Semua pertanyaan ini akan dapat Anda jawab dengan memainkan Resident Evil Revelations.

Sebuah Sensasi Klasik yang Sudah Lama Dirindukan!

Sensasi klasik akan terasa kental begitu Anda menjajal seri ini sejak awal. Sudut kamera, sisi aksi dan eksplorasi yang ia tawarkan akan mengingatkan Anda pada kejayaan kualitas RE lawas.
Berapa banyak dari Anda yang kecewa dengan arah yang dibawa Capcom dengan Resident Evil 6? Walaupun menjanjikan potensi cerita yang lebih luas lewat kacamata tiga karakter utama yang ada, seri teranyar yang dirilis tahun lalu ini begitu kuat mengesankan sebuah game action, bahkan lebih kental daripada arah yang sudah ditetapkan Resident Evil 6 sebelumnya. Kesempatan untuk menggunakan melee, kemampuan melakukan cover, hingga melawan para pasukan bersenjata, Resident Evil 6 tak ubahnya sebuah game action lainnya yang Anda temukan di pasaran. Tidak heran jika banyak gamer pecinta franchise ini yang merindukan sebuah seri yang menawarkan sensasi klasik. Untungnya, Resident Evil Revelations mampu menjadi jawaban untuk kerinduan yang satu ini.
Dengan mekanik gameplay yang lebih dekat dengan Resident Evil 4, sensasi klasik memang memancar kuat dari seri yang satu ini. Dengan sistem kamera nyaman yang berada di pundak, Anda dapat mengakses senjata dan serangan melee untuk menghancurkan setiap ancaman yang ada. Ada laser pointer yang akan membantu Anda mencapai presisi peluru yang lebih efektif. Setiap musuh akan hadir dengan titik kelemahan tersendiri, terutama kepala. Walaupun bertempur bersama dengan seorang partner AI, tidak ada mekanisme revive begitu Anda mencapai health yang kritis dan terancam mati. AI ini memang didesain membantu Anda menembak setiap musuh yang ada, namun mereka tidak dibangn untuk memastikan Anda tetap bertahan hidup. Berita baiknya, Anda tidak perlu berbagi sumber daya dengan mereka.
Karakter lain yang dikendalikan AI ini memang akan membantu Anda untuk memberikan damage, namun tampaknya mereka tidak didesain untuk memastikan Anda bertahan hidup.
Swimming? Now we are talking…
Sensasi klasik ini juga tidak hanya muncul dari sisi aksi yang ada, tetapi juga eksplorasi. Seperti halnya seri RE sebelumnya, Anda akan bertemu dengan begitu banyak pintu dan jalan terkunci yang memaksa Anda untuk menjelajahi setiap area dengan lebih teliti, tentu dengan peta interaktif yang sangat membantu di sudut kanan layar. Mencari kunci, melewati jalur alternatif, dan menyelesaikan puzzle menjadi salah satu pesona RE Revelations yang akan menarik para penggemar seri lawas franchise yang satu ini. Capcom bahkan menyuntikkan level berenang di dalamnya – inovasi dan pengalaman Resident Evil yang belum pernah ada sebelumnya.
Dengan sumber daya penyembuh dan peluru yang terbatas, butuh kesabaran dan strategi untuk mengatasi setiap ancaman yang ada, setidaknya untuk memastikan bahwa setiap peluru yang Anda luncurkan akan menghasilkan efek destruktif semaksimal mungkin. Memastikan diri untuk tidak kekurangan elemen krusial ini, Anda harus menggelontorkan ekstra kerja keras lewat sebuah fitur baru bernama – Genesis. Tak ubahnya sebuah mesin pencari, Genesis akan membantu Anda menemukan sumber daya tersembuyi yang tidak bisa didapatkan sekedar dari kasat mata. Tidak hanya itu saja, Anda juga bisa menggunakan alat ini untuk melakukan scanning untuk setiap monster maupun benda aneh yang Anda temukan di sepanjang perjalanan. Berhasil mengumpulkan data scan hingga 100%, Anda akan otomatis dibekali satu buah item penyembuh. Jadi alih-alih sekedar bergerak cepat dari satu tempat ke tempat yang lain, meluangkan waktu untuk mengaktifkan Genesis untuk mencari sumber daya tersembunyi akan membantu Anda menempuh pertempuran yang lebih mudah di masa depan. Apalagi jika Anda menemukan beragam custom parts darinya.
Tidak hanya di sisi aksi, sensasi klasik ini juga tercermin dari kembali sisi eksplorasi yang akan menuntut Anda mencari kunci dan menyelesaikan puzzle.
Peluru dan item penyembuh yang terlalu sedikit? Anda harus mengandalkan Genesis untuk mencari item-item tersembunyi di dalam sebuah area. Tidak hanya itu saja, Genesis dapat dilakukan untuk melakukan scanning musuh yang Anda temukan. Berhasil mencapai presentase tertentu, Anda akan dihadiahi satu item penyembuh.
Dengan custom part yang ada, Anda bisa memperkuat atau menyuntikkan efek tertentu untuk senjata yang Anda gunakan.
Custom Part? Benar sekali. Tidak ada lagi mercenary yang akan menyuplai semua kebutuhan perang Anda melawan monster-monster haus darah ini. Jill dipaksa untuk “mandiri”, menggunakan setiap custom part yang didapatkan, untuk memodifikasi dan memberikan efek unik tertentu bagi setiap senjata yang Anda gunakan. Anda bisa menambahkan damage, memperkuat daya penetrasi peluru, hingg sekedar meningkatkan fire rate untuk senjata-senjata ini. Dengan hanya tiga slot senjata utama yang bisa Anda gunakan selama petualangan – tanpa sistem inventory, pastikan Anda hanya memperkuat senjata yang memang sering Anda gunakan. Anda juga akan beberapa custom part langka yang akan menyuntikkan efek yang lebih dahsyat.
Nostalgic, tetapi juga terasa “baru”, para penggemar franchise RE yang sudah mengikutinya sejak seri awal akan jatuh cinta dengan seri ini.
Dengan  mekanik gameplay di sisi aksi dan eksplorasi yang mengingatkan penggemar franchise ini akan seri-seri lawas RE yang memesona, tidak perlu diragukan lagi, Revelations meninggalkan sensasi klasik yang tidak hanya nostalgic, berkualitas, tetapi juga memesona di saat yang sama. Anda seperti menemukan kembali akar RE yang seolah mulai ditinggalkan dan dilupakan oleh Capcom selama ini.

Raid Mode yang Adiktif

Raid Mode – mode ekstra adiktif yang bahkan lebih menarik mode plot utama.
Menyuntikkan sebuah mode ekstra – Raid Mode, Revelations menawarkan sebuah bentuk gameplay  baru yang justru jauh lebih adiktif daripada mode plot utama yang ada. Dengan ciri gameplay yang sama dengan Mercenary Mode yang sempat ditelurkan di seri sebelumnya, Anda dapat menempuh kembali berbagai level yang sudah pernah Anda lewati dengan ekstra tantangan dalam format gameplay yang berbeda. Bebas untuk memilih karakter yang hadir dengan kemampuan dan perk spesifik masing-masing, Anda juga dapat memperkuat diri dengan beragam senjata yang ditawarkan di toko “serba-ada” yang memang khusus muncul di mode ini. Menuju ke akhir level sembari mengatasi setiap ancaman yang ada, Raid Mode akan memerangkap Anda.
Tantangan yang kian sulit seiring dengan meningkatnya level akan memaksa Anda untuk memperkuat diri, yang tentu saja lebih efektif dilakukan dengan berbelanja beragam perlengkapan senjata, upgrade, dan item di toko. Untuk setiap misi yang berhasil Anda selesaikan di mode story ataupun Raid, Anda akan mendapatkan sejumlah Battle Points sebagai mata uang. Senjata yang bisa dibeli sangat bervariasi, dan bergantung pada level karakter Anda saat ini. Semakin tinggi level, daerah gameplay yang semakin sulit akan terbuka, dan kebutuhan untuk menggunakan senjata yang lebih destruktif juga menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Progress juga terlihat dari jumlah damage yang bisa Anda lontarkan dari moncong peluru Anda.
Tidak hanya senjata, Anda juga bisa memilih beragam karakter yang masing-masing hadir dengan keunggulan spesifik.
Mengumpulkan Battle Points sebagai mata uang dan level yang tinggi, Anda akan berkesempatan untuk mendapatkan senjata dan upgrade yang lebih kuat.

Progress karakter terlihat dari sistem damage yang kini terlihat lewat sistem angka, ala game RPG.
Beragam karakter, progress yang terlihat jelas, dan segudang senjata yang bisa dikumpulkan dan ditingkatkan, mode Raid akan menarik Anda untuk terus menjajal setiap tantangan yang ada, dari satu.

Visualisasi Port Handheld yang Solid

Tidak istimewa memang, namun fakta bahwa port HD ini diambil dari sebuah game handheld tetap membuat Revelations terlihat memesona.
Permainan tata cahaya dan detail menunjukkan kualitas definisi tinggi yang terhitung layak untuk dinikmati, bahkan untuk standar gaming saat ini.
“Gambar Resident Evil Revelations kok jelek banget sih, kalau dibandingin sama RE 6?”, beberapa dari Anda mungkin akan menelurkan pertanyaan yang satu ini, apalagi jika Anda memang tidak memahami latar belakang seri ini sebelumnya.  Revelations adalah sebuah port, sebuah seri yang sempat diklaim akan hadir eksklusif untuk handheld Nintendo 3DS. Walaupun termasuk handheld generasi terbaru, kualitas visualisasi yang ditawarkan perangkat portable ini tentu tidak sepadan dengan game-game yang memang dibangun khusus untuk platform yang lebih besar – PC, Xbox 360, ataupun Playstation 3. Walaupun demikian, untuk sebuah game yang dibangun untuk resolusi 800 x 240p, Capcom masih terhitung masih menghadirkan proses port HD yang pantas untuk diacungi jempol.
Walaupun tidak istimewa, namun RE: Revelations versi HD ini masih menawarkan detail karakter dan lingkungan yang masih dapat dinikmati untuk standar game saat ini. Anda akan bertemu dengan detail pakaian Jill yang terlihat jelas, tata cahaya yang bermain dengan cukup apik, hingga voice acts yang masih bisa dikategorikan baik. Untuk sebuah game port dari perangkat resolusi rendah, Revelations tampil dalam visualisasi yang cukup baik. Good job, Capcom!

Kesimpulan

Resident Evil: Revelations harus diakui merupakan oase yang begitu menyegarkan untuk para penggemar RE yang sudah lama merindukan sebuah game RE dengan kesan cita rasa klasik, namun dengan kualitas sisi aksi yang tetap pantas untuk diacungi jempol. Seperti preview kami sebelumnya, sensasi dan pengalaman yang ditawarkan oleh Revelations tetap jauh lebih baik dibandingkan Resident Evil 6 secara keseluruhan. A must play!
Apa yang sebenarnya begitu istimewa dari RE: Revelations ini? Fakta bahwa ia mampu menawarkan sisi gameplay RE klasik tentu menjadi nilai jual tersendiri, setidaknya di mata penggemar RE yang sudah mengikuti franchise ini sejak awal. Tidak hanya beraksi dari satu tempat ke tempat lainnya, Anda juga disuguhi dengan sisi eksplorasi yang menuntut Anda mencari jalan altenatif hingga menyelesaikan puzzle yang ada. Sudut kamera yang nyaman, sumber daya yang terbatas yang membuat sisi gameplay kian menantang, jembatan plot yang terhitung solid,  kehadiran Genesis yang terus menyibukkan, hingga sisi berenang yang menghadirkan sensasi baru memperkaya pengalaman yang ditawarkan oleh RE: Revelations ini. The best part? Raid Mode yang adiktif!
Walaupun demikian ada beberapa kekurangan yang pantas untuk dicatat dari Revelations. Salah satunya adalah desain karakter  dan pakaian yang justru meninggalkan kesan komikal dan dipaksakan. Kesan ini begitu kentara dari desain pakaian yang dikenakan oleh dua karakter – Rachael dan Jessica. Capcom seolah berusaha mengeksploitasi sisi sensual dari dua karakter wanita hingga batas yang tidak wajar. Bumbu “cinta” dalam plot yang serius juga bukan gaya Resident Evil yang selama ini kita kenal.
Namun terlepas dari semua kekurangan ini, Resident Evil: Revelations harus diakui merupakan oase yang begitu menyegarkan untuk para penggemar RE yang sudah lama merindukan sebuah game RE dengan kesan cita rasa klasik, namun dengan kualitas sisi aksi yang tetap pantas untuk diacungi jempol. Seperti preview kami sebelumnya, sensasi dan pengalaman yang ditawarkan oleh Revelations tetap jauh lebih baik dibandingkan Resident Evil 6 secara keseluruhan. A must play!

Kelebihan

Gaya penceritaan lewat beberapa kacamata karakter di satu benang merah cerita yang sama memberikan efek yang segar, setidaknya membuat Revelations tidak monoton.
  • Jembatan plot yang solid
  • Raid Mode yang adiktif
  • Sensasi gameplay klasik yang kental dan menantang
  • Genesis yang membuat gameplay tidak monoton
  • Kacamata cerita lewat beberapa karakter
  • Visualisasi yang masih terhitung baik untuk sebuah game port handheld
  • Level berenang yang unik untuk franchise RE

Kekurangan

Desain pakaian yang absurd..
  • Desain karakter wanita yang terkesan dipaksakan
  • Bumbu “cinta” yang tidak penting
Cocok untuk gamer: penggemar RE, yang kecewa dengan performa RE 6, yang butuh game action survival horror mumpuni
Tidak cocok untuk gamer: yang melihat RE 6 sebagai seri RE terbaik, penggemar game action murni
Sumber : http://jagatplay.com



Source