Pages

Monday, 29 June 2015

[REVIEW] Rapoo V500 Mechanical Keyboard


Sudah sejak beberapa waktu lalu mulai banyak bermunculan keyboard mechanical dengan harga ekonomis alias murah. Salah satu brand yang memproduksinya adalah Rapoo dengan nama produk V500. V500 adalah sebuah keyboard dengan model tenkeyless, yang artinya tidak ada tambahan 10 tombol angka di sebelah kanan. Keyboard Gaming Mechanical ini memiliki panjang 30cm, selain itu V500 terlihat mungil dan ramping dengan desain minimalisnya.

Rapoo memperkenalkan switch baru milik mereka yang diberi nama switch Kailh, keyboard ini memiliki warna kuning yang khas dengan kode PG1511. Switch milik keyboard gaming yang satu ini merupakan hasil pengembangan antara Rapoo dengan sebuah perusahaan yang berbasis di Tiongkok, yaitu Kaihua. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan karakter switch yang diinginkan oleh Rapoo. Keyboard gaming ini sekilas terlihat seperti memiliki feature Grabbag milik Cherry dengan warna kuning yang dipancarkannya. Tetapi, model switch Kailh ini terasa lebih empuk dan nyaman sama seperti feel yang diberikan Cherry Red Switch, hal ini terbukti dengan rendahnya suara clicky layaknya keyboard yang menggunakan membran.


 Switch Kailh yang terlihat berbeda dengan milik Cherry

Tidak hanya itu, keyboard gaming V500 buatan Rapoo ini juga dibekali dengan memory on-board sehingga mampu menyimpan bebagai model konfigurasi yang telah dilakukan oleh pengguna, terutama saat bermain game. Menariknya, hal tersebut bisa dilakukan tanpa harus menggunakan CD driver atau plug and play. Meskipun kamu selalu berganti komputer dengan platform yang berbeda. Selain dirancang khusus untuk para gamer, Rapoo juga membekali tombol shorcut untuk memenuhi kebutuhan para pecinta multimedia. Tombol-tombol tersebut cukup nyaman saat digunakan oleh CHIP, terutama saat menikmati konten multimedia seperti musik, movie, dan lain-lain. Rapoo V500 juga menyediakan tombol yang berfungsi untuk menon-aktifkan Windows dan makro on-the-fly. Untuk menambahkan kenyamanan para gamer, Rapoo juga membekali V500 dengan 7 profil berbeda yang berfungsi untuk beralih ke setiap settingan mode.

Secara keseluruhan, keyboard gaming Rapoo V500 cukup sempurna bahkan jika kamu mencoba untuk memainkan game terbaru. Respon yang lebih cepat hampir 1ms, karakter tersebut sangat baik untuk game yang membutuhkan respon pemain yang lebih cepat.

So jika kamu berminat membeli keyboard mechanical ekonomis dan cukup powerfull ini, langsung aja cek link berikut di chemicy hanya dengan harga Rp 600.000 saja :)



credits to : Gadget Mall Center

Wednesday, 24 June 2015

Review Axio Dual OS Windroid (Windows dan Android)




Info Technoged. Anda tentu tak asing dengan Produsen Axioo. baru-baru ini, pihak Axioo secara resmi telah memperkenalkan tablet dengan Dual OS terbarunya bernama Axioo Windroid. Untuk info lebih lengkap mengenai harga serta spesifikasinya, Anda dapat menyimak ulasan berikut yang kami ulas spesial untuk anda pecinta tablet lokal.

Dual OS yang di boyong Windroid adalah OS Windows 8.1 dan

Review Acer Liquid Z630




Info Review dan spesifikasi Acer Liquid Z630

Liquid Z630 luncuran smartphone by Acer yang memiliki dukungan layar sentuh dengan dimensi cukup besar akan mampu menarik minat calon konsumen.Selain layar yang cukup besar, ponsel cerdas ini didukung oleh jaringan 4G LTE.

Acer Liquid Z630 tersebut hadir dengan dukungan layar sentuh berteknologi panel IPS (In-Plane Switching) dengan ukuran yang

Monday, 22 June 2015

[REVIEW] Razer Kraken Pro Gaming & Music Headset


Yap, sehubungan dengan adanya promo headset Razer Kraken Pro yang gw publish beberapa hari lalu, gw mutusin untuk ngasih review soal headset ini, jadi bukan sekedar promo cuci gudang aja biar ga terkesan "buang barang karena ga laku". Maka dari itu simak ulasan berikut biar kita tau kelebihan dan kekurangan headset tersebut.


Build Quality & Design
Dalam hal desain, Razer adalah salah satu perusahaan gaming peripheral yang tergolong selalu berani mencoba gaya baru dan juga eksentrik dan itu juga yang akan kamu dapatkan lewat Razer Kraken Pro. Headphone dengan 3 pilihan warna ini memiliki desain yang sederhana namun cukup menarik dengan permainan warnanya. Permainan warna dan dua logo khas Razer di kedua sisi driver (bagian dari headphone yang mengeluarkan suara) akan segera menarik perhatian orang sekitar.

Keseluruhan headphone Razer Kraken Pro terbuat dari plastik yang gwngnya sedikit membuat Razer Kraken Pro terasa murah. Namun jika sudah dilihat secara seksama finishing build terbilang sangat rapi. Walaupun terbuat dari plastik Razer Kraken Pro tetap dapat memberikan rasa kokoh terutama ketika saat kamu meregangkan headphone ini untuk dipakaikan ke kepala. Tidak ada rasa bahwa headphone ini akan rusak dan kamu juga tidak perlu merasa terlalu berhati-hati dalam penggunananya. Secara build quality Razer Kraken Pro terbilang solid namun akan lebih keren jika bisa mencampurkan bahan lain seperti aluminium untuk menghilangkan kesan terlalu plastik (mainan).


Menggunakan plastik sebenarnya datang dengan keuntungannya sendiri yaitu ringan. Dibandingkan dengan SteelSeries V2 yang memiliki berat 680 gram, Razer Kraken Pro memiliki berat  yang jauh lebih ringan yaitu 293 gram. Yang kita inginkan adalah headset yang ringan sehingga nyaman dan tidak membebani kepala terlalu berat terutama dalam pemakaian yang lama.

Razer menyebut Razer Kraken Pro sebagai headset paling nyaman yang pernah ada dan ini sebenarnya sangat sulit untuk dibuktikan. Tapi gw bisa katakan bahwa memang Kraken Pro ini nyaman untuk digunakan. Earpad yang dimiliki headset ini tebal dan empuk, sehingga menempel dengan nyaman ke area telinga. Namun gwngnya diameter earpad terbilang cukup kecil sehingga terasa sangat pas-pasan dengan kuping dan tidak meninggalkan banyak ruang.

Saat digunakan secara maraton 4 jam, Razer Kraken Pro ini terasa nyaman dan ada beberapa saat dimana kamu hampir tidak merasa menggunakan headset sama sekali. Namun setelah beberapa jam kamu harus membuka headset untuk membiarkan udara masuk dan mendinginkan kuping beberapa menit.

Razer Kraken Pro juga mempunyai tingkat pengaturan panjang frame yang dapat diatur dengan menarik driver ke arah bawah. Selain itu driver pun dapat ditekuk ke dalam sehingga lebih ringkas dan tidak memakan banyak tempat jika ingin dibawa untuk berpergian.

Microphone
Perbedaan antara Razer Kraken Pro dengan versi Kraken biasa adalah ketersediaan microphone. Razer Kraken Pro menyediakan microphone yang dapat kamu tarik keluar sehingga jika sedang tidak digunakan maka microphone tidak akan mengganggu dan bahkan tidak terlihat. Yang gw suka juga adalah microphone ini dapat dibengkokkan ke arah manapun seperti membengkokan sebuah kawat sehingga kamu dapat membengkokkan mic ke dekat mulut dengan bebas.


Kualitas microphone terbilang biasa saja dan berfungsi dengan baik. SteelSeries Siberia V2 mempunyai sensitivitas microphone 2 dBV/Pa lebih baik dari pada Razer Kraken Pro namun dalam ruangan yang sepi itu tidak akan membuat banyak perbedaan. Semakin tinggi sensitifitas maka semakin baik karena dengan mengeluarkan suara dengan pelan pun microphone sudah dapat menangkapnya.

Razer Kraken Pro tidak memiliki pengatur suara yang terintegrasi, ini berarti kamu harus mengecilkan atau membesarkan suara lewat PC atau gadget yang sedang kamu pakai. Bagi beberapa orang ini mungkin fitur yang cukup penting namun bagi gw pribadi sebuah kabel yang ringan tanpa controller adalah pilihan yang lebih praktis.

Sound Quality

Teman Baik Para Gamer
Jika kamu mengerti tentang audio maka gw akan katakan bahwa Razer Kraken Pro memiliki karakteristik v-shaped dimana low dan high sangat terasa namun dengan pengorbanan mid yang terasa laid back. Dengan kata lain Razer Kraken mempunyai penekanan di bass dan treble namun suara vokal terasa jauh dan tidak terlalu jelas.


Saat digunakan untuk memainkan Call of Duty: Ghost, Razer Kraken Pro terasa seperti teman baik. Suara tembakan dan ledakan begitu terasa dan begitu juga dengan langkah kaki pemain lain yang sedang berjalan di dekan kamu. Ini jelas akan membantu kamu dalam bermain dan menentukan posisi musuh. Separasi suara juga terdengar cukup jelas sehingga jika ledakan dan pemain berlari di belakang kamu terjadi secara bersamaan maka kamu tetap akan dapat membedakannya, gwngnya penekanan di bass dan treble meninggalkan mid (vokal) di belakang sehingga suara teriakan dan pemandu akan sedikit terasa jauh atau lebih kecil (laid back) dibanding suara lain, tapi tidak sampai tingkatan yang dapat mempengaruhi performa bermain kamu.

Kebanyakan game dan film mengkamulkan jumlah bass yang banyak dan Razer Kraken Pro terbilang mampu untuk mengatasi bass tanpa distorsi walaupun kamu kencangkan volume ketingkat tinggi sekalipun.

Cocok Untuk Pendengar Musik Kasual
Dengan sistem microphone yang dapat ditarik ke dalam dan juga kabel 1 meter yang disediakan, Kraken Pro sebenarnya terbilang cocok juga dipakai oleh katakanlah smartphone atau laptop. Namun jangan harapkan sebuah pengalaman luar biasa jika kamu berencana menggunakan headset ini untuk mendengarkan musik. Sebagai permulaan Razer Kraken Pro tidak memiliki karaktersitik flat sehingga musik yang mengkamulkan vokal akan terasa kurang greget. Bedakan antara musik yang mengkamulkan vokal dengan musik pop, sementara musik pop memiliki vokal sepanjang durasi namun suara alat musik juga terbilang dominan.


Untuk tipe musik rock, pop dan musik lain yang mengkamulkan beat maka Razer Kraken akan terasa pas dan hidup. Namun untuk lagu yang mengkamulkan vokal, kamu mungkin akan mendengar suara yang tidak terdengar alami, suara lower-mid akan terdengar terlalu bassy (nge-bass), dan bagian vokal akan terasa jauh dan lemah seolah-olah sang penyanyi tidak berada di depan kita. Adilnya Razer Kraken Pro adalah sebuah headset gaming, so jangan lupakan fungsi utamanya.

Verdict
Jika kamu sebelumnya menggunakan headset di bawah 500 ribuan maka Razer Kraken Pro adalah upgrade yang menyenangkan baik untuk bermain game, menonton dan mendengarkan musik pop & rock. Headphone yang satu ini terhitung nyaman dan tidak membuat kuping sakit selama dipakai berjam-jam. Razer Kraken Pro dijual dengan harga sekitar 900 ribu-an, dan jika kamu tidak membutuhkan fungsi microphone maka kamu dapat membeli Razker Kraken biasa dengan harga yang lebih murah (sekitar Rp. 200.000 lebih murah).

Pros:
Microphone yang dapat ditarik ke dalam dan dibengkokkan ke segala arah | Ringan, nyaman dan terlihat sangat Razer | Kualitas suara pas untuk gaming dan movie, terdengar dramatis dengan setting v-shapped  
Cons:
Untuk headphone 1 juta, Razer Kraken harusnya dapat mengkombinasikan bahan yang tidak 100% plastik | Fitur yang ditawarkan sangat mendasar, tanpa volume control atau 5.1 surround sound

credits to : techinasia

Sunday, 21 June 2015

Games Android Critical Mission: SWAT



Banyak sekali game First Person Shooter yang bertebaran di Play Store dan yang paling bernuansa keren mungkin masih diduduki game kelas atas sejenis call of duty, d-day, dan sebagainya. Namun ada juga game yang tidak kalah serunya dari itu semua dan memiliki maps yang cukup banyak serta gameplaynya yang sangat menyerupai Counter Strike. Yang paling menonjol yaitu fitur map yang bisa didownload

Pentingnya ROOT dalam Ponsel




Tips dan Tricks kali ini akan membahas fungsi pentingnya ROOT dalam Ponsel. Dalam bahasa ponsel Android, ROOT adalah salah satu cara untuk mendapatkan akses penuh terhadap semua file termasuk sistem, kegunaan root tidak hanya untuk memanipulasi sesuatu, namun juga berguna untuk memperbaiki suatu kesalahan pada ponsel itu sendiri. Kemungkinan besar pasti sudah banyak yang tahu tentang

Wednesday, 17 June 2015

Review Evercoss A7Z





Info Review dan spesifikasi Evercoss A7Z, Android Quad Core 5 Inci
Tak sedikit orang pengguna Smartphone Android mengeluhkan jika baterainya cepat habis apakah Anda sudah mencoba Smartphone yang satu ini Evercoss A7Z hadir dengan baterai berkapasitas 3250 mAH yang membuatnya dapat digunakan lebih lama jika dibandingkan smartphone sekelasnya. Bagi pengguna yang tidak terlalu suka membawa

Tuesday, 16 June 2015

Smartphone akan Segera Saingi Kamera DSLR




Info Technoged. Teknologi Smartphone berkembang dengan pesat sesuai dengan permintaan pasar
para produsen sampai-sampai memasang dual kamera hanya untuk menarik perhatian pada konsumen
pasar. Tak luput dua pabrikan besar Apple dan Samsung juga akan mengimplementasikan teknologi dual kamera ini lho.

Meski seri iPhone 6 dan iPhone 6 Plus serta Galaxy S6 dan S6 Edge didapuk sebagai smartphone

Monday, 15 June 2015

Review Smartphone Bluboo X500 Pro







Info Review dan spesifikasi Smartphone Bluboo X500 Pro
Perusahaan berbasis Original Equipment Manufacturer (OEM) asal China, Bluboo, meluncurkan smartphone terbarunya berlabel Bluboo X500 Pro. Tak tanggung-tanggung, Bluboo X500 Pro disebut-sebut akan menjadi pesaing kuat dari Samsung Galaxy S6.Bluboo X500 Pro diungkapkan memiliki desain premium, seperti halnya penggunaan panel LCD Super

Saturday, 13 June 2015

Samsung Released Tablet yang bisa dilipat




Technoged. Setelah beberapa waktu lalu Samsung dikabarkan mematenkan teknologi smartphone lipat, kali ini perusahaan asal Korea Selatan tersebut kembali mematenkan sebuah tablet yang dapat dilipat di tiga bagian.

Seperti kutipan di media Slash Gear. Samsung telah mempatenkan desain tablet yang bisa dilipat menjadi tiga bagian kepada Kantor Properti Intelektual Korea Selatan. Samsung

Review Smarphone Huawei P8 Lite





Info Review dan spesifikasi Smartphone Huawei P8 Lite
Pabrikan lokal dikabarkan telah diluncurkan secara resmi oleh perusahaan smartphone asal Tiongkok Huawei beberapa waktu lalu yang hadir dengan dukungan spesifikasi menarik. Ponsel cerdas pabrikan Huawei tersebut bakal menyasar segmen kelas menengah yang kini semakin banyak diminati konsumen global.

Smartphone Huawei P8 Lite hadir dengan

Tips Memilih Power Bank untuk Gadget Anda




Tips Tricks. Banyaknya Power bank yang beredar di pasaran mulai yang biasa sampai yang unik untuk bisa menarik perhatian Anda ingin membelinya. Sedangkan pasaran semartphone gadget sudah banyak sekali sampai sampai ada yang mengatakan membeli gadget sama halnya dengan membeli kacang di warung. Hal ini terjadi karena tidak produk itu tersebut bukan hanya berfungsi sebagai suatu trend mode
Source