Pages

Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts

Wednesday, 24 June 2015

Review Acer Liquid Z630




Info Review dan spesifikasi Acer Liquid Z630

Liquid Z630 luncuran smartphone by Acer yang memiliki dukungan layar sentuh dengan dimensi cukup besar akan mampu menarik minat calon konsumen.Selain layar yang cukup besar, ponsel cerdas ini didukung oleh jaringan 4G LTE.

Acer Liquid Z630 tersebut hadir dengan dukungan layar sentuh berteknologi panel IPS (In-Plane Switching) dengan ukuran yang

Monday, 1 June 2015

Review Sony Xperia Z3 Compact





Info Review dan spesifikasi Sony Xperia Z3 Compact
Kali ini saya akan mengulas Xperia Z3 compact. Salah satu handphone smartphone yang dirilis sejak pertengahan September 2014 tahun lalu. Tak sedikit hasil survei banyak pecinta Android yang puas akan Smartphone ini

Pada dasarnya, kemunculan Sony Xperia Z3 compact ini dipengaruhi oleh larisnya dan populernya produk Xperia Z compact series

Tuesday, 21 April 2015

Review Xperia Z4





Info Review Xperia Z4
Sony direncanakan akan mengumumkan smartphone ‘Xperia terbaru’ pada 20 April 2015 kemarin Spesifikasi dan foto handset Xperia Z4 sudah terungkap. Atas hal tersebut, tak ada alasan lagi bagi Sony untuk menunda smartphone tersebut untuk dirilis.

Meskipun begitu, Sony ternyata tetap punya sedikit kejutan untuk rencana perilisan Xperia Z4 nanti. Xperia Z4 akan dirilis tepat

Sunday, 12 April 2015

Review Asus FenoPad 7 ME 375 CL





Info Review Asus FonePad 7 ME 375 CL
Asus bakal merilis perangkat tablet dengan terjangkau pada 10 April. Tablet berukuran 7 inci tersebut dinamakan Asus FonePad 7. Asus Memo Pad 7 yang bakal resmi dijual tersebut memiliki nomor model ME 375 CL. Perangkat yang diluncurkan oleh Asus ini bukan varian yang menggunakan resolusi layar Full HD melainkan hanya memiliki resolusi 800 x 1.200.

Sektor

Thursday, 9 April 2015

Review ASUS Transformer Book Flip TP300LD





Info Review Laptop ASUS Transformer Book Flip TP300LD Terbaru 
Laptop atau notebook saat ini sudah bukan lagi merupakan barang yang mewah. Karena laptop sudah menjadi sebuah trend atau gaya hidup baru masa kini khususnya di kehidupan yang mulai serba mobile atau memiliki mobilitas tinggi. Kecil, ramping, ringan, dan mudah dibawa menjadi keunggulan tersendiri bagi pengguna teknologi untuk

Monday, 6 April 2015

Review Apple iPad Mini 3





Info Review Apple iPad Mini 3
Apple secara resmi telah meluncurkan perangkat barunya dari serial Apple iPad Mini. Artinya produk ini merupakan generasi ketiga dari keluarga iPad Mini dan diberi nama Apple iPad Mini 3. Ada banyak kelebihan dan keistimewaan yang dihadirkan oleh Apple pada perangkat barunya ini. Mulai dari layar berukuran jumbo, prosesor gahar, hingga disematkannya fitur Touch

Sunday, 8 March 2015

Review Laptop, LENOVO IdeaPad G40-30 QID


Info Review Laptop, LENOVO IdeaPad G40-30 QIDBerikut laptop entry level yang ditawarkan oleh LENOVO, model IdeaPad G40-30 QID. Harga bersahabat dengan penawaran yang menarik pada kelas laptop 14 inch include OS Microsoft Windows 8.1 with Bing 64. Cocok untuk para penguna laptop dengan keperluan sehari-hari dengan dibarengi hiburan musik atau video, tingkat mobilitas sedang. Dengan spesifikasi

Saturday, 7 March 2015

Review Laptop, HP Notebook 14-R021TU






Info Review Laptop, HP Notebook 14-R021TU
Berikut laptop entry level yang ditawarkan oleh Hewlett-Packard, model 14-R021TU. Harga relatif bersahabat pada kelas laptop 14 inch include OS Microsoft Windows 8.1 with Bing 64. Laptop ini dirancang untuk para penguna laptop dengan keperluan sehari-hari dengan tingkat mobilitas sedang. Dengan spesifikasi standard yang di tawarkan laptop ini cukup

Friday, 6 March 2015

Review Laptop, Acer Aspire ES1-111






Info Review Laptop, Acer Aspire ES1-111
Produk ini di desain untuk penguna laptop sehari-hari dengan tingkat mobilitas sedang, cocok bagi para mahasiswa, pelajar dan pengguna berprofesi marketing. Laptop ini harganya relatif terjangkau bagi sebagian besar pengguna di Indonesia dengan desain yang slim dan elegan, dimensi yang relatif kecil dan cuku tipis di kelas laptop karena ukuran layarnya

Thursday, 5 March 2015

Review Tablet, LENOVO A3300 3G






Info Review Tablet, LENOVO A3300 3G
Produk ini relatif terjangkau bagi sebagian besar pengguna di Indonesia dan cukup memuaskan bagi yang telah membelinya. Tablet dari LENOVO ini cukup menarik jika dilihat dari spesifikasi yang ditawarkan dengan paket harga hemat.


LENOVO A3300 3G, ini adalah tablet Android yang patut untuk dipertimbangkan jika anda ingin membeli tablet dengan budget

Wednesday, 4 March 2015

Review Tablet, HP Slate 7 Beats Special Edition






Info Review Tablet, HP Slate 7 Beats Special Edition
Produk ini cukup memuaskan bagi sebagian besar pembelinya, tablet special edition yang di tawarkan oleh Hewlett-Packard dikemas mantab dengan harga bersahabat dibawah 3 juta, target pasar para pencinta musik, kaum muda dengan mobilitas tinggi. Desain yang keren dengan warna yang berani tablet ini cukup menawan, dikombinasikan dengan

Saturday, 18 January 2014

Review Microsoft Sculpt Mobile Mouse


Halo, kali ini saya men-review mouse wireless dari Microsoft ini. Nama resminya adalah Microsoft Sculpt Mobile Mouse. Seperti apa unboxing, dan pengalaman saya menggunakan mouse seharga Rp. 349,000 (tertanggal 18 Januari 2014 di bhinneka.com) ini, check it out!.

Sedikit pengalaman saya menggunakan mouse sejak pertama kali menggunakan komputer(dari jaman trackball). Saya sebenarnya bukan "maniak mouse", yang harus menggunakan mouse Razer, dll. Selama saya nyaman menggunakan mouse tersebut, entah itu yang murah ataupun mahal, sudah cukup bagi saya.

Fitur
Langsung saja berikut fitur-fitur yang dimiliki mouse ini sesuai dengan spesifikasi nya di website Microsoft.


  • Four-Way Scrolling with Tilt Technology
    • Jadi intinya fitur ini dapat scrol ke atas-bawah, dan kiri-kanan dengan mengklik tengah tombol scroll pada mouse ini.
  • Optimized for Windows
    • Kenapa optimized for windows? karena adanya tombol windows yang dedicated pada mouse ini, jadi untuk kita yang malas untuk klik tombol windows pada keyboard, bisa langsung lewat mouse saja.
  • BlueTrack Technology
    • Bluetrack ini adalah sensor laser yang dapat mendeteksi segala jenis material, termasuk kaca yg mana mouse laser biasa tidak bisa.
  • Comfort and Control for Either Hand
    • Mouse ini di desain sesuai lekuk pegangan tangan anda.
  • Perfect for Travel
    • Bentuknya yang mungil mudah untuk dibawa berpergian.
  • Tilt Wheel
    • Seperti yang dijelaskan di point 1, mouse ini dapat scrol page vertikal-horisontal.

Unboxing
Seperti kebanyakan packaging mouse lainnya, paket yang didapatkan adalah.
  • Mouse wireless
  • Mini USB reciever
  • Baterai AA Duracell
  • Buku manual dan kartu garansi



Dimana CD drivernya? karena mouse ini bersifat plug and play, jadi tidak diperlukan driver lagi, kecuali jika anda ingin memanfaatkan lebih dari mouse ini, anda bisa mendownload driver dan aplikasinya dari Microsoft. Ketika PC/laptop anda terhubung dengan internet, otomatis Windows akan mendownload driver khusus tersebut, jadi gampang lah!.

Desain
Desain mouse ini sekilas(ato memang kloningan) mirip dengan Microsoft Wireless Mobile 3500. Berikut adalah perbandingannya.

Untuk warnanya, mouse ini terbagi menjadi 4 warna, yaitu merah, hitam, biru dan pink.




Menurut saya pribadi, desainnya sangatlah menarik, simpel dan aksen logo windows di tengah menjadi aksen yang bagus!. Great job Microsoft!.



Material nya sendiri, keseluruhan menggunakan plastik dan karet, namun tetap terasa elegan dan minimalis. Pada bodi atas menggunakan material plastik glossy. Terkesan mudah baret, namun kenyataanya  tidaklah terlalu. Saya pengalaman punya mouse HP dengan material glossy, saya sering tempatkan di kantong kain, dan bisa ditebak, terlihat gores an-goresan tipis pada material nya. Namun untuk mouse Microsoft ini sedikit lebih durable, namun jika anda menggosokannya dengan sengaja di beton, tentulah akan baret, hehe.


Pada bagian kiri kanan menggunakan bahan sejenis karet dengan teksture yang tidak halus, namun menambah grip disaat kita menggunakan mouse tersebut. Material karetnya berasa tebal, dan terasa tidak mudah robek seperti pengalaman saya dengan mouse dengan grip karet lainnya.


Pada bagian bawah menggunakan material plastik dengan texture yang sama seperti karet disamping. Kaki mouse sendiri menggunakan bahan plastik, namun terlihat seperti alumunium(awalnya saya tertipu). Namun setelah menggunakan beberapa waktu, kaki-kaki baret dimana mana, sejak saat itu saya sadar bahwa materialnya adalah plastik. Namun jangan khawatir akan kaki mouse ini mudah lepas seperti mouse laiinya.

Pada bagian bawah juga terdapat laser biru(Bluetrack), tombol untuk ON/OFF, tombol untuk mengambil USB Reciever, dan tempat baterai(1 X AA). Standar!

Pemakaian
Kalau boleh jujur, saya kurang nyaman menggunakan mouse ini atau saya mungkin belum terbiasa? entahlah, namun mouse wireless HP yang saya punya dulu juga kurang nyaman, apalagi untuk dipakai berlama-lama. Jadi saya berkesimpulan, kebanyakan mouse wireless memang kurang nyaman untuk digunakan berlama-lama. Mungkin saya terbiasa menggunakan mouse desktop, apalagi yang murahan, hehe.

Berikut adalah take a look dari mouse ini:


Untuk klik kiri dan kanan, terasa lumayan halus. Scroll nya sendiri juga sangat nyaman, juga untuk Tilt scrolling nya sangatlah nyaman.

Test sendiri saya menggunakan di berbagai material mousepad, lantai, seprai, bahkan kaca. Semua no problem, thanks to Bluetrack technology!. Meskipun pergerakannya tidak sehalus mouse-mouse desktop dengan range harga yang sama, namun masih dalam tahap wajar.

Baterainya saya belum tahu berapa lama dengan 1 Baterai AA Duracell dapat bertahan, saya akan update post ini kedepan!.

Kesimpulan
Mouse wireless Microsoft Sculpt Mobile Mouse ini sangatlah menarik perhatian dengan desainnya yang simpel, terutama yang berwarna hitam, terlihat elegan. Selain itu dengan teknologi Bluetrack dari Microsoft, mouse ini masih oke di berbagai material, bahkan kaca sekalipun. Namun saya sedikit mengeluhkan untuk penggunaan jangka panjang, tangan saya terasa lelah bahkan untuk pemakaian 1 jam. Namun karena dengan desain yang bagus, masalah ini terbayarkan.

Sekian review dari saya, semoga bermanfaat! Jika ada pertanyaan, silahkan berkomentar dibawah.

Gambar dan video diambil menggunakan kamera Canon Powershot A810

    Thursday, 5 September 2013

    Manjakan Fotografi Dengan Kecanggihan Sony Xperia Z1


    Manjakan Fotografi Dengan Kecanggihan Sony Xperia Z1Bagi Anda penggemar fotografi mungkin smartphone terbaru Sony Xperia Z1 bisa menjadi pilihan tepat guna memanjakan hobby anda tersebut. Diumumkan bersamaan dengan peluncuran smartphone terbaru Sony Xperia Z1 yang sudah dilengkapi dengan kamera 20,7 megapixel, dapat menghasilkan kepingan gambar yang jauh lebih besar dari yang biasa dihasilkan

    Saturday, 23 March 2013

    Review Modem Prolink PCM100 Slim Edition Unlock


    Sebelumnya saya sempat bingung untuk mencari modem CDMA yang unlock agar bisa dipakai untuk Flexi ataupun nantinya Smart. Sebelumnya saya sudah pakai Modem-modem dari Smart, tetapi karena semakin lama sinyal dirumah saya semakin buruk, maka saya beralih ke Flexi. Rencananya juga modem ini akan saya pasangkan dengan router TP-LINK TL-MR3020.

    Awal nya saya tertarik dengan paket modem Flexi Huawei EC156 yang unlock, lalu saya titip beli modem itu pada kakak saya yang kerja di Telkom, tetapi sorenya malah dibawakan modem Prolink PCM100 ini. Sebelumnya saya ragu, tetapi setelah browsing-browsing, banyak user yang memberikan tanggapan positif tentang modem ini, akhirnya saya jadi untuk membeli modem ini seharga 265rb di kantor Telkom Denpasar.


    Kelengkapan
    • Modem Prolink PCM100
    • Buku manual/kartu garansi


    Memang sesuai standar kelengkapan modem, hal yang diutamakan yaitu modem nya saja, karena driver nya sendiri sudah berada di modem nya itu sendiri.

    First Look
    Kesan pertama setelah melihat modem ini adalah desain nya yang cantik dan slim. Lebih mirip flashdisk daripada modem. Warna biru dan putih terlihat cantik. Material body menggunakan plastik yang menurut saya kurang berkualitas, dan textur yang doff. Textur doff juga ada kelebihannya, yaitu modem tidak akan lecet.








    Lampu berwarna merah ketika digunakan, dan lampu berkedip stabil, tidak mengikuti alur data apakah sedang full atau iddle. Untuk anda yang belum tahu, modem ini merupakan new version dari desain modem sebelumnya menggunakan desain flip seperti gambar dibawah.

    Credit : Modemku.com
    Modem ini mempunyai slot MicroSD yang support sampai dengan 32GB. Slot MicrSD terleta di bagian kanan modem, jadi tidak perlu membuka case nya untuk memasukan kartu memori. Dalam membuka case, sedikit susah dan ringkih, karena jika anda yang tidak sabaran, maka bisa saja beberapa bagian akan patah dan membuat case jadi tidak bisa ditutup ataupun kendor.

    Modem ini juga support slot antena sesuai dengan gambar yang ada di modemku.com. Namun anda harus mengebor casing karena port antena tidaklah disediakan dalam keadaan standar.
    Credit : Modemku.com
    Modem ini juga mensupport router :
    • Hame MPR-A1
    • TP-LINK TL-MR3020
    • TP-LINK TL-MR3220
    • TP-LINK TL-MR3420


    Untuk review  TP-LINK TL-MR3020 sendiri bisa dilihat disini. Cara setting dengan router tersebut bisa dilihat disini. Untuk interface modem, dapat dilihat seperti gambar dibawah.


    Interface menurut saya sedikit buruk meskipun dengan desain yang meniru Mac OSX. Fitur sama seperti kebanyakan software modem yang lain, seperti SMS, setting modem EVDO/CDMA1X/Hybrid, tetapi satu hal yang kurang adalah fungsi menelepon. Ya, entah kenapa fungsi menelepon tidak ada disini, tetapi fungsi ini bisa digunakan jika anda menggunakan Software modem dari Smart.

    Test
    Karena modem ini DualBand, maka modem ini bisa digunakan untuk semua operator CDMA yang ada. Saya sendiri mengetest modem ini menggunakan kartu flexi dengan paket Broadband Unlimited 50rb yang masih promo(sampai 31 Juni 2013). Speed sendiri saya tidak akan memberi patokan karena seperti biasa, banyak faktor yang membuat kecepatan menjadi cepat atau pun lambat.

    Modem ini tidaklah terlalu panas pada saat digunakan, bahkan pada saat download. Hanya hangat, namun tidak sepanas modem-modem Smart yang saya gunakan dulu yang panas nya super.

    Kesimpulan
    Modem Prolink Prolink PCM100 Slim Edition ini mempunyai desain yang menarik, cukup kecil untuk sebuah modem. Buat anda yang mengutamakan desain pada produk yang anda beli, maka ini cocok untuk anda. Modem ini unlock dari pabrikan dan juga Dual Band, jadi bisa digunakan untuk semua operator CDMA. Support microSD sampai 32GB. Sedikit masalah pada saat membuka case yang haruslah berhati-hati agar tidak patah. Untuk panas dari modem ini tidak lah berlebih. Jadi harga yang sedikit berlebih terbayarkan dari kelebihan-kelebihan yang saya sebutkan sebelumnya.

    Jika ada pertanyaan maupun silahkan berkomentar dibawah. FEEL FREE GUYS.


    Friday, 22 March 2013

    Review Logitech F710 Wireless Gamepad



    Dahulu saya ketika main game di PC, saya selalu bermasalah dalam bermain game karena gamepad saya adalah gamepad biasa(baca: gamepad abal-abal). Karena banyak game PC yang membutuhkan gamepad XBOX 360, maka saya mencari gamepad logitech ini.

    Sebelummnya saya telah men-review gamepad Razer Onza Tournament T1 yang merupakan gamepad XBOX 360 compatibel.

    Gamepad Logitech F710 ini saya beli di bhinneka.com seharga 371rb(belum termasuk onkir ke Denpasar). Logitech mempunyai 3 jenis gamepad, yaitu tipe F310, F510 dan & F710 ini. sedikit compare, tipe F310 adalah standar gamepad menggunakan kabel, tanpa getar. F510 menggunakan kabel tetapi sudah support getar. Sedangkan F710 sudah wireless dan support getar.

    Kelengkapan
    • Gamepad Logitech F710
    • Wireless Micro Reciever
    • USB Cable Extender
    • CD-Drivers + Manual




    First Look
    Kesan pertama saat pertama kali melihat gamepad ini adalah kuat dan tahan bating. Pada saat memegangnya terasa agak sedikit berat dari gamepad XBOX 360 Wireless yg original. Perpaduan warna silver dan hitam yang terbuat dari bahan sejenis karet dan plastik membuat grip lebih baik dari gamepad standar yang kebanyakan seluruh body nya plastik. Namun keringat justru berkerak di selah-selah stick setelah pemakaian lama.






    Instalasi dan Penggunaan

    Gamepad ini sangat mudah dalam instalasi nya. Sama seperti gamepad Xbox 360, gamepad Logitech ini plug and play yang mana kita hanya mencolokan USB receiver di port USB PC/Laptop anda tanpa adanya setting dan lain-lain. Jika PC anda ingin menambah jangkauan, anda bisa pakai USB extender yang anda dapat dalam paket penjualan.

    Pada bagian depan gamepad, terdapat switch untuk memilih antara XINPUT atau DINPUT. XINPUT adalah penggunaan stick yang bertindak seperti stick XBOX 360, maksudnya gamepad akan di detect sebagai gamepad XBOX 360 yang mana tidak perlunya setting tombol. Sedangkan DINPUT adalah input yang akan menyerupai stick biasa yang tombol-tombol nya bisa di custom lewat aplikasi dari Logitech. Misalnya saja anda akan memainkan Dota menggunakan stick(misalnya) yang dalam keadaan default nya tidak support gamepad, maka dengan menggunakan custom setting anda bisa merubah tombol WASD ke tombol yang ada pada gamepad.

    Saya test di berbagai game-game PC, sebagian besar tombol sudah termapping secara otomatis, dengan catatan anda menggunakan XINPUT pada saat pemakaian.

    Masalah yang Ditemui
    Setelah beberapa hari menggunakan gamepad ini, ada beberapa masalah yang ada, diantaranya.

    • Gamepad kadang sedikit kurang respon(Lag)
    • Jika dua tombol ditekan bersamaan, terkadang terjadi error input.
    • Analog di bagian kiri sedikit kendor setelah pemakaian semingguan.
    Kesimpulan
    Gamepad Logitech F710 ini adalah gamepad wireless yang hanya support PC dengan harga yang kompetitif jika dibandingkan dengan gamepad XBOX 360 original. Gamepad ini juga memberikan opsi XINPUT dan DINPUT yang menjadi kelebihan dari gamepad laiinya. Namun beberapa masalah ditemui setelah dipakai ada sedikit masalah yang ditemui, jika saja tidak ada masalah tersebut, gamepad ini akan menjadi gamepad utama saya.


    Jika ada pertanyaan, silahkan comentar dibawah. FEEL FREE GUYS.


    Wednesday, 3 October 2012

    Review Razer Onza Tournament Edition T1



    Sebelumnya saya sudah mempunyai gamepad dari logitech yaitu Logitech F710 Wireless Gamepad, tetapi saya ingin mencoba gamepad yang 'real' Xbox 360 controller, jadi saya memutuskan membeli produk ini. Langsung saja saya akan men-review gamepad dari produsen aksesoris gaming tersohor yaitu Razer yang saya beli di Bhinneka.com.

    Gamepad dari razer ini mempunyai nama Razer Onza. Razer Onza sendiri mempunyai dua jenis yaitu Razer Onza T1 dan Razer Onza T2. Huruf "T" pada penamaan tersebut mempunyai arti Tournament. Kali ini saya akan men review Razer Onza T1.

    Razer Onza T1 ini mempunyai harga pasaran dari 550-600rb. Tetapi saya mendapatkan harga 561rb pada toko online Bhinneka.com.

    Unboxing
    Kesan pertama setelah mendapatkan produk ini adalah kesan premium dan men-cirikhas seperti produk razer yang lainnya. Setelah membuka kemasan, kelengkapan yang didapat yaitu sebagai berikut.

    • Razer Onza T1 Gamepad
    • Buku manual penggunaan
    • ID Razer Onza
    • Kartu garansi
    • Sepasang sticker dengan logo Razer



    Melihat dari kelengkapannya, sangat wajar Razer memberikan hal yang 'lebih' karena apa harga dari gamepad ini sendiri tergolong mahal daripada gamepad Xbox 360 biasa.

    First Look

    Kesan pertama setelah pertama melihat gamepad ini adalah 'keren!'. Material yang digunakan pada body nya adalah tipe 'ruberize' atau orang indonesia bilang 'doff'.
    Ini tentu sangat bagus karena pengalaman saya(mungkin juga anda) jika menggunakan gamepad  yang kebanyakan menggunakan material glossy, akan terasa licin karena keringat. Jadi material yang digunakan pada Razer Onza T1 ini merupakan nilai plus dibandingkan gamepad  yang lainnya.
    Kesan pertama yang saya rasakan juga adalah bobotnya yang ringan. Mungkin sedikit lebih berat dari gamepad yang biasa dijual di toko komputer yg biasanya dijual 50-70rb. Tetapi jika anda yang biasa menggunakan gamepad Xbox 360 wireless yang tergolong berat,  maka anda pasti merakan sedikit aneh setelah memegang gamepad ini. Tetapi saya percaya lambat laun pasti akan terbiasa.

    Gamepad ini menggunakan kabel sepanjang 3 meter sebagai penghubungnya. Kabel yang digunakan sangat berkualitas dan tebal. Sedikit kecewa, melihat desain gamepad nya yang keren, tetapi masih menggunakan kabel. Sedikit info untuk anda yang belum tau, Microsoft membuat peraturan untuk produsen gamepad Xbox 360 third parties(diluar dari microsoft) tidak diperbolehkan membuat gamepad berbasis wireless. Sungguh sayang memang jika Microsoft harus memonopoli pasar gamepad wireless untuk Xbox 360, padahal produsen seperti Razer sangat kreatif dalam membuat desain-desain yang keren.

    Pada action button(A, B, X, Y), menggunakan backlight yang sangat 'eye candy' pada saat digunakan. Ini juga yang membedakan dengan Razer Onza T2 yang tidak menggunakan backlight pada action button nya.  Pada action button ini menggunakan teknologi 'mekanik' seperti yang ada pada mouse, tidak seperti kebanyakan gamepad yang ada menggunakan karet yang tentu umurnya lebih pendek dari teknologi mekanik ini.
    Pada tombol D-Pad, Tombol yang digunakan bersifat Independent. Ini bagus karena tombol ini sering kita gunakan untuk memilih menu pada game, jadi kita dapat lebih fokus dalam memilih menu yang ada.

    Tombol start dan back kini berada di sebelah bawah dari gamepad ini. Sejujurnya ini sedikit menyulitkan ketika saya terbiasa menggunakan gamepad yang tombol start dan back nya ada di di tengah. Jadi perlu sedikit penyesuaian lebih lama agar lebih terbiasa.

    Untuk tombol trigger yang ada pada Razer Onza T1 ini sangatlah berbeda dengan gamepad Xbox 360 yanga ada dipasaran. Tombol trigger dibuat menonjol. Mungkin maksudnya agar pengguna dapat dengan mudah untuk menekan tombol tersebut(FPS gamers). Saya sendiri merasakan desain trigger ini sangatlah sensitif, terlalu sensitif untuk game bergenre racing.

    Seperti gamepad Xbox 360 yang lainnya, pada bagian bawah gamepad ini tersedia port Jack 2.5 mm untuk headset dan microphone. Nothing special.

    Fungsi
    Gamepad ini mempunyai perbedaan diantara Gamepad Xbox 360 yang lainnya. Yang pertama adalah fungsi pengaturan analognya. Analog nya dapat diatur tekanannya.
    Misal anda ingin bermain game bertipe FPS yang harus melakukan pergerakan sana-sini, maka tinggal putar bagian yang ada pada analog ke kiri(sampai mentok) maka analog dapat lebih ringan pada saat digerakan. Sedangkan jika anda bermain game ber-genre balap, maka tinggal putar ke kanan, maka analog akan lebih berat yang mana bagus untuk game racing.

    Fungsi yang kedual adalah re-mapping tombol. Pada tombol extra yang disediakan, tombol dapat di-set sesuai keinginan. Misal anda sedang bermain game bertipe FPS, dan anda sedikit kesulitan menggunakan tombol RT untuk menembak dan lebih terbiasa menggunakan tombol RB, maka tinggal atur pada tombol yang ada di bagian bawah gamepad.
    Kesimpulan

    Dengan harga 550rb ke atas, gamepad Razer Onza T1 ini memberikan kelengkapan yang lebih dari gamepad yang laiinya. Disamping kelengkapan, desain dan material yang digunakan memang bagus dan usefull. Fungsi-fungsi yang ada pada gamepad ini juga menjadi nilai yang lebih yang diberikan. Disamping kelebihan yang ada, kekurangan gamepad ini adalah gamepad ini bukanlah gamepad wireless. Tetapi Razer menutupi kekurangan tersebut dengan memberikan panjang kabel yang mencapai 3 meter.

    Desain           : ★★ (10/10)
    Material         : ★★★ (9/10)
    Performance  : ★★★ (9/10)
    Durability       : ★★★ (6/10)

    Rumor
    Banyak pengguna yang mengeluhkan tentang durability gamepad Razer Onza T1 ini. Jujur saya juga masih bingung apakah itu memang benar jika gamepad ini cepat rusak. Saya sendiri baru memakai ini satu hari dan belum ada masalah. Mungkin dalam beberapa hari kedepan saya akan update lagi tentang durability ini. Jadi keep in touch with this post.

    Update
    Ternyata barang yang saya dapat belum ada sehari sudah rusak di trigger nya. Tetapi setelah saya retur ke bhinneka dan dapat unit baru, akhirnya Gamepad ini so far belum ada masalah. Jadi kalau anda yang ingin beli gamepad ini, jangan khawatir karena garansi produk terjamin.

    Seperti biasa, jika ada pertanyaan silahkan comment dibawah ini. Have a nice day guys!.

    Note
    Link Gamepad Razer Onza T1 di bhinneka.comGambar diambil menggunakan kamera Canon PowerShot A810.

    Saturday, 1 September 2012

    Review Western Digital My Passport Essential 1TB USB 3.0


    Sesuai dengan judul posting, kali ini saya akan men review hardisk eksternal Western Digital My Passport Essential 1TB. Hardisk ini adalah hardisk portabel dengan ukuran 2,5 inci yang cukup bagus untuk dibawa kemana-mana dan cocok bagi anda yang sering berpergian.

    Sebenarnya, saya telah memiliki hardisk eksternal dengan kapasitas yang sama dengan Western Digital My Passport Essential ini yaitu HP SimpleSave 1TB 2,5 inci. Tetapi karena ada masalah, saya retur ke bhinneka.com. Tetapi karena hardisk tersebut sudah tidak di produksi lagi, maka sebagai gantinya saya diberikan hardisk Western Digital My Passport Essential ini sebagai penggantinya.

    Hardisk Western Digital My Passport Essential mempunyai 5 pilihan warna, yaitu putih, silver, merah, biru dan hitam. Pada unit yang saya dapat memiliki warna silver. Hardisk eksternal merek Western Digital ini harga resminya pada bhinneka.com adalah Rp. 1.145.100(sudah termasuk ppn 10%). Harganya sendiri termasuk harga yang tergolong murah jika dibandingkan dengan hardisk eksternal 2,5 inci 1TB yang laiinya.

    Spesifikasi
    • 1TB 2,5 inci hardisk
    • 5400 RPM
    • USB 3.0 support
    Kelengkapan
    • Hardisk Western Digital My Passport Essential 1TB
    • Kabel Hardisk USB 3.0
    • Dua buku manual dan petunjuk penggunaan
    Memang kelengkapan untuk sebuah hardisk eksternal tergolong sedikit. Jadi ingat, untuk apa kita bayar lebih mahal untuk kelengkapan yang berlebih jika memang kita hanya menggunakan hardisk nya saja.

    First Look
    Sebelummnya di benak saya hardisk ini menggunakan material allumunium silver di sekujur bodynya seperti material alumunium pada produk-produk Apple. Tetapi setelah saya buka kotaknya, ternyata build keseluruhannya menggunakan plastik dan body metal yang saya duga sebeluumnya ternyata hanya plastik yang dipoles dengan cat silver dengan efek alumunium. Jika anda tahu Joystick Logitech F710, maka sperti itulah material plastik yang digunakan, dengan kesan alumunium tentunya.


    Tetapi dibalik itu, material yang digunakan terasa solid. Tidak seperti hardisk eksternal merek HP yang saya ceritakan sebelummnya yang menggunakan material glossy dan gampang lecet. Pada hardisk Western Digital My Passport Essential ini terasa tanpa ringkih. Karena finishing cat menggunakan tipe doff. Jadi anda tidak perlu khawatir jika hardisk anda akan baret atau tidak.

    Performa
    Performa saya test menggunakan laptop HP Probook 4230s dengan OS Windows 8 RTM 64-bit. Software yang digunakan adalah Crystal Disk Mark versi 3.0.1 64-bit. Test saya lakukan pada port USB 2.0 dan USB 3.0 . Berikut adalah hasilnya.

    Pada port USB 2.0

    Pada port USB 3.0

    Sudah jelas terlihat bahwa peningkatan kecepatan yang signifikan antara USB 2.0 dan USB 3.0 pada test sequential. Jika dibandingkan dengan hardisk HP SimpleSave saya yang dulu, tidak berbeda pada kecepatan USB 2.0 maupun USB 3.0 karena pada dasarnya kebanyakan hardisk eksternal 2,5 inci menggunakan putaran 5400 RPM. Berbeda jika pada kelas 3,5 inci yang menggunakan kecepatan yang bervariasi. Mulai dari 5400 RPM hingga 10000 RPM.

    Kesimpulan
    Hardisk eksternal Western Digital My Passport Essential 1TB USB 3.0 ini mempunyai desain yang solid, tetapi dengan material plastik yang terkesan 'murahan'. Meskipun begitu, performa tidaklah terlalu buruk untuk sebuah hardisk eksternal. Dengan supportnya USB 3.0, kecepatan transfer naik hampir 2 kali lipat jika dibandingkan dengan kecepatan pada port USB 2.0.

    Sekian review dari saya. Jika ada pertanyaan, silahkan berkomentar dibawah ini.

    -->
    Source