Pages

Wednesday, 10 June 2015

Smartfren Akan Hadirkan 5 Serian Baru Smartphone 4G




Sahabat technoged, kali ini Smartfren akan segera hadirkan beberapa serian baru dengan teknologi 4G LTE. Tak tanggung-tangung, mereka langsung merilis 5 Smartphone Android LTE dengan harga dan spesifikasi berbeda-beda. Kelima model itu adalah Andromax R, Andromax Q, Andromax Qi, Andromax Ec dan Andromax Es.

Yang paling menarik dari kelimanya adalah Smartfren Andromax R. Smartphone ini

[INFO] Jenis Cherry MX Switch dan Detilnya

Beberapa waktu lalu gue pernah posting tentang apa itu mechanical keyboard secara umum. Pada kesempatan kali ini gue akan membahas lebih detil mengenai bagian penting yang ada di mechanical keyboard, yakni switchnya. Switch yang akan gue bahas di sini adalah switch Cherry MX, karena switch ini merupakan switch terbaik pada mechanical keyboard, dan sudah populer serta digunakan pada banyak merk mechanical keyboard.

Cherry MX adalah switch yang digunakan pada mechanical keyboard. Pertama kali diperkenalkan pada tahun 7 November 1983 dan hanya terdapat variant tertentu saja. Hingga saat ini banyak variant Cherry MX yang mana memiliki feel yang berbeda pula pada setiap jenisnya. Jenis Cherry MX dibedakan berdasarkan warna stem-nya.

Switch yang secara umum terdapat pada pasaran mechanical keyboard dan ada di Indonesia adalah red, blue, brown, black, green, clear, dan white switch. Berikut merupakan penjelasan lengkap mengenai masing-masing switch tersebut.


Cherry MX Red Switches

Cherry MX Red Switches

Gaya yang diperlukan: 45g
Feeling yang diberikan: Light, linear, non-tactile, non-clicky
Suara: tidak terdengar kecuali pemilik telinga sensitif, hanya bersuara ketika bottoming-out
Keuntungan: Ringan (beberapa orang senang dengan tombol yang ringan), tidak berisik
Kerugian: Ringan (bagi yang memiliki jari super berat, bisa ada tombol yang terpencet secara tidak sengaja - very rare case), dan membosankan, karena tidak ada feel
(terutama yang suka bunyi-bunyian) apa pun yang diberikan.

Cherry MX Blue Switches

Cherry MX Blue Switches


Gaya yang diperlukan: 50g
Feeling yang diberikan: Light, tactile, dan clicky (seperti menekan bolpen, saat ujung pulpennya keluar, ada suara click yang diberikan kan? Seperti itu juga feelnya)
Suara: cukup keras, high pitched sound
Keuntungan: Ringan, kita tahu kapan tombol yang kita tekan sudah benar-benar ter-register, suara yang diberikan (beberapa orang senang dengan bunyinya), dan rasa clickynya
Kerugian: Suara yang diberikan (beberapa orang tidak tahan dengan bunyinya)

Cherry MX Brown Switches

Cherry MX Brown Switches

Gaya yang diperlukan: 45g
Feeling yang diberikan: Light, tactile, non-clicky
Suara: hampir tidak terdengar kecuali pemilik telinga sensitif, hanya bersuara ketika bottoming-out
Keuntungan: Ringan (beberapa orang senang dengan tombol yang ringan), tidak berisik
Kerugian: Ringan (bagi yang memiliki jari super berat, bisa ada tombol yang terpencet secara tidak sengaja - very rare case), dan membosankan, karena tidak ada feel 
(terutama yg suka bunyi2an) apa pun yang diberikan.

Cherry MX Black Switches

cherry mx black switches

Gaya yang diperlukan: 60g
Feeling yang diberikan: Medium stiff, linear, non-tactile, non-clicky (seperti sewaktu kita menekan bolpen, sebelum ujung bolpennya keluar, ada per yang menahan tekanan kita kan? Seperti itu juga feelnya)
Suara: non-existent kecuali suara per dan suara ketika bottoming out
Keuntungan: Berat (meminimalisir, sangat, kecelakaan tombol yang terpencet secara ga sengaja), tidak berisik, feel yang unik
Kerugian: Berat (beberapa orang tidak betah mengetik menggunakan black switch)


Cherry MX Clear Switches


Gaya yang diperlukan: 65g
Feeling yang diberikan: Medium stiff, tactile, non-clicky (seperti brown switch tapi lebih berat)

Suara: 
hampir tidak terdengar kecuali pemilik telinga sensitif, hanya bersuara ketika bottoming-out
Keuntungan: Tidak terlalu berat, 
tidak berisik
Kerugian: Membosankan, karena tidak ada feel (terutama yg suka bunyi2an) apa pun yang diberikan.

Cherry MX Green Switches



Gaya yang diperlukan: 80g
Feeling yang diberikan: Medium stiff, tactile, clicky 
(seperti menekan bolpen, saat ujung pulpennya keluar, ada suara click serta ada per yang menahan tekanan kita kan? Seperti itu juga feelnya)
Suara: 
cukup keras, high pitched sound, hard click
Keuntungan: Berat 
(meminimalisir, sangat, kecelakaan tombol yang terpencet secara ga sengaja)kita tahu kapan tombol yang kita tekan sudah benar-benar ter-register, suara yang diberikan (beberapa orang senang dengan bunyinya), dan rasa clickynya
Kerugian: Berat, suara yang diberikan lebih keras daripada blue switch


Cherry MX White Switches


Gaya yang diperlukan: 80g
Feeling yang diberikan: Medium stiff, tactile, clicky 
(seperti menekan bolpen, saat ujung pulpennya keluar, ada suara click serta ada per yang menahan tekanan kita kan? Seperti itu juga feelnya)
Suara: 
soft click
Keuntungan: Berat 
(meminimalisir, sangat, kecelakaan tombol yang terpencet secara ga sengaja)kita tahu kapan tombol yang kita tekan sudah benar-benar ter-register, rasa clickynya, serta suara yang diberikan lebih pelan daripada green switch dan blue switch, 
Kerugian: Berat, suara yang diberikan meskipun pelan



Yap sejauh ini ada 6 switch yang umum beredar di Indonesia pada brand-brand tertentu. Namun dari penjelasan yang gue berikan, mungkin kamu masih bingung atau susah membedakan feel yang diberikan oleh tiap-tiap switch, maka dari itu "praktek lebih penting daripada teori", kamu lebih baik mencoba secara langsung tiap-tiap switch agar bisa benar-benar merasakan feel yang diberikan sehingga kamu paham perbedaan tiap switchnya. Akhir kata gue membuat postingan ini hanya untuk perkenalan awal dari perbedaan tiap switch, selebihnya bisa kalian coba langsung tester switch atau mechanical keyboard teman atau ke toko gaming.

Sumber : Gadget Mall Center

Tuesday, 9 June 2015

Tips Mengetahui Batrai iPhone Masih Bekerja Normal apa tidak




Tips Tricks kali ini untuk mengetahui tanda-tanda apakah batrai pada iPhone Anda normal apa tidak. Baterai memang induk dari segalanya jutaan aplikasi Android siap menguras tenaga baterai kamu dengan tiba-tiba. Ada baiknya kita bisa mengetahui tanda-tanda dari baterai iPhone yang bocor atau rusak. Setidaknya kita bisa mendeteksi secara dini, bilamana baterai iPhone kita bocor, yang tentu saja

Sunday, 7 June 2015

Review Tablet Dell Venue 10 7000





Info Review dan spesifikasi Tablet Dell Venue 10 7000
Dell, salah satu pabrikan ternama di ranah pasar notebook kali ini melansir produk tablet Android berjudul Dell Venue 10 7000. Tablet ini tampaknya diperuntukkan bagi segmen high-end, yang terlihat dari fitur dan spesifikasi yang melekat padanya.

Pertama dari sisi layar, dimana Dell Venue 10 7000 menyematkan layar OLED 10.5 inci

Review Tablet Acer Iconia One 8






Info Review dan spesifikasi Tablet Acer Iconia One 8
Acer melansir produk baru berlabel Iconia One 8 (B1-820), yang merupakan tablet tablet PC berbanderol terjangkau dengan dukungan layar IPS 8 inci beresolusi 1280x800 piksel. Teknologi layarnya "Zero Air Gap", yang lebih jernih dan responsif.

Acer Iconia One 8 tampil dalam dandanan cukup tipis, berketebalan bodi 9,5mm. Dapur pacunya

Tips Membedakan Samsung Galaxy S4 Ori VS Supercopy




Tips dan Tricks membedakan Samsung Ori dengan Supercopy. Samsung Galaxy S4 merupakan smartphone flagship besutan Samsung yang termasuk dalam seri jajaran keluarga smartphone Galaxy S. Namun karena harganya yang masih cukup tinggi, belakangan ini banyak ditemukan Samsung Galaxy S4 Palsu atau biasa disebut Supercopy yang di bandrol dengan harga jauh lebih murah. berhubungan dengan hal tersebut

Saturday, 6 June 2015

Tips Tricks Penyebab Cepat Rusaknya Baterai Laptob dan Cara Perawatannya




Tips Tricks Penyebab Cepat Rusaknya Baterai Laptob dan Cara Perawatannya mau tau, Jaman sekarang jamannya simple mudah dan praktis itu yang dimau oleh konsumen pasar karena itulah produsen beralih ke laptob yang menggantikan komputer PC tapi tak sedikit orang mengeluhkan jika menggunakan laptob baterai cepat drop.

Nah kali ini saya akan menjabarkannya disini. Banyak faktor penyebab akan hal

Friday, 5 June 2015

[REVIEW] Ducky Shine 4 Black Case Green Switch Mechanical Keyboard

Awal tahun 2015 kemarin Ducky Shine 4 resmi masuk di Indonesia, untuk announcement dari Ducky sih udah agak lama bahkan sempat merilis prototype dengan desain knop untuk mengatur LED. Pada versi final ini alias public release knop itu sudah ditiadakan sehingga terlihat lebih classic tapi tetap dengan modern look. Oke seperti apa perform dari Ducky Shine 4 ini dan apakah worth untuk upgrade dari Ducky Shine 3 yang sudah rilis setahun yang lalu ? Mari kita lihat :D

Spesifikasi

• Model: DKSH1408SD
• Type: Mechanical Keyboard
• Switch: Cherry MX mechanical switches
• Interface: USB 2.0
• LED: Dual Color LEDs
• Keycap material: ABS
• Legend printing: Lasered
• Dimensions: 460x154x34mm
• Weight: 1200g
• Origin of Production: Taiwan

Packaging

Pada Ducky Shine 4 ini menggunakan box dengan desain yang lebih segar dan colorful dimana untuk seri Ducky sebelumnya masih menggunakan box warna hitam.





Menggunakan Cherry MX Green

Seperti biasa ada plastik mika untuk melindungi keyboard

Ada extra keycaps WASD, kabel mini usb, dan keypuller

Dan terakhir manual book dan juga warranty card

Packaging yang simple dari Ducky dan kebanyakan mechanical keyboard lainnya.

Desain & Fungsi

Desain dari Ducky Shine 4 ini menurut gue ada perubahan ketimbang Shine 3 dimana pada Shine 4 ini terlihat lebih modern. Untuk material sendiri masih terbuat dari plastik namun untuk body atas menggunakan coating brush metal



Pada bagian bawah keyboard terdapat gambar Ducky yang menurut gue unik karena tidak terdapat pada seri sebelumnya.



Sudut dari Shine 4 sendiri juga terlihat lebih modern.



Perubahan lainnya ada pada desain keyboard feet dimana mengambil desain detachable jadi bisa dicabut pasang. Untuk ketinggian keyboard menurut gue lebih rendah dari Shine 3.



Bentuk juga dapat gue bilang memiliki desain yang lebih tegas namun tetap terlihat keren.











Untuk kabel manajemen, tidak terdapat lagi alur kabel sehingga harus melalui sisi tengah, menurut gue pribadi fitur manajemen kabel sangat berguna agar lebih rapi dan entah kenapa Ducky menghilangkannya.





Dan seperti biasa terdapat dip switch dibawah untuk mengatur fungsi dari keyboard.



Untuk bahan dari keycaps masih menggunakan material ABS yang menjadi standart LED keyboard. Tidak terdapat perbedaan kualitas dibanding dengan pada Shine 3. Yang menjadi perbedaan yaitu paling mencolok pada desain spacebar mengambil tema Year of The Horse yang menjadi ciri khas Ducky untuk mengeluarkan keyboard bertema shio Chinese setiap tahunnya.



Shine 4 yang gue review ini menggunakan Cherry MX Green dimana memiliki actuation force 80g, terasa berat saat digunakan. Mungkin ada yang bertanya seperti apa feel dari Green Switch ini, bisa gue katakan seperti Blue Switch, memliki karakter tactile & clicky namun lebih berat dari Blue Switch. Perbandingannya yaitu Green forcenya 80g sedangkan Blue forcenya 50g. Walau terasa lebih berat namun gue rasa lebih mantap dan lebih solid ketika menggunakan Green ketimbang Blue, kembali ke selera masing-masing saja kalau yang ini :D



Seperti biasa keyboard Ducky pasti memiliki fitur LED yang menjadi value penjualannya. Dan yes di Shine 4 ini sudah mengadopsi fitur Dual LED Red Blue sehingga tidak ada lagi kebingungan memilih LED seperti jaman Shine 3 yang memiliki banyak pilihan LED. Minusnya disini, warna LED hanya sebatas perpaduan Red & Blue saja, sehingga tidak mungkin menghasilkan warna yang dulu ada pada Shine 3 seperti White, Green dan Orange. Nilai positifnya lagi, fitur seperti Raindrop LED semakin colorful ketimbang yang masih menggunakan single LED seperti Shine 3.



Shine 4 sendiri memiliki fungsi yang untuk menggunakannya tidak perlu menginstal driver pada komputer karena sudah terintegrasi pada processor keyboardnya, point plus disini juga.
Fungsi tersebut terintegrasi pada row atas.

Berikut penjelasan fiturnya :



FN + F1 - F4 = Mengatur Repeat Delay (1x - 8x)
FN + ALT + F1 - F4 = Mengatur Repeat Rate (1x - 8x)



FN + F5 = Mengatur Color A (Red).
FN + F6 = Mengatur Color B (Blue).
FN + F8 = Mereset settingan A dan B.



FN + F9 = Mengaktifkan Advanced Color Mixing, artinya user sendiri yang akan mengatur kombinasi warna, dikombinasikan dengan FN + F5-F6.
Pada Advanced Color Mixing, variasi gerak LED terbatas seperti pada Shine 3 dimana hanya dapat menggunakan 1 warna LED saja untuk seluruh tombol.
Fitur itu yaitu :

1. 100% Backlight Mode.
2. Breathing Mode.
3. Wave Mode.
4. Snake Marquee Mode.
5. Reactive Mode.
6. Ripple Mode.
7. Aurora Mode.
8. Backlight Off.

FN + F10 = Mengaktifkan Preset Color Mixing, jadi kombinasi warna sudah diatur dari pabrik dan tidak perlu repot lagi untuk mengatur warna :D.

Sedangkan pada Preset Color Mixing menggunakan kombinasi 2 warna sehingga lebih colorfull untuk tiap tombol.
Fiturnya yaitu :

1. Color Cycling Mode.
2. Wave Mode.
3. Snake Marquee Mode.
4. Raindrop Mode.
5. Reactive Mode .
6. Ripple Mode.
7. Aurora Mode.
8. Backlight Off.

FN + F11-F12 = Menyimpan custom LED ke internal memory.

Dan seperti biasa ada fitur multimedia dan juga tombol shortcut ke aplikasi yang terintegrasi.





Build Quality

Build dari Shine 4 ini kesan pertama gue terasa ringan, lebih ringan dari Shine 3 dan juga lebih ringan jauh dari Ducky YOTH gue. Shine 4 menggunakan dual layer PCB dengan steel backplate mount dimana sudah terkenal solid untuk mechanical keyboard. Ada beberapa bagian yang menurut gue kopong yaitu bagian sekitar atas dan bawah arrow, selain dari situ gue tidak menemukan bagian yang kopong lainnya. Dugaan gue yaitu karena dibagian sana ada tempat yang kosong sehingga agak terasa kopong namun tentu saja tidak mengganggu fungsi dan performa dari Shine 4 itu sendiri.



Conclusion

Shine 4 tentu saja hadir untuk menggantikan Shine 3 yang kira-kira sudah berumur 1 tahunan. Dengan upgrade pada sisi Dual LED dan juga fungsi custom yang lebih baik dari Shine 3. Menurut gue upgrade ini sangat signifikan karena memang dari awal Ducky memang bermain pada pasar mechanical LED keyboard sehingga ini adalah ujung tombaknya. Dilihat dari penamaannya ini adalah seri flagship dari Ducky. Ada beberapa pertanyaan yang masuk ke gue mengenai apakah worth membeli Shine 4 ? Bisa gue katakan apabila kamu mengincar fitur LED yang super banyak ini jawabannya tentu saja tentu iya, namun bagaimana apabila sudah memiliki Shine 3 yang lama dan ingin upgrade ? Tergantung dari kamu sendiri apakah sudah cukup puas menggunakan Shine 3 karena jujur dari segi fungsi sendiri tidak ada perubahan yang banyak dari Shine 3 ke Shine 4 tetapi kalau kamu melihat dari sisi upgrade menjadi Dual LED dan beberapa fitur LED menarik lainnya yang menjadi estetika setup kamu pastinya Ducky Shine 4 ini wajib dimiliki :D.



Jujur saja Ducky kreatif kali ini ditengah pangsa pasar yang dimana beberapa pesaing sudah menggunakan fitur RGB, dan karena kontrak Cherry MX RGB LED masih dipegang Corsair, dia dapat menghadirkan fitur Dual LED tanpa harus menggunakan switch lain.



Anyway akhir kata goodjob untuk Ducky yang menghadirkan Shine 4 ini, harapan gue di Shine 5 mungkin lebih improve di sisi konektivitas, wireless maybe ? :p

credits to : darkslay3r
"Kaskus Gaming Gear Area"


Review Asus Zenfone 6





Info Review dan spesifikasi Asus Zenfone 6
Asus Zenfone 6 hadir dengan bodi berukuran 166.9 x 84.3 x 5.5-9.9 mm yang memiliki berat sekitar 200 gram. Dengan layar berukuran 6.0 inch yang dibalut dengan teknologi modern yakni IPS LCD yang mengusung 16 juta warna. Selain itu phablet Zenfone 6 tersebut juga memiliki resolusi HD dengan ukuran 720 x 1280 pixels, serta kepadatan layar sekitar 245

Review Tablet Asus Fonepad 8






 

Info Review dan spesifikasi Tablet Asus ZenPad 8
Setelah muncul berita mengenai tablet android terbaru Asus Fonepad 7, kini kembali muncul informasi terbaru mengenai tablet android generasi terbaru dari pabrikan vendor Asus yang bertajuk Asus Fonepad 8 yang hadir dengan dukungan spesifikasi yang cukup menarik. Lalu seperti apa spesifikasi yang dimilikinya? Kita akan ulas informasi secara

Thursday, 4 June 2015

Review Tablet SpeedUp Pad Slim S5




Info Review dan spesifikasi Tablet SpeedUp Pad Slim S5


Tablet SpeedUp Pad Slim 5S ini merupakan produk terbaru dari brand SpeedUp yang diisukan memiliki berbagai aplikasi menarik di dalamnya. Beberapa produk keluaran SpeedUp yang ternyata diterma dengan positif oleh masyarakat yang mungkin membuat pihak SpeedUp sendiri ingin memberikan sesuatu yang baru dan lebih berkualitas. Tablet Slim 5S

Monday, 1 June 2015

Review Sony Xperia Z3 Compact





Info Review dan spesifikasi Sony Xperia Z3 Compact
Kali ini saya akan mengulas Xperia Z3 compact. Salah satu handphone smartphone yang dirilis sejak pertengahan September 2014 tahun lalu. Tak sedikit hasil survei banyak pecinta Android yang puas akan Smartphone ini

Pada dasarnya, kemunculan Sony Xperia Z3 compact ini dipengaruhi oleh larisnya dan populernya produk Xperia Z compact series
Source