Pages

Showing posts with label gamepad. Show all posts
Showing posts with label gamepad. Show all posts

Friday, 22 March 2013

Review Logitech F710 Wireless Gamepad



Dahulu saya ketika main game di PC, saya selalu bermasalah dalam bermain game karena gamepad saya adalah gamepad biasa(baca: gamepad abal-abal). Karena banyak game PC yang membutuhkan gamepad XBOX 360, maka saya mencari gamepad logitech ini.

Sebelummnya saya telah men-review gamepad Razer Onza Tournament T1 yang merupakan gamepad XBOX 360 compatibel.

Gamepad Logitech F710 ini saya beli di bhinneka.com seharga 371rb(belum termasuk onkir ke Denpasar). Logitech mempunyai 3 jenis gamepad, yaitu tipe F310, F510 dan & F710 ini. sedikit compare, tipe F310 adalah standar gamepad menggunakan kabel, tanpa getar. F510 menggunakan kabel tetapi sudah support getar. Sedangkan F710 sudah wireless dan support getar.

Kelengkapan
  • Gamepad Logitech F710
  • Wireless Micro Reciever
  • USB Cable Extender
  • CD-Drivers + Manual




First Look
Kesan pertama saat pertama kali melihat gamepad ini adalah kuat dan tahan bating. Pada saat memegangnya terasa agak sedikit berat dari gamepad XBOX 360 Wireless yg original. Perpaduan warna silver dan hitam yang terbuat dari bahan sejenis karet dan plastik membuat grip lebih baik dari gamepad standar yang kebanyakan seluruh body nya plastik. Namun keringat justru berkerak di selah-selah stick setelah pemakaian lama.






Instalasi dan Penggunaan

Gamepad ini sangat mudah dalam instalasi nya. Sama seperti gamepad Xbox 360, gamepad Logitech ini plug and play yang mana kita hanya mencolokan USB receiver di port USB PC/Laptop anda tanpa adanya setting dan lain-lain. Jika PC anda ingin menambah jangkauan, anda bisa pakai USB extender yang anda dapat dalam paket penjualan.

Pada bagian depan gamepad, terdapat switch untuk memilih antara XINPUT atau DINPUT. XINPUT adalah penggunaan stick yang bertindak seperti stick XBOX 360, maksudnya gamepad akan di detect sebagai gamepad XBOX 360 yang mana tidak perlunya setting tombol. Sedangkan DINPUT adalah input yang akan menyerupai stick biasa yang tombol-tombol nya bisa di custom lewat aplikasi dari Logitech. Misalnya saja anda akan memainkan Dota menggunakan stick(misalnya) yang dalam keadaan default nya tidak support gamepad, maka dengan menggunakan custom setting anda bisa merubah tombol WASD ke tombol yang ada pada gamepad.

Saya test di berbagai game-game PC, sebagian besar tombol sudah termapping secara otomatis, dengan catatan anda menggunakan XINPUT pada saat pemakaian.

Masalah yang Ditemui
Setelah beberapa hari menggunakan gamepad ini, ada beberapa masalah yang ada, diantaranya.

  • Gamepad kadang sedikit kurang respon(Lag)
  • Jika dua tombol ditekan bersamaan, terkadang terjadi error input.
  • Analog di bagian kiri sedikit kendor setelah pemakaian semingguan.
Kesimpulan
Gamepad Logitech F710 ini adalah gamepad wireless yang hanya support PC dengan harga yang kompetitif jika dibandingkan dengan gamepad XBOX 360 original. Gamepad ini juga memberikan opsi XINPUT dan DINPUT yang menjadi kelebihan dari gamepad laiinya. Namun beberapa masalah ditemui setelah dipakai ada sedikit masalah yang ditemui, jika saja tidak ada masalah tersebut, gamepad ini akan menjadi gamepad utama saya.


Jika ada pertanyaan, silahkan comentar dibawah. FEEL FREE GUYS.


Wednesday, 3 October 2012

Review Razer Onza Tournament Edition T1



Sebelumnya saya sudah mempunyai gamepad dari logitech yaitu Logitech F710 Wireless Gamepad, tetapi saya ingin mencoba gamepad yang 'real' Xbox 360 controller, jadi saya memutuskan membeli produk ini. Langsung saja saya akan men-review gamepad dari produsen aksesoris gaming tersohor yaitu Razer yang saya beli di Bhinneka.com.

Gamepad dari razer ini mempunyai nama Razer Onza. Razer Onza sendiri mempunyai dua jenis yaitu Razer Onza T1 dan Razer Onza T2. Huruf "T" pada penamaan tersebut mempunyai arti Tournament. Kali ini saya akan men review Razer Onza T1.

Razer Onza T1 ini mempunyai harga pasaran dari 550-600rb. Tetapi saya mendapatkan harga 561rb pada toko online Bhinneka.com.

Unboxing
Kesan pertama setelah mendapatkan produk ini adalah kesan premium dan men-cirikhas seperti produk razer yang lainnya. Setelah membuka kemasan, kelengkapan yang didapat yaitu sebagai berikut.

  • Razer Onza T1 Gamepad
  • Buku manual penggunaan
  • ID Razer Onza
  • Kartu garansi
  • Sepasang sticker dengan logo Razer



Melihat dari kelengkapannya, sangat wajar Razer memberikan hal yang 'lebih' karena apa harga dari gamepad ini sendiri tergolong mahal daripada gamepad Xbox 360 biasa.

First Look

Kesan pertama setelah pertama melihat gamepad ini adalah 'keren!'. Material yang digunakan pada body nya adalah tipe 'ruberize' atau orang indonesia bilang 'doff'.
Ini tentu sangat bagus karena pengalaman saya(mungkin juga anda) jika menggunakan gamepad  yang kebanyakan menggunakan material glossy, akan terasa licin karena keringat. Jadi material yang digunakan pada Razer Onza T1 ini merupakan nilai plus dibandingkan gamepad  yang lainnya.
Kesan pertama yang saya rasakan juga adalah bobotnya yang ringan. Mungkin sedikit lebih berat dari gamepad yang biasa dijual di toko komputer yg biasanya dijual 50-70rb. Tetapi jika anda yang biasa menggunakan gamepad Xbox 360 wireless yang tergolong berat,  maka anda pasti merakan sedikit aneh setelah memegang gamepad ini. Tetapi saya percaya lambat laun pasti akan terbiasa.

Gamepad ini menggunakan kabel sepanjang 3 meter sebagai penghubungnya. Kabel yang digunakan sangat berkualitas dan tebal. Sedikit kecewa, melihat desain gamepad nya yang keren, tetapi masih menggunakan kabel. Sedikit info untuk anda yang belum tau, Microsoft membuat peraturan untuk produsen gamepad Xbox 360 third parties(diluar dari microsoft) tidak diperbolehkan membuat gamepad berbasis wireless. Sungguh sayang memang jika Microsoft harus memonopoli pasar gamepad wireless untuk Xbox 360, padahal produsen seperti Razer sangat kreatif dalam membuat desain-desain yang keren.

Pada action button(A, B, X, Y), menggunakan backlight yang sangat 'eye candy' pada saat digunakan. Ini juga yang membedakan dengan Razer Onza T2 yang tidak menggunakan backlight pada action button nya.  Pada action button ini menggunakan teknologi 'mekanik' seperti yang ada pada mouse, tidak seperti kebanyakan gamepad yang ada menggunakan karet yang tentu umurnya lebih pendek dari teknologi mekanik ini.
Pada tombol D-Pad, Tombol yang digunakan bersifat Independent. Ini bagus karena tombol ini sering kita gunakan untuk memilih menu pada game, jadi kita dapat lebih fokus dalam memilih menu yang ada.

Tombol start dan back kini berada di sebelah bawah dari gamepad ini. Sejujurnya ini sedikit menyulitkan ketika saya terbiasa menggunakan gamepad yang tombol start dan back nya ada di di tengah. Jadi perlu sedikit penyesuaian lebih lama agar lebih terbiasa.

Untuk tombol trigger yang ada pada Razer Onza T1 ini sangatlah berbeda dengan gamepad Xbox 360 yanga ada dipasaran. Tombol trigger dibuat menonjol. Mungkin maksudnya agar pengguna dapat dengan mudah untuk menekan tombol tersebut(FPS gamers). Saya sendiri merasakan desain trigger ini sangatlah sensitif, terlalu sensitif untuk game bergenre racing.

Seperti gamepad Xbox 360 yang lainnya, pada bagian bawah gamepad ini tersedia port Jack 2.5 mm untuk headset dan microphone. Nothing special.

Fungsi
Gamepad ini mempunyai perbedaan diantara Gamepad Xbox 360 yang lainnya. Yang pertama adalah fungsi pengaturan analognya. Analog nya dapat diatur tekanannya.
Misal anda ingin bermain game bertipe FPS yang harus melakukan pergerakan sana-sini, maka tinggal putar bagian yang ada pada analog ke kiri(sampai mentok) maka analog dapat lebih ringan pada saat digerakan. Sedangkan jika anda bermain game ber-genre balap, maka tinggal putar ke kanan, maka analog akan lebih berat yang mana bagus untuk game racing.

Fungsi yang kedual adalah re-mapping tombol. Pada tombol extra yang disediakan, tombol dapat di-set sesuai keinginan. Misal anda sedang bermain game bertipe FPS, dan anda sedikit kesulitan menggunakan tombol RT untuk menembak dan lebih terbiasa menggunakan tombol RB, maka tinggal atur pada tombol yang ada di bagian bawah gamepad.
Kesimpulan

Dengan harga 550rb ke atas, gamepad Razer Onza T1 ini memberikan kelengkapan yang lebih dari gamepad yang laiinya. Disamping kelengkapan, desain dan material yang digunakan memang bagus dan usefull. Fungsi-fungsi yang ada pada gamepad ini juga menjadi nilai yang lebih yang diberikan. Disamping kelebihan yang ada, kekurangan gamepad ini adalah gamepad ini bukanlah gamepad wireless. Tetapi Razer menutupi kekurangan tersebut dengan memberikan panjang kabel yang mencapai 3 meter.

Desain           : ★★ (10/10)
Material         : ★★★ (9/10)
Performance  : ★★★ (9/10)
Durability       : ★★★ (6/10)

Rumor
Banyak pengguna yang mengeluhkan tentang durability gamepad Razer Onza T1 ini. Jujur saya juga masih bingung apakah itu memang benar jika gamepad ini cepat rusak. Saya sendiri baru memakai ini satu hari dan belum ada masalah. Mungkin dalam beberapa hari kedepan saya akan update lagi tentang durability ini. Jadi keep in touch with this post.

Update
Ternyata barang yang saya dapat belum ada sehari sudah rusak di trigger nya. Tetapi setelah saya retur ke bhinneka dan dapat unit baru, akhirnya Gamepad ini so far belum ada masalah. Jadi kalau anda yang ingin beli gamepad ini, jangan khawatir karena garansi produk terjamin.

Seperti biasa, jika ada pertanyaan silahkan comment dibawah ini. Have a nice day guys!.

Note
Link Gamepad Razer Onza T1 di bhinneka.comGambar diambil menggunakan kamera Canon PowerShot A810.

Source