Pages

Showing posts with label gaming. Show all posts
Showing posts with label gaming. Show all posts

Thursday, 9 July 2015

[REVIEW] Razer Deathadder Chroma

DeathAdder cukup dikenal sebagai salah satu Ular berbahaya karena memiliki bisa yang bisa menyebabkan hal-hal yang tidak kita inginkan, bahkan kematian. Seperti itulah gambaran dari salah satu mouse gaming milik Razer yang sudah cukup lama kita kenal semenjak kemunculannya pertama kali. DeathAdder memulai debutnya berkisar pada tahun 2006, dimulai dari sebuah mouse bersensor infrared dengan tingkat akurasi hanya 1800dpi. Di jamannya mouse gaming DeathAdder cukup populer dan memang menjadi racun bagi para gamer saat itu, namun seiring berjalannya waktu semakin banyak produk pesaing yang memudarkan keganasan racun dari DeathAdder.

Menjawab itu DeathAdder terus berevolusi dengan mengikuti kebutuhan dari game yang berkembang saat itu, peningkatan spesifikasi dan perubahan hardware pun sudah menjadi hal yang lumrah bagi perusahaan produsen peripheral gaming yang tetap menjaga keekslusifan desain dari produk-produknya. Hingga hari ini DeathAdder masih menjadi salah satu produk yang cukup populer bagi para pengguna setianya.

Belum lama ini kami mendengar kelahiran dari varian DeathAdder terbaru yang kabarnya masuk ke dalam jajaran lini Chroma dari Razer, dimana DeathAdder kali ini sedikit lebih berwarna jika dibandingkan dengan varian sebelumnya, namun apakah masih tetap mematikan? Simak review kami di bawah ini.

Kemasan dan Kelengkapan

Razer DeathAdder Chroma hadir dengan kotak kemasan yang cukup ringkas berwarna gelap dengan kombinasi fitur dan logo berwarna hijau khas Razer. Di bagian muka kamu bisa melihat langsung wujud dari mouse ini berdampingan dengan ikon Full Spectrum Gaming, yang berarti mouse ini memiliki dukungan warna yang beragam.


Sisi kanan kemasan berisi informasi dari fitur yang dimiliki Razer DeathAdder seperti desain ergonomis, sensor optik yang akurat serta pencahayaan yang bisa dikostumisasi, sedangkan pada sisi kiri kemasan berisi sedikit testimonial dari gamer profesional yang menggunakan Razer DeathAdder.



Penjelasan cukup detil berupa gambar dan bagian-bagian mouse dapat kamu lihat pada sisi belakang kemasan, di bawahnya terdapat spesifikasi dalam 5 pilihan bahasa. Dalam paket penjualan kamu akan mendapatkan sebuah Information Guide.



Detail Produk

DeathAdder Chroma sepertinya tidak mengalami banyak perubahan dari varian DeathAdder sebelumnya, bedanya hanya pada dukungan LED yang mendukung hinga 16.8 juta warna dengan efek pendar Spectrum dan sensor optiknya. Ukurannya masuk kedalam ukuran medium tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar dengan desain khusus hanya pengguna tangan kanan, karena sisi bagian kanan mouse didesain sedikit lebih keluar untuk memberikan grip yang baik dan tetap nyaman digenggam. Mouse ini memiliki 3 tombol utama dimana ukuran tombol klik kiri, scroll dan klik kanan cukup luas dan empuk. Logo Razer ditempatkan di punggung mouse yang dilengkapi dengan LED.



Lekukan yang berbeda terlihat pada sisi kiri dan kanan mouse, pada sisi kiri terlihat lebih menjorok ke dalam dan dilengkapi lapisan karet yang diletakan agak ke bawah, ada 2 tombol tambahan di sisi kiri yang bisa diprogram melalui software Razer Synapse dengan ukuran yang cukup besar sehingga mudah diakses oleh jari kamu. Sisi kanan mouse didesain sedikit menjorok keluar, juga dilengkapi dengan lapisan karet bertekstur untuk memaksimalkan grip pada mouse.



Mouse ini dibekali lapisan teflon pada 3 titik, dimana lapisan yang disebar pada ujung sisi mouse mampu memberikan pergerakan mouse yang maksimal pada medan yang kami gunakan. DeathAdder Chroma sudah menggunakan 4G Optical Mouse dengan tingkat akurasi hingga 10.000dpi yang menjamin permainan yang akurat. Kabel braided berwarna hitam dengan ujung konektor USB menjadi pilihan dari DeathAdder keluaran terbaru ini.



Software

Tampilan software Razer Synapse 2.0 cukup simpel dengan warna gelap, pada tampilan utama terdapat 3 buah menu utama yang terdiri dari Mouse, Macros dan Stats dimana pada menu Mouse terdapat sub-menu yang terdiri dari Customize, Performance, Lighting dan Calibration. Pada menu Customize kamu bisa menerapkan beberapa macam command ke dalam tombol-tombol pilihan kamu, daftar command yang bisa kamu masukan terdiri dari :

  • Default
  • Keyboard Function
  • Mouse Function
  • Sensitivity
  • Macro
  • Launch Program
  • Multimedia
  • Windows 8 charms
  • Windows Shortcuts
  • Disable




Pada menu Lighting kamu bisa mengkonfigurasi warna LED pada mouse kamu, ada beberapa pilihan keren yang bisa kamu pamerkan ke teman-teman kamu.


Untuk memasukan Macro, Razer Synapse sudah menyiapkan cara termudah untuk kamu, buka menu Macros dan buat macro baru sesuai keinginan kamu.


Pengujian

Mouse gaming DeathAdder Chroma memiliki desain ergonomis yang baik tentunya bagi pengguna mouse dengan tipe genggam palm-rest, tapi juga nyaman digunakan oleh orang yang suka menggunakan gaya claw. Dengan ukuran tergolong medium, mouse ini masih cukup populer digunakan oleh gamer di kawasan Asia tenggara, tidak terkecuali Indonesia yang memang lebih menyukai gaya palm-rest ketika menggunakan mouse-nya.

Untuk kegunaan sehari-hari DeathAdder Chroma nyaman digunakan, meskipun kami menggunakan gaya claw selama menggunakan mouse ini ternyata tidak menghambat aktifitas kami sama sekali, lapisan grip karet bertekstur ditempatkan pada posisi yang tepat, tidak perlu besar namun berada di posisi yang tepat sudah sangat mendukung berbagai gaya genggam mouse.

Dengan dibekali sensor baru yang lebih hebat, DeathAdder Chroma bisa menjadi salah satu teman ideal kamu untuk memainkan beberapa genre game, seperti FPS yang membutuhkan beberapa tingkat akurasi dari pergerakan mouse yang tentunya bisa diatasi dengan baik oleh mouse yang memiliki tingkat akurasi hingga 10.000dpi ini, untuk bermain game yang membutuhkan waktu sedikit lama per-round-nya seperti Dota atau Lol bahkan WoW, tidak usah khawatir akan kelelahan karena desain ergonomis yang baik mendukung penggunaan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Penggunaan software-nya pun cukup mudah dan cukup lengkap, kamu bisa mendapatkan beberapa perintah yang dirasa akan cukup berguna dalam sesi permainan kamu, seperti yang sudah wajib harus ada, yaitu macro.

Kesimpulan

Varian Chroma di beberapa produk Razer yang baru saja diluncurkan akhir-akhir ini memang tidak membawa desain baru yang segar, hanya penambahan nama dan efek LED pada produk tersebut, jika kamu tidak mempelajarinya lebih jauh. Buktinya memang Razer tidak mengeluarkan desain baru untuk varian Chroma-nya alih-alih hanya menggunakan model yang sudah ada dan melakukan sedikit sentuhan di sana sini, tapi bukan menjadi masalah besar bagi para pengguna setia Razer.

Memilih DeathAdder sebagai salah satu varian mouse gaming yang mendapatkan embel-embel Chroma tidak bisa dibilang cukup tepat tapi tidak bisa dibilang tidak tepat juga, bagi para gamer mouse tangan kanan dan DeathAdder sebelumnya hal ini bisa menjadi hadiah menjelang perayaan akhir tahun, tapi bagaimana bagi para gamer mouse yang aktif menggunakan tangan kirinya? mungkin saja ada varian Chroma lainnya bermunculan dalam waktu dekat? Mungkin saja.

Membawa model yang cukup populer di kalangan penggemarnya memang menjadi langkah yang terbilang cukup cerdas dan berhati-hati, kami rasa Razer cukup yakin untuk kembali meluncurkan salah satu racun terbaiknya dengan dosis racun yag ditingkatkan. Berniat untuk menebusnya? Pastikan kamu bisa mengendalikan diri kamu lebih baik dari kami.

Kelebihan :

+ Built quality baik
+ Ergonomic shape
+ 10000dpi
+ Software yang user friendly
+ LED RGB
+ Kabel braided dengan konektor USB gold-plated

Kekurangan :

- Paket kelengkapan minim
- Tidak disertai CD Driver

credits to: Gadget Mall Center

Sunday, 5 July 2015

[REVIEW] Razer BlackWidow Ultimate Chroma

Adalah varian dari keyboard gaming mekanikal milik Razer yang sudah cukup populer di kalangan gamer, tentu kamu sudah sangat mengenal salah satu nama keyboard mekanikal tersebut, kami menyebutnya si “Janda Hitam” atau BlackWidow. Razer memiliki beberapa varian BlackWidow dengan spesifikasi dan tampilan yang berbeda, kali ini akan sangat jauh berbeda karena BlackWidow hadir lebih berwarna tidak seperti BlackWidow versi sebelumnya.

BlackWidow Chroma itu nama baru yang mereka berikan untuk si “Janda Hitam” penuh warna ini, keyboard mekanikal besutan Razer ini dibekali dengan LED RGB yang mendukung 16.8 juta warna serta efek pendar yang belum pernah kamu lihat sebelumnya. Tak hanya itu, ada satu hal lagi surprise yang Razer berikan untuk para penggemarnya, surprise yang diyakini mampu memberikan performa serta kenyamanan yang lebih baik dari versi sebelumnya. Ingin tahu apa surprise-nya, terus simak review-nya di bawah ini.

Kemasan dan Kelengkapan

Razer BlackWidow Chroma hadir dengan kemasan yang cukup besar berwarna hitam dengan tampilan muka yang dipenuhi dengan penampakan keyboard beserta fitur-fitur unggulannya pada sisi kiri, di pojok kanan bawah terdapat penjelasan mengenai penggunaan switch milik Razer disamping desain berlubang pada kemasan untuk merasakan switch tersebut.



Di bagian belakang kemasan kembali menampilkan wujud keybaord Razer BlackWidow Chroma dengan penjelasan di beberapa titik yang menjadi fitur unggulan dari keyboard tersebut, di sampingnya juga kembali menjelaskan fitur baru yakni sebuah switch besutan Razer yang ditanam di keyboard ini, tak lupa spesifikasi di bagian paling bawah dengan beberapa pilihan bahasa. Dalam paket penjualan anda akan mendapatkan Information Guide dan stiker berlogo Razer.



Detail Produk

BlackWidow Chroma hadir dengan ukuran yang cukup ringkas, tidak terlalu besar dengan desain yang tegas tanpa banyak tekukan. Desainnya dan dimensinya bisa dikatakan sama persis dengan varian BlackWidow Ultimate sebelumnya, bedanya jika BlackWidow Ultimate menggunakan tampilan hitam glossy pada bodinya, beda dengan BlackWidow Ultimate yang dipoles dengan aksen kusam hitam doff pada bodinya.



Desain keycap cukup lebar dengan penataan yang cukup baik, tidak terlampau dekat yang memungkinkan berbagai ukuran jari untuk mengetik di atasnya dengan nyaman. BlackWidow Chroma membekali setiap keycap-nya dengan LED yang bisa dikostumisasi melalui driver, untuk merubah tingkat kecerahan kamu perlu menjangkau tombol Fn + F11/F12. Selain keycap sudah diijinkan untuk memendarkan warna lain, ternyata selain LED RGB, keyboard ini juga menanamkan switch gaming mekanikal yang diklaim oleh perusahaan bahwa switch tersebut besutan dari Razer sendiri, switch berwarna hijau yang sangat empuk dan clicky ini kabarnya memiliki daya tahan dan performa jauh lebih baik dari switch sejenis.




Razer membuat semuanya menjadi lebih padat itulah mengapa desain dari varian BlackWidow Chroma cukup ringkas, karena semua tombol pendukung seperti fungsi makro, multimedia, Gaming mode, Macro recording dan tombol pengatur tingkat kecerahan diletakan pada tombol-tombol yang sudah ada seperti F1-F12 kecuali tombol macro yang diletakan pada sisi kiri keyboard. Hal ini tentunya memiliki sisi positif dan negatif, tapi tergantung dari bagaimana cara gamer menyikapinya.



Pada sisi bawah keyboard, BlackWidow Chroma dibekali dengan bantalan karet pada beberapa sisi untuk memberikan grip yang baik, dimana keyboard diletakan. Keyboard ini memiliki beberapa port, seperti USB 2.0, audio in dan mikrofon pada sisi kanan untuk memudahkan kamu menghubungkan beberapa perangkat lainnya tanpa harus menyentuh casing PC kamu.




Software

Tampilan software Razer Synapse 2.0 cukup simpel dengan warna gelap, pada tampilan utama terdapat 3 buah menu utama yang terdiri dari Customize, Lighting dan Gaming Mode. Pada menu Customize kamu bisa menerapkan beberapa macam command ke dalam tombol-tombol pilihan kamu, daftar command yang bisa kamu masukan terdiri dari :
  • Default
  • Keyboard Function
  • Mouse Function
  • Inter-Device655165g
  • Macro
  • Launch Program
  • Multimedia
  • Windows 8 charms
  • Windows Shortcuts
  • Disable



Pada menu Lighting kamu bisa mengkonfigurasi warna LED pada keyboard kamu, ada beberapa pilihan keren yang bisa kamu pamerkan ke teman-teman kamu.


Gaming Mode merupakan menu terakhir, disini kamu bisa menonaktifkan beberapa kombinasi command yang tidak terpakai malah bisa dikatakan jangan sampai tertekan, mungkin para gamer sudah cukup familiar dengan fungsi Alt + Tab, Alt + F4 dan Windows Key.


Pengujian

Untuk penggunaan harian, keyboard gaming mekanikal BlackWidow Chroma milik Razer ini sangat nyaman, keycap-nya yang didesain dengan ukuran dan penataan yang cukup tepat menunjang aktifitas pengetikan yang cukup intens. Karakter switch yang sangat empuk juga menjadi kenyamanan tersendiri, kami bisa dengan santai mengetik tanpa harus mengeluarkan tekanan pada keycap, tapi imbas dari kenyamanan tersebut adalah keyboard ini cukup clicky apalagi jika digunakan untuk mengetik cepat.

Untuk bermain game, keyboard mekanikal yang dibekali dengan switch milik Razer ini tentu bisa dikamulkan dengan jajaran fitur yang cukup hebat dan lengkap, jajaran tombol macro sudah tersedia di sisi kiri keyboard, cukup masukan macro favorit kamu yang dirasa bisa menunjang sesi permainan kamu. Kurang? buat saja pada tombol tertentu dengan menggunakan driver atau fitur macro recording on-the-fly yang sudah tersedia.

Untuk menikmati konten multimedia disaat kamu harus terus mengetik kerjaan yang harus dirampungkan saat ini juga tentu bukan jadi kendala, kamu bisa mengatur alur musik yang ingin kamu dengarkan melalui jajaran tombol multimedia yang diletakan pada tombol F1-F8 bersamaan dengan tombol Fn, mudah bukan?

Untuk efek warna LED pada keyboard ini, berikut kami sampaikan beberapa hasil pengujian kami yang berupa video.

Breathing :

Spectrum Cycling :

Custom :

Reactive :

Wave :


Kesimpulan

Ada beberapa hal baru yang ingin ditunjukan Razer pada varian peripheral gaming terbarunya, salah satunya adalah penggunaan switch gaming mekanikal besutan Razer sendiri yang menurut klaim dari perusahaan bahwa switch tersebut mampu bekerja lebih baik dan memiliki daya tahan yang lebih lama dibandingkan dengan switch yang sudah terdapat di pasaran saat ini. Switch ini mampu memberikan respon yang baik dengan tekanan yang sangat ringan, jarak antara penekanan juga relatif pendek oleh karenanya hanya dengan menekan keycap sedikit keyboard sudah memasukan input.

Karakter switch mekanikal besutan Razer ini mirip dengan switch mekanikal miliki Cherry MX berwarna biru, dengan clicky yang kurang lebih sama namun terasa sedikit lebih ringan, kembali ke selera kamu tentunya. Selain mengenalkan switch besutan sendiri, Razer juga mulai mengenalkan warna-warni pada keyboard-nya. Yang kami maksud adalah warna selain hijau yang memang menjadi ciri khas peripheral Razer dan biru yang sudah sering kita lihat sebelumnya, dimana keyboard ini menggunakan LED RGB yang mendukung hingga 16.8 juta warna, kamu bisa merubah warna-warna favorit kamu bahkan menerapkan efek pendar dengan pilihan yang keren-keren, seperti contoh yang kami berikan pada bagian pengujian.

Desain simpel ternyata tidak mengurangi fitur vital yang harus tersedia pada sebuah keyboard gaming, fitur makro serta dukungan driver yang cukup lengkap menjadikan keyboard ini bisa menjadi senjata kamulan ketika kamu bermain game. Keyboard ini juga menyediakan fitur macro recording on-the-fly yang bisa membantu kamu menghemat waktu ketika ingin memasukan macro baru ke dalam sebuah tombol. Desain simpel ternyata juga memiliki sisi minus tersendiri menurut kami, karena untuk mempertahankan desain yang kompak dan ringkas keyboard ini harus mengkombinasikan beberapa fitur seperti tombol multimedia, Gaming Mode, Macro Recording dan tingkat pengaturan cahaya. Setelah itu penempatan port USB 2.0, audio in dan mikrofon pada sisi kanan keyboard cukup mengganggu bagi pengguna mouse tangan kanan, terutama yang tidak memiliki area yang cukup luas.

Kelebihan :

+ Built quality baik
+ Desain ringkas dan kompak
+ Switch mekanikal Razer
+ LED RGB 16.8 juta warna
+ Fitur Macro, multimedia, Gaming Mode dan Macro Recording
+ 10 profil macro
+ Efek warna LED yang menarik

Kekurangan :

- Lapisan hitam doff mudah meninggalkan bercak keringat
- Posisi port USB 2.0, audio in dan mikrofon di sebelah kanan sedikit mengganggu
- Tidak memiliki tombol dedicated untuk fungsi multimedia dan macro recording
- Tidak disertai CD driver

credits to : Gadget Mall Center

Monday, 22 June 2015

[REVIEW] Razer Kraken Pro Gaming & Music Headset


Yap, sehubungan dengan adanya promo headset Razer Kraken Pro yang gw publish beberapa hari lalu, gw mutusin untuk ngasih review soal headset ini, jadi bukan sekedar promo cuci gudang aja biar ga terkesan "buang barang karena ga laku". Maka dari itu simak ulasan berikut biar kita tau kelebihan dan kekurangan headset tersebut.


Build Quality & Design
Dalam hal desain, Razer adalah salah satu perusahaan gaming peripheral yang tergolong selalu berani mencoba gaya baru dan juga eksentrik dan itu juga yang akan kamu dapatkan lewat Razer Kraken Pro. Headphone dengan 3 pilihan warna ini memiliki desain yang sederhana namun cukup menarik dengan permainan warnanya. Permainan warna dan dua logo khas Razer di kedua sisi driver (bagian dari headphone yang mengeluarkan suara) akan segera menarik perhatian orang sekitar.

Keseluruhan headphone Razer Kraken Pro terbuat dari plastik yang gwngnya sedikit membuat Razer Kraken Pro terasa murah. Namun jika sudah dilihat secara seksama finishing build terbilang sangat rapi. Walaupun terbuat dari plastik Razer Kraken Pro tetap dapat memberikan rasa kokoh terutama ketika saat kamu meregangkan headphone ini untuk dipakaikan ke kepala. Tidak ada rasa bahwa headphone ini akan rusak dan kamu juga tidak perlu merasa terlalu berhati-hati dalam penggunananya. Secara build quality Razer Kraken Pro terbilang solid namun akan lebih keren jika bisa mencampurkan bahan lain seperti aluminium untuk menghilangkan kesan terlalu plastik (mainan).


Menggunakan plastik sebenarnya datang dengan keuntungannya sendiri yaitu ringan. Dibandingkan dengan SteelSeries V2 yang memiliki berat 680 gram, Razer Kraken Pro memiliki berat  yang jauh lebih ringan yaitu 293 gram. Yang kita inginkan adalah headset yang ringan sehingga nyaman dan tidak membebani kepala terlalu berat terutama dalam pemakaian yang lama.

Razer menyebut Razer Kraken Pro sebagai headset paling nyaman yang pernah ada dan ini sebenarnya sangat sulit untuk dibuktikan. Tapi gw bisa katakan bahwa memang Kraken Pro ini nyaman untuk digunakan. Earpad yang dimiliki headset ini tebal dan empuk, sehingga menempel dengan nyaman ke area telinga. Namun gwngnya diameter earpad terbilang cukup kecil sehingga terasa sangat pas-pasan dengan kuping dan tidak meninggalkan banyak ruang.

Saat digunakan secara maraton 4 jam, Razer Kraken Pro ini terasa nyaman dan ada beberapa saat dimana kamu hampir tidak merasa menggunakan headset sama sekali. Namun setelah beberapa jam kamu harus membuka headset untuk membiarkan udara masuk dan mendinginkan kuping beberapa menit.

Razer Kraken Pro juga mempunyai tingkat pengaturan panjang frame yang dapat diatur dengan menarik driver ke arah bawah. Selain itu driver pun dapat ditekuk ke dalam sehingga lebih ringkas dan tidak memakan banyak tempat jika ingin dibawa untuk berpergian.

Microphone
Perbedaan antara Razer Kraken Pro dengan versi Kraken biasa adalah ketersediaan microphone. Razer Kraken Pro menyediakan microphone yang dapat kamu tarik keluar sehingga jika sedang tidak digunakan maka microphone tidak akan mengganggu dan bahkan tidak terlihat. Yang gw suka juga adalah microphone ini dapat dibengkokkan ke arah manapun seperti membengkokan sebuah kawat sehingga kamu dapat membengkokkan mic ke dekat mulut dengan bebas.


Kualitas microphone terbilang biasa saja dan berfungsi dengan baik. SteelSeries Siberia V2 mempunyai sensitivitas microphone 2 dBV/Pa lebih baik dari pada Razer Kraken Pro namun dalam ruangan yang sepi itu tidak akan membuat banyak perbedaan. Semakin tinggi sensitifitas maka semakin baik karena dengan mengeluarkan suara dengan pelan pun microphone sudah dapat menangkapnya.

Razer Kraken Pro tidak memiliki pengatur suara yang terintegrasi, ini berarti kamu harus mengecilkan atau membesarkan suara lewat PC atau gadget yang sedang kamu pakai. Bagi beberapa orang ini mungkin fitur yang cukup penting namun bagi gw pribadi sebuah kabel yang ringan tanpa controller adalah pilihan yang lebih praktis.

Sound Quality

Teman Baik Para Gamer
Jika kamu mengerti tentang audio maka gw akan katakan bahwa Razer Kraken Pro memiliki karakteristik v-shaped dimana low dan high sangat terasa namun dengan pengorbanan mid yang terasa laid back. Dengan kata lain Razer Kraken mempunyai penekanan di bass dan treble namun suara vokal terasa jauh dan tidak terlalu jelas.


Saat digunakan untuk memainkan Call of Duty: Ghost, Razer Kraken Pro terasa seperti teman baik. Suara tembakan dan ledakan begitu terasa dan begitu juga dengan langkah kaki pemain lain yang sedang berjalan di dekan kamu. Ini jelas akan membantu kamu dalam bermain dan menentukan posisi musuh. Separasi suara juga terdengar cukup jelas sehingga jika ledakan dan pemain berlari di belakang kamu terjadi secara bersamaan maka kamu tetap akan dapat membedakannya, gwngnya penekanan di bass dan treble meninggalkan mid (vokal) di belakang sehingga suara teriakan dan pemandu akan sedikit terasa jauh atau lebih kecil (laid back) dibanding suara lain, tapi tidak sampai tingkatan yang dapat mempengaruhi performa bermain kamu.

Kebanyakan game dan film mengkamulkan jumlah bass yang banyak dan Razer Kraken Pro terbilang mampu untuk mengatasi bass tanpa distorsi walaupun kamu kencangkan volume ketingkat tinggi sekalipun.

Cocok Untuk Pendengar Musik Kasual
Dengan sistem microphone yang dapat ditarik ke dalam dan juga kabel 1 meter yang disediakan, Kraken Pro sebenarnya terbilang cocok juga dipakai oleh katakanlah smartphone atau laptop. Namun jangan harapkan sebuah pengalaman luar biasa jika kamu berencana menggunakan headset ini untuk mendengarkan musik. Sebagai permulaan Razer Kraken Pro tidak memiliki karaktersitik flat sehingga musik yang mengkamulkan vokal akan terasa kurang greget. Bedakan antara musik yang mengkamulkan vokal dengan musik pop, sementara musik pop memiliki vokal sepanjang durasi namun suara alat musik juga terbilang dominan.


Untuk tipe musik rock, pop dan musik lain yang mengkamulkan beat maka Razer Kraken akan terasa pas dan hidup. Namun untuk lagu yang mengkamulkan vokal, kamu mungkin akan mendengar suara yang tidak terdengar alami, suara lower-mid akan terdengar terlalu bassy (nge-bass), dan bagian vokal akan terasa jauh dan lemah seolah-olah sang penyanyi tidak berada di depan kita. Adilnya Razer Kraken Pro adalah sebuah headset gaming, so jangan lupakan fungsi utamanya.

Verdict
Jika kamu sebelumnya menggunakan headset di bawah 500 ribuan maka Razer Kraken Pro adalah upgrade yang menyenangkan baik untuk bermain game, menonton dan mendengarkan musik pop & rock. Headphone yang satu ini terhitung nyaman dan tidak membuat kuping sakit selama dipakai berjam-jam. Razer Kraken Pro dijual dengan harga sekitar 900 ribu-an, dan jika kamu tidak membutuhkan fungsi microphone maka kamu dapat membeli Razker Kraken biasa dengan harga yang lebih murah (sekitar Rp. 200.000 lebih murah).

Pros:
Microphone yang dapat ditarik ke dalam dan dibengkokkan ke segala arah | Ringan, nyaman dan terlihat sangat Razer | Kualitas suara pas untuk gaming dan movie, terdengar dramatis dengan setting v-shapped  
Cons:
Untuk headphone 1 juta, Razer Kraken harusnya dapat mengkombinasikan bahan yang tidak 100% plastik | Fitur yang ditawarkan sangat mendasar, tanpa volume control atau 5.1 surround sound

credits to : techinasia

Tuesday, 30 September 2014

[INFO] Apa itu Mechanical Keyboard ?

Yap, sesuai judul postingan kali ini, apa itu mechanical keyboard?
Kamu mungkin sudah sering mendengarnya atau teman kamu sudah ada yang punya, atau bahkan kamu sendiri sudah punya tapi belum paham betul ? Kalau begitu langsung saja kita bahasa apa itu mechanical keyboard atau disebut keyboard mekanikal dalam bahasa indonesia....

Mechanical keyboard atau keyboard mekanikal adalah keyboard yang diciptakan dengan kualitas tinggi dengan menggunakan teknologi spring activated dalam switch keyboard. Switch ini ada beberapa macam jenis dan memiliki karakteristik masing-masing. Agar lebih jelas, simak gambar di bawah ini :
mechanical keyboard cherry mx
Mechanical Keyboard Cherry MX Blue Switch
mechanical keyboard cherry mx
Cherry MX Blue Switch

mechanical keyboard cherry mx
Struktur dan Jenis Switch Cherry MX

Mengapa switchnya ada berwarna warni? Tahan dulu rasa ingin tahu kamu, nanti akan dijelaskan di bawah :)

mechanical keyboard cherry mx
Cara kerja Cherry MX Blue Switch

Mechanical keyboard lebih unggul dalam segala hal. Switch, framing, functionality, type print methods, key construction, PCB board, LED lightning (sharpness, brightness, adjustability), dan fitur-fitur lainnya yang masih banyak pada mechanical keyboard adalah jauh lebih baik bila dibandingkan dengan rubber dome keyboard atau keyboard biasa dengan harga murah yang sering kita jumpai dimana-mana. Dari hal-hal unggul tersebut, semuanya berpusat pada satu hal penting yakni "feel". Mechanical keyboard memiliki "feel" yang lebih baik dibandingkan dengan rubber dome keyboard.

rubber dome keyboard mechanical keyboard cherry mx
Rubber Dome Keyboard

Jenis switch di mechanical keyboard
Salah satu hal penting dalam mechanical keyboard adalah switch. Switch memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan warnanya (gambar di atas tadi). Di Indonesia, switch yang terdapat pada mechanical keyboard yang dijual umumnya ada 4 yakni red switch, blue switch, brown switch, dan black switch. Namun pada tok ato penjual tertentu ada pula yang menjual switch langka seperti green switch, white switch, dan clear switch. Switch juga memiliki merk tersendiri, yang paling umum adalah Cherry MX, ada pula Topre tapi tidak terlalu banyak dipasaran karena harganya yang relatif lebih mahal daripada Cherry MX.

Berikut adalah penjelesan lebih detail mengenai switch Cherry MX yang umum di pasaran.

Cherry MX Black Switches

cherry mx black switches

Gaya yang diperlukan: 60g
Feeling yang diberikan: Linear, non-tactile, non-clicky (seperti sewaktu kita menekan bolpen, sebelum ujung bolpennya keluar, ada per yang menahan tekanan kita kan? Seperti itu juga feelnya)
Suara: non-existent kecuali suara per dan suara ketika bottoming out
Keuntungan: Berat (meminimalisir, sangat, kecelakaan tombol yang terpencet secara ga sengaja), tidak berisik, feel yang unik
Kerugian: Berat (beberapa orang tidak betah mengetik menggunakan black switch)


Cherry MX Blue Switches

Cherry MX Blue Switches


Gaya yang diperlukan: 50g
Feeling yang diberikan: Tactile, dan clicky (seperti menekan bolpen, saat ujung pulpennya keluar, ada suara click yang diberikan kan? Seperti itu juga feelnya)
Suara: cukup keras, high pitched sound
Keuntungan: Kita tahu kapan tombol yang kita tekan sudah benar-benar ter-register, suara yang diberikan (beberapa orang senang dengan bunyinya), dan rasa clickynya
Kerugian: Suara yang diberikan (beberapa orang tidak tahan dengan bunyinya)


Cherry MX Brown Switches

Cherry MX Brown Switches

Gaya yang diperlukan: 45g
Feeling yang diberikan: Tactile, non-clicky
Suara: hampir tidak terdengar kecuali pemilik telinga sensitif, hanya bersuara ketika bottoming-out
Keuntungan: Ringan (beberapa orang senang dengan tombol yang ringan), tidak berisik
Kerugian: Ringan (bagi yang memiliki jari super berat, bisa ada tombol yang terpencet secara tidak sengaja - very rare case), dan membosankan, karena tidak ada feel 
(terutama yg suka bunyi2an) apa pun yang diberikan.

Cherry MX Red Switches

Cherry MX Red Switches

Gaya yang diperlukan: 45g
Feeling yang diberikan: non-tactile, non-clicky
Suara: tidak terdengar kecuali pemilik telinga sensitif, hanya bersuara ketika bottoming-out
Keuntungan: Ringan (beberapa orang senang dengan tombol yang ringan), tidak berisik
Kerugian: Ringan (bagi yang memiliki jari super berat, bisa ada tombol yang terpencet secara tidak sengaja - very rare case), dan membosankan, karena tidak ada feel
(terutama yang suka bunyi-bunyian) apa pun yang diberikan.



Frequently Asked Questions (F.A.Q) :

Mengapa mechanical keyboard mahal ? Apa bedanya dengan keyboard 'biasa' ?
Ya, memang mechanical keyboard agak mahal, tapi coba bayangkan berapa kali kamu ganti keyboard seumur hidup ? Kenapa tidak memilih yang terbaik ? Sekali lagi mahal itu relatif. Beda dengan keyboard biasa, simple ada di struktur keyboardnya dan kenyamanan dalam pemakaian.
Apa istimewanya mechanical keyboard ?
Pada mechanical keyboard, mechanical keyswitch (pengendali tuts) didesain sehingga setiap tekanan akan terdaftar sebelum kamu menekannya sampai mentok, sehingga kamu hanya perlu memakai tenaga yang dibutuhkan untuk mengaktifkannya, tidak membuang-buang energi yang tidak perlu. Dengan banyaknya jenis keyswitch yang dapat kamu pilih sehingga nyaman bagimu, karena setiap keyswitch memiliki "feel" yang berbeda jika ditekan. Sekali kamu memakai MECHANICAL KEYBOARD, selamanya kamu tidak akan mau untuk memakai keyboard biasa - Your fingers will thank you. 
Kenapa harus menggunakan mechanical keyboard ?
Alasan terbaik untuk memakai mechanical keyboard adalah mechanical keyboard memiliki feel yang sungguh berbeda dengan rubber dome pada umumnya, dan cenderung lebih baik, meningkatkan kesenangan penggunanya sewaktu mengetik, dan terutama membuat penggunanya menjadi lebih efisien dalam gaming/typing. Tidak ada kata kembali ke keyboard biasa setelah mencoba mechanical keyboard.
Siapa yang harus menggunakan mechanical keyboard ?
Semua, diulangi, SEMUA orang yang peduli akan kenikmatan mengetik dan menggunakan mechanical keyboard, dan memiliki minat untuk membeli keyboard-keyboard gimmick berharga jutaan dari produsen-produsen gaming gear 

Apa yang perlu diperhatikan dalam membeli mechanical keyboard ?
  1. Switch – Clicky or Quiet, Tactile or linear ? – Switch merupakan hal yang paling penting dalam menentukan pilihan. Tidak ada switch yang sempurna bagi semua orang, oleh karena itu tidak ada salahnya untuk mencoba semua switch satu per satu. Kamu akan merasakan fantasinya. Perbedaan berbagai macam switch mechanical ada di atas.
  2. Build Quality – Ini sangat subjektif, it’s your choice ! Jangan mudah percaya dengan review yang bilang jelek, dan sebagainya. Jelek bagi orang lain belum tentu jelek bagi kamu, semua pilihan ada di tangan mu.
  3. N-Key Rollover Capability – Rata-rata keyboard mechanic mampu mendeteksi 2-8 keys secara bersamaan, hal ini mungkin berguna dalam penggunaan sehari-hari. Tetapi ingat jari mu hanya ada 10, pilihlah dengan bijak.
  4. Features – Keyboard mechanical yang high-end, hampir sama sekali gak ada fitur istimewanya (nothing special). Mau cari fitur macro, usb hub, multimedia button, dan sebagainya ? -> Gaming Keyboard.
  5. Price – Terakhir dan paling penting, bijaklah dalam memilih keyboard ini. Kamu yang memilih kamu yang menentukan, kami di sini hanya memberikan saran dan sedikit racun yang tidak mematikan.

 Sekian pada pembahasan mengenai mechanical keyboard atau keyboard mekanikal. Semoga kamu menjadi lebih paham setelah membacanya :)

Sumber : Gadget Mall Center

Monday, 29 September 2014

[INFO] Definisi DPI (Dots Per Inch) / CPI (Counts Per Inch)

Artikel kali ini akan membahas tentang DPI atau CPI pada mouse secara mendalam. Sebenernya apa sih yang dimaksud dengan DPI atau CPI ? Mungkin kamu sudah sering mendengar atau pernah membacanya di spesifikasi sebuah mouse.
DPI (Dots Per Inch) atau CPI (Counts Per Inch) adalah menunjukkan banyaknya jumlah pixel yang dicapai tiap mouse bergeser 1 inchi (2,54 cm). Agar lebih paham, coba kamu simak gambar berikut :


Sedikit deskripsi dari gambar di atas, DPI / CPI dapat juga diartikan sebagai pixel kuadrat, maksudnya adalah semisal 5 DPI maka setara dengan 5pixel x 5pixel. Pixel sendiri merupakan satuan resolusi pada layar komputer. Dengan demikian dapat disimpulkan semakin tinggi DPI / CPI, maka saat kita menggerakkan mouse semakin jauh pula pointer pada layar bergeser.

Lalu apakah DPI penting di dunia game?Jawabannya sudah pasti penting.
Menggunakan mouse dengan DPI yang tinggi berarti ketika menggerakkan mouse akan menghasilkan gerakan yang lebih drastis dalam game, maksudnya, menggerakkan mouse satu inchi dengan mouse 800 DPI akan beda halnya dengan mouse 2000 DPI sesuai dengan penjelasan sebelumnya. Dengan kata lain, semakin tinggi DPI, semakin tinggi pula sensivitas.

Hal ini tenu akan mempengaruhi permainan mu dalam game. Ini juga tergantung pada jenis game yang kamu mainkan dan gaya bermainmu. Jika kamu memainkan game FPS yang sangat cepat dimana bidikan tidak begitu penting dibandingkan kecepatan reaksi, DPI yang tinggi akan sangat membantu sekali. Di lain pihak, jika kamu bermain game yang membutuhkan askurasi, DPI yang lebih rendah akan memudahkanmu mengendalikan bidikanmu. Namun disini juga DPI menjadi masalah pilihan pribadi. 
Jika kamu kurang nyaman dengan DPI yang kamu gunakan, sebagian besar mouse gaming saat ini sudah memiliki fitur setting DPI setting on-the-fly, dimana kamu tidak perlu keluar game hanya untuk mengganti setting DPI pada software mousenya, tapi hanya perlu menekan tombol DPI saja untuk menaikkan atau menurunkan DPI. Tombol DPI ini biasanya terletak di bawah scroll mouse.

Sekian dulu pembahasan DPI (Dots Per Inch) / CPI (Counts Per Inch) untuk artikel ini. Semoga kamu jadi lebih paham dan bisa mengetahui DPI / CPI berapa yang cocok untuk kamu.




Source