Pages

Monday, 16 February 2015

Review Headset Gaming Plantronics RIG: Satu Paket Audio Lengkap!


Audio mungkin menjadi salah satu elemen yang paling sering dipandang sebelah mata di industri game. Sebagian besar gamer, apalagi mereka yang memiliki platform yang cukup terbuka terhadap peripheral pihak ketiga, lebih sering menjadikan kualitas visual dan gameplay sendiri, sebagai satu-satunya indikator yang harus tampil dalam level paling optimal. Padahal, audio menjadi jendela untuk membangun atmosfer pengalaman yang lebih baik, dari sekedar suara dentingan musik yang menggugah emosi, hingga suara intonasi percakapan yang tentu saja menjadi dasar dari terbangunnya dasar cerita dari game tersebut. Kekuatan inlah yang berusaha ditawarkan oleh salah satu brand perangkat audio ternama – Plantronics yang akhirnya memperkenalkan sang headset gaming terbaru – RIG.

Desain dan Fitur

Berbalut warna hitam yang elegan, Plantronics RIG memang tidak memperlihatkan kesan produk gaming yang kentara. Tidak ada sisi kosmetik yang berlebihan untuk menunjang identitas tersebut.
Berbalut warna hitam yang elegan, Plantronics RIG memang tidak memperlihatkan kesan produk gaming yang kentara. Tidak ada sisi kosmetik yang berlebihan untuk menunjang identitas tersebut.
Ear pad berbahan busa menunjang kenyamanan, namun sayangnya, dengan ukuran ear pad yang tidak cukup lebar untuk menutup keseluruhan telinga.
Ear pad berbahan busa menunjang kenyamanan, namun sayangnya, dengan ukuran ear pad yang tidak cukup lebar untuk menutup keseluruhan telinga.
Akibatnya, ear pada terasa cukup menekan daun telinga dan cukup lelah jika digunakan untuk waktu yang lama.
Akibatnya, ear pada terasa cukup menekan daun telinga dan cukup lelah jika digunakan untuk waktu yang lama.
Jika kita membicarakan Plantronics sebagai sebuah brand, produsen yang satu ini memang cukup terkenal lewat kesederhanaan desain dan kualitas audio yang pantas untuk diacungi jempol. Identitas yang tampaknya cukup banyak berubah di RIG. Dengan desain berwarna hitam sebagai warna dominan dan bentuk yang terhitung proporsional, RIG memang tidak memperlihatkan “kesan” gaming yang kentara sekilas padang. Anda tidak akan bertemu dengan kilatan-kilatan cahaya lampu LED atau sekedar logo bertema garang di setiap sudut headset ini. Untuk urusan desain, RIG memang masih mengusung kesederhanaan produk Plantronics. Namun di sisi fungsi, ia menawarkan begitu banyak fitur, bahkan terhitung kompleks.
Dengan busa sebagai bahan dasar pads, Plantronics RIG memang terlihat jelas menjadikan kenyamanan telinga Anda sebagai salah satu prioritas utama. Build plastik yang ringan dan lebih kokoh juga memperkuat kesan tersebut. Namun sayangnya, untuk kami pribadi, pads ini tidak menutup telinga dengan sempurna dan menyisakan sedikit ruang. Headset ini juga sedikit terasa terik dan tidak nyaman untuk digunakan dalam waktu yang lama. Namun urusan fungsi, Plantronics RIG akan menyediakan lebih dari yang Anda minta. Sebagai sebuah headset gaming, tidak berlebihan rasanya untuk menyebut headset yang satu ini sebagai sebuah perangkat audio lengkap untuk memenuhi semua kebutuhan Anda.
Komitmen Plantronics untuk menawarkan sebuah headset "gaming" memang pantas untuk diacungi jempol. Tidak hanya PC, ia juga bisa digunakan untuk Playstation 3 dan Xbox 360. Ia bahkan menyediakan hampir semua kabel yang Anda butuhkan untuk memfasilitasi hal tersebut.
Komitmen Plantronics untuk menawarkan sebuah headset “gaming” memang pantas untuk diacungi jempol. Tidak hanya PC, ia juga bisa digunakan untuk Playstation 3 dan Xbox 360. Ia bahkan menyediakan hampir semua kabel yang Anda butuhkan untuk memfasilitasi hal tersebut.
Dengan menggunakan bentuk gambar, Anda akan mendapatkan instruksi singkat, jelas, dan padat untuk menggunakan Plantronics RIG di Playstation 3 atau Xbox 360 Anda.
Dengan menggunakan bentuk gambar, Anda akan mendapatkan instruksi singkat, jelas, dan padat untuk menggunakan Plantronics RIG di Playstation 3 atau Xbox 360 Anda.
Satu hal yang mungkin Anda perhatikan sejak membuka kotak Plantronics RIG ini untuk pertama kali, adalah begitu banyak kabel yang ia tawarkan. Untuk menunjang fungsinya sebagai sebuah headset gaming, Plantronics RIG memang fleksibel untuk digunakan di platform gaming manapun yang Anda miliki. Benar sekali, tidak hanya bisa digunakan di PC, Plantronics RIG juga kompatibel untuk konsol generasi saat ini – Playstation 3 dan Xbox 360. Anda juga tidak perlu dipusingkan dengan bagaimana cara untuk membuat fungsi ini bisa dinikmati secara langsung, mengingat manual yang ditawarkan dalam bentuk gambar. Padat, singkat, dan jelas.
Tidak hanya sekedar untuk menunjang kemampuan gaming Anda di beragam platform, Plantronics RIG juga hadir dengan sebuah master control dengan desain yang elegan. Berisikan port penting yang bisa Anda suntikkan dengan perangkat audio yang lain, kehadiran master control ini memberikan ekstra ruang yang bahkan jauh lebih fleksibel. Benar sekali, ia juga didesain untuk memfasilitasi kebutuhan Anda yang juga mengandalkan perangkat mobile sebagai ujung tombak untuk menikmati konten multimedia yang ada. Master control ini memang terlihat cukup kompleks, namun tidak sulit untuk dikuasai. Dengan ekstra satu kabel jack 3.5 mm yang menjuntai pendek, Anda bisa menghubungkan Plantronics RIG ini ke perangkat mobile pintar Anda sekaligus tetap menghubungkannya dengan platform gaming atau PC Anda.
Master control yang juga termasuk dalam paket pembelian ini akan menunjang fungsi Plantronics RIG yang lebih fleksibel.
Master control yang juga termasuk dalam paket pembelian ini akan menunjang fungsi Plantronics RIG yang lebih fleksibel.
Bukan perkara sulit untuk mengenali dan memahami fungsi perangkat ekstra yang satu ini.
Bukan perkara sulit untuk mengenali dan memahami fungsi perangkat ekstra yang satu ini.
Anda bisa menghubungkan perangkat mobile dan gaming Anda lewat master control ini. Kerennya lagi? Anda bisa  mengakses keduanya secara bergantian, semudah menekan switch besar di bagian tengah peripheral ini.
Anda bisa menghubungkan perangkat mobile dan gaming Anda lewat master control ini. Kerennya lagi? Anda bisa mengakses keduanya secara bergantian, semudah menekan switch besar di bagian tengah peripheral ini.
Mobile dan gaming di saat yang sama? Why not!
Mobile dan gaming di saat yang sama? Why not!
Lantas bagaimana cara menikmatinya? Sebuah tombol di tengah berisikan switch besar, memungkinkan Anda untuk mengakses mode mobile dan game secara instan. Dibantu dengan warna lampu LED berwarna orange dan biru sebagai indikator untuk masing-masing mode tersebut, master control ini bahkan memungkinkan Anda untuk menjadikan Plantronics RIG sebagai microphone untuk perangkat mobile Anda. Sementara di mode game? Ada tiga buah setting equalizer pre-set yang bisa diakses dengan hanya menekan tombol equalizer yang ada.
Ada tiga buah mode pre-set equalizer yang juga bisa Anda akses lewat master control tersebut.
Ada tiga buah mode pre-set equalizer yang juga bisa Anda akses lewat master control tersebut.
Sedikit bijaksana mengatur tingkat volume yang ada, karena Anda bisa saja mengganggu kenyamanan orang lain karena suara yang bocor keluar, apalagi jika Anda tengah berada di tempat umum atau keramaian.
Sedikit bijaksana mengatur tingkat volume yang ada, karena Anda bisa saja mengganggu kenyamanan orang lain karena suara yang bocor keluar, apalagi jika Anda tengah berada di tempat umum atau keramaian.
Bagiamana jika Anda hendak menggunakannya sebagai perangkat audio yang mobile? Dengan bentuk yang memang tidak bisa dilipat, memang cukup sulit untuk membawa headset ini ke dalam tas atau media penyimpanan Anda. Ini bisa dimaklumi, karena Plantronics RIG memang tidak didesain untuk hal tersebut. Untungnya, dengan port jack terpisah yang bisa dicabut dan dipasang, Anda bisa memosisikannya sebagai headset multimedia biasa, yang tidak membutuhkan si master control itu sendiri. Satu-satunya kekurangan dari hal ini mungkin terbatasnya volume suara yang bisa dihasilkan dan tentu saja equalizer yang kini bergantung pada perangkat mobile Anda. Namun terlepas dari hal ini, ia tetap menjadi  headset yang bisa diandalkan dan dinikmati. Jangan lupa pula untuk menggunakannya dengan bijaksana, karena suara yang mudah keluar dan mungkin mengganggu kenyamanan orang lain ketika di-set di tingkat volume tertentu.
 

Plantronics RIG, Seberapa Baik?

Plantronics RIG, seberapa baik?
Plantronics RIG, seberapa baik?
Sebagai sebuah headset gaming, Plantronics RIG tentu saja dituntut untuk tidak hanya tampil prima di fungsi utama gaming, tetapi juga melayani kebutuhan multimedia lain seperti musik dan film. Dengan kecepatan internet yang kian tinggi dan harga yang semakin terjangkau, kebutuhan data memang berkembang sangat pesat, terutama dari kebutuhan untuk menikmati film-film dengan definisi terbaik, atau melirik file-file audio di kualitas paling optimal. Mampukah Plantronics RIG memperlihatkan performa yang menawan di sektor yang satu  ini?

Film

Dengan cita rasa Plantronics yang selama ini memang dikenal sebagai salah satu perangkat audio terbaik di pasaran, film-film definisi tinggi tampaknya tidak menjadi masalah yang perlu dirisaukan. Kami sendiri menjajalnya di dua buah film action untuk menangkap seberapa mampu ia menghadirkan atmosfer sinematik yang biasanya Anda temukan di layar lebar. Tugas ini diserahkan ke dua film action ternama – Pacific Rim dan tentu saja – Thor 2: The Dark World. Sebagai film  yang dihiasi pecakapan, suara efek ledakan dan dentingan besi dimana-mana, Plantronics RIG menangkap kualitas detail dengan cukup baik. Percakapan terdengar halus dan jelas, sementara suara efek ledakan yang bombastis juga ditawarkan dengan baik. Hanya saja Anda harus cukup cermat untuk mengatur tingkat volume yang ada lewat master control. Terlalu keras? Anda mungkin akan mendapatkan hasil suara rendah yang pecah dan berdengung.

Musik

Untuk mendapatkan genre yang lebih jelas terkait headset yang satu ini, kami menjajalnya dengan beragam genre musik yang ada. Ada empat lagu yang kami pilih untuk empat buah genre musik yang berbeda: Girl’s Generation – Mr.Mr (Dance), Dir en Grey – Sustain the Untruth (Metal), Gustavo Santaolalla – The Last of Us (Akustik), dan Tricot – Ochanensu-su (Math Rock). Keempat musik ini hadir dalam file MP3 320kbps untuk merepresentasikan kualitas audio paling optimal dengan format yang paling banyak dipilih gamer saat ini. Untuk genre musik yang mengandalkan instrumen seperti The Last of Us dan Ochanensu, Plantronics RIG tampil optimal. Walaupun ruang suara yang ditawarkan terhitung sempit, namun Anda masih bisa menangkap detail suara dengan sangat baik. Sementara untuk musik seperti Mr. Mr dan Sustain the Untruth, Plantronics RIG akan bisa jauh lebih dinikmati di tingkat volume tertentu. Semakin keras suara yang ingin Anda hasilkan, semakin pecah pula suara tinggi yang ada, mengaburkan semua detail yang ingin Anda tangkap. Ingin lebih aman? Anda punya kebebasan untuk memasang headset ini tanpa si master control sembari menyuntikkan software pihak ketiga untuk menghasilkan suara yang lebih optimal, mengingat Plantronics RIG sendiri tidak didukung dengan perangkat lunak untuk memfasilitasi Anda yang punya preferensi suara pribadi.

Gaming

Plantronics RIG tampaknya datang di saat yang tepat ke kantor kami. Di tengah bulan yang kaya dengan game-game yang sangat mengandalkan pada suara, kami berkesempatan untuk menjadikannya sebagai ujung tombak ketika menjajal Titanfall beta dan tentu saja proyek terbaru dari Square Enix – Thief. Di Titanfall, Plantronics RIG pantas mendapatkan acungan jempol, terhitung berhasil menangkap mumpuninya kualitas audio yang disuntikkan Repsawn Entertainment di game berbasis multiplayer ini. Kemampuannya untuk melemparkan detail suara yang baik terbayarkan ketika kami bisa mengenali suara derap kaki pasukan musuh yang tengah naik ke atas Titan kami, ketika sebagian besar gamer, mungkin harus menunggu notifikasi dari AI untuk mengenali “gejala berbahaya” ini. Sementara di dunia Thief yang begitu tenang dan sensitif terhadap suara, kemampuan menawarkan detail ala Plantronics RIG menjadi ujung tombak yang sangat membantu. Anda bisa mendengar jelas suara derap kaki atau percakapan yang tengah berlangsung di sekitar Anda. Walaupun harus diakui, atmosfer sinematiknya sendiri tidak terasa mumpuni.

Kesimpulan

Bertolak belakang dari identitasnya yang selama ini memang sering dicitrakan sebagai perangkat audio mumpuni yang sederhana, Plantronics RIG tampil lebih kompleks. Desain yang cukup nyaman dan minim aksesoris memang masih memperkuat citra tersebut. Namun Plantronics RIG menawarkan begitu banyak fungsi yang membuatnya tampil sebagai headset berpaket lengkap, untuk semua kebutuhan multimedia, terlepas dari platform apapun yang Anda miliki
Bertolak belakang dari identitasnya yang selama ini memang sering dicitrakan sebagai perangkat audio mumpuni yang sederhana, Plantronics RIG tampil lebih kompleks. Desain yang cukup nyaman dan minim aksesoris memang masih memperkuat citra tersebut. Namun Plantronics RIG menawarkan begitu banyak fungsi yang membuatnya tampil sebagai headset berpaket lengkap, untuk semua kebutuhan multimedia, terlepas dari platform apapun yang Anda miliki
Bertolak belakang dari identitasnya yang selama ini memang sering dicitrakan sebagai perangkat audio mumpuni yang sederhana, Plantronics RIG tampil lebih kompleks. Desain yang cukup nyaman dan minim aksesoris memang masih memperkuat citra tersebut. Namun Plantronics RIG menawarkan begitu banyak fungsi yang membuatnya tampil sebagai headset berpaket lengkap, untuk semua kebutuhan multimedia, terlepas dari platform apapun yang Anda miliki. Dengan sebuah master control yang cukup mudah dipahami (selama Anda mengerti manual yang ada), Anda mendapatkan fleksibilitas ekstra untuk memanfaatkan Plantronics RIG di platform yang Anda inginkan, baik mobile maupun gaming, bahkan menggunakan keduanya sekaligus. Tidak hanya mendukung PC, Plantronics RIG juga menyediakan serangkaian kabel yang dibutuhkan untuk memaksimalkannya di perangkat gaming yang lebih tertutup seperti Playstation 3 dan Xbox 360.
Sayangnya, ada beberapa kekurangan yang mungkin pantas untuk dicatat dari headset yang satu ini. Pertama adalah perangkat lunak pendukung untuk menghasilkan kualitas suara yang sesuai dengan preferensi pribadi Anda sendiri. Anda hanya akan disuguhkan sebuah tombol equalizer kecil yang hanya memuat tiga buah preset suara. Ia juga sangat bergantung pada volume standar yang biasa Anda gunakan untuk menikmati konten multimedia yang ada. Memainkannya di level yang terlalu keras, maka Anda terkadang menemukan suara tinggi yang pecah, yang secara otomatis mengaburkan kualitas detail suara yang lain.
Plantronics RIG sendiri ditawarkan di range harga Rp 1.320.000,-.

sumber : jagatplay.com

Review Logitech G502 – Proteus Core: Beradaptasi dengan Kebutuhan Anda!


Logitech G502 - Proteus Core
Logitech G502 – Proteus Core
Memilih sebuah perangkat gaming yang sesuai dengan kebutuhan gaming kita memang bukan perkara yang mudah. Sebagai produk yang tujuan utamanya menawarkan kenyamanan paling optimal untuk sebuah aktivitas yang bisa dilakukan selama berjam-jam tanpa henti, peripheral gaming memang menjadi elemen yang sangat krusial. Masalahnya, tidak semua produk ini akan mampu memfasilitasi apa yang Anda inginkan, dengan beragam kelemahan yang tentu menjadi bahan pertimbangan untuk memilih satu di antara varian yang ada. Di sebagian besar skenario, Anda yang harus beradaptasi dengan keterbatasan peripheral ini. Namun di Logitech G502 – Proteus Core, berkebalikan. Teknologi yang disuntikkan oleh Logitech membuat mouse ini mampu beradaptasi dengan kebutuhan gaming Anda.

Desain dan Fitur

Kesan yang elegan dan balutan warna hitam dan desain yang terlihat futuristik di bagian depan, Logitech G502 - Proteus Core memperlihatkan identitasnya sebagai peripheral gaming dengan kuat.
Kesan yang elegan dan balutan warna hitam dan desain yang terlihat futuristik di bagian depan, Logitech G502 – Proteus Core memperlihatkan identitasnya sebagai peripheral gaming dengan kuat.
Secara kasat mata, gamer manapun yang melihat wujud fisik Logitech G502 – Proteus Core akan dengan mudah menetapkannya sebagai sebuah peripheral gaming. Desain oval dengan sedikit ekstra thumb rest di bagian kanan memang memperlihatkan bahwa desainnya dibangun dengan fokus untuk menawarkan kenyamanan, di luar sisi kosmetik yang juga terasa kentara. Tidak ada logo atau beragam pola yang “membanjiri” mouse ini, hanya warna hitam legam nan elegan yang membalut keseluruhan mouse berbahan dasar plastik dengan karet di kedua sisi ini. Sebuah logo dengan huruf G besar berada di bagian sisi kiri.
Seperti sebagian besar mouse gaming saat ini, Logitech G502 – Proteus Core juga menyematkan begitu banyak ekstra tombol selain tiga tombol fungsi utama yang tentu saja harus dimiliki oleh sebuah mouse, gaming ataupun tidak. Di sisi kiri, ia hadir dengan 5 tombol berbeda yang masing-masing darinya tentu saja menawarkan fungsi yang berbeda satu sama lain. Dua tombol sebagai jalan pintas untuk mengakse fungsi back dan forwarda, dan ekstra tombol lainnya untuk mengatur sensitivitas. Lampu LED yang disuntikkan juga tidak berlebihan untuk menawarkan sisi kosmetik, dengan satu di bagian logo dan lainnya sebagai indikator tingkat sensivitas yang tengah Anda gunakan. Di tengah juga dimuat satu tombol untuk mengubah sifat scroll wheel ke dalam dua mode yang berbeda.
Dari sisi kosmetik, ia memang tidak menawarkan banyak pernak-pernik, selain lampu LED di logo utama dan indikator sensitivitas.
Dari sisi kosmetik, ia memang tidak menawarkan banyak pernak-pernik, selain lampu LED di logo utama dan indikator sensitivitas.
Beragam tombol ekstra di bagian kiri untuk mengakses beragam fungsi secara instan.
Beragam tombol ekstra di bagian kiri untuk mengakses beragam fungsi secara instan.
Dua tombol kecil ekstra disematkan di bagian tengah.
Dua tombol kecil ekstra disematkan di bagian tengah.
Lantas, spesifikasi lengkap seperti apa yang diusung oleh Logitech G502 – Proteus Core ini?
  • Resolution: 200 -12.000 dpi
  • Max. Acceleration: >40G
  • Max. Speed: >300 ips
  • USB data format: 16 bits/ axis
  • USB report rate: 1000 Mz (1 ms)
  • Microprocessor: 32 bit
  • Buttons Durability: 20 million clicks
  • Feet Durability: 250 kilometers
  • Weight: 168 grams (with cable)
  • Length: 132mm
  • Width: 75mm
  • Height: 40mm

Logitech G502 – Proteus Core, Seberapa Nyaman?

Logitech G502 - Proteus Core, Seberapa Nyaman?
Logitech G502 – Proteus Core, Seberapa Nyaman?
Untuk sebuah mouse gaming, Logitech G502 – Proteus Core tidak lantas sekedar menawarkan fungsi tanpa menawarkan kenyamanan yang pantas untuk dilirik. Untuk gamer yang  menjadikan tangan kanan mereka sebagai tangan utama, mouse yang satu ini menawarkan kenyamanan yang Anda butuhkan untuk mendapatkan grip yang lebih kuat. Bahan karet yang digunakan di kedua sisi menjamin hal tersebut, serta meminimalisir kesalahan gerak yang mungkin saja muncul karena keringat berlebih. Desain futuristik yang disematkan pada beragam tombol ekstra di bagian kiri tidak lantas membuat Logitech G502 – Proteus Core ini terasa canggung. Semua tombol ini bisa diakses dengan cukup mudah dan akurat. Permasalahan dari penempatan seperti ini hanya satu – ekstra celah yang tentu saja berpontesi menarik debu berlebih yang sulit untuk dibersihkan.
Lantas, apa yang membuat kami menyimpulkan Logitech G502 – Proteus Core sebagai sebuah mouse yang mampu beradaptasi dengan beragam kebutuhan gaming Anda? Kita tidak hanya membicarakan sensasi dan akurasi feedback yang Anda dapatkan setiap kali mengeksekusi perintah, tetapi juga pada fakta bahwa Logitech memastikan G502 ini memfasilitasi beragam jenis gamer yang tentu saja berbeda satu sama lain. Begitu banyak hal yang bisa Anda modifikasi di sini untuk mencapai hal tersebut, baik dari sisi perangkat kerasnya sendiri ataupun perangkat lunak pendukung. Logitech G502 – Proteus Core memberikan kebebasan untuk menentukan sendiri mouse gaming seperti apa yang Anda inginkan.
Kita membicarakan kemampuan sang sensor utama yang mampu menawarkan range sensivitas super luas, dari 200  – 12.000 dpi, dengan tingkat akurasi gerakan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dibagi ke dalam berbagai profile dan jenjang, dengan hanya menggunakan satu tombol sederhana yang ada, Anda bisa mengakses varian sensitivitas tersebut secara real-time. Anda membutuhkan gerak kamera yang responsif ketika bermain game-game FPS kompetitif dengan kecepatan yang tinggi? Logitech G502 – Proteus Core mampu memfasilitasi hal tersebut. Sensasi bahwa ia bisa diandalkan juga mengakar ketika Anda bermain game-game lain, seperti strategi, yang lebih membutuhkan sensitivitas lebih rendah. Mouse gaming ini menawarkan fleksibilitas tersebut.
Dengan dukungan range sensitivitas gerak dari 200 - 12.000 dpi, mouse ini bisa diandalkan untuk segala macam genre dan kebutuhan gaming.
Dengan dukungan range sensitivitas gerak dari 200 – 12.000 dpi, mouse ini bisa diandalkan untuk segala macam genre dan kebutuhan gaming.
Logitech G502 - Proteus Core juga menyediakan kesempatan memodifikasi berat dengan bentuk pemberat dan penempatan yang berpengaruh pada keseimbangan mouse itu sendiri.
Logitech G502 – Proteus Core juga menyediakan kesempatan memodifikasi berat dengan bentuk pemberat dan penempatan yang berpengaruh pada keseimbangan mouse itu sendiri.
Fleksibilitas juga ditawarkan untuk Anda yang cukup sensitif dengan masalah berat mouse. Elemen yang satu ini memang seringkali diasosiasikan dengan grip yang lebih kuat dan tentu saja gerak mouse yang dirasakan lebih akurat. Logitech G502 – Proteus Core menyediakan pemberat ekstra untuk Anda yang merasa bahwa mouse ini membutuhkan lebih banyak beban untuk dapat dinikmati secara optimal. Lewat sebuah cover di bawah mouse yang bisa dengan mudah dibuka dan dilepas, Anda bisa menyematkan 5 buah pemberat dengan bentuk dan tata letak yang unik, yang tentu saja berpengaruh pada keseimbangan mouse itu sendiri. Tidak hanya berat, Logitech G502 – Proteus Core juga menyediakan satu tombol di bagian tengah yang memungkinkan Anda untuk mengakses scroll wheel dalam dua format berbeda: Click to Click atau Hyper Fast. Click to click berfungsi tak ubahnya scroll wheel mouse pada umumnya, sementara Hyper Fast mengubah roda ini menjadi bebas hambatan sama sekali, memungkinkan Anda untuk memutarnya dalam kecepatan super tinggi.
Namun dari semua fitur yang ia tawarkan, kemampuan software lah yang menjadi salah satu kekuatan utama Logitech G502 – Proteus Core ini. Dengan user-interface yang sangat sederhana, Anda bisa melakukan tuning beragam fungsi yang Anda butuhkan untuk menaklukkan setiap genre game yang tengha Anda mainkan, dari MMO hingga FPS yang membutuhkan akurasi gerak super cepat. Lewat driver terintegrasi milik Logitech, Anda bisa mengatur tingkat sensitivitas yang Anda inginkan dan menyimpannya ke dalam salah satu profile yang ada. Tidak hanya itu saja, untuk “menyederhanakan” beragam fungsi kompleks yang Anda butuhkan ketika bermain game-game favorit, Logitech G502 – Proteus Core juga menyematkan fungsi makro untuk 11 tombol yang bisa Anda modifikasi fungsinya. Yang perlu Anda lakukan hanyalah memilih tombol mana yang Anda inginkan dan langsung membubuhkan kombinasi fungsi dan aksi yang Anda butuhkan. Sesederhana itu.
Driver dengan user-interface yang mudah akan memfasilitasi semua hal yang ingin Anda modifikasi, dari makro hingga range sensitivitas.
Driver dengan user-interface yang mudah akan memfasilitasi semua hal yang ingin Anda modifikasi, dari makro hingga range sensitivitas.
Menjajalnya di tiga game besar dari tiga genre berbeda - DOTA 2 untuk MOBA, Watch Dogs untuk action, dan Transistor untuk RPG, Logitech G502 - Proteus Core mampu melahap kesemuanya dengan mudah.
Menjajalnya di tiga game besar dari tiga genre berbeda – DOTA 2 untuk MOBA, Watch Dogs untuk action, dan Transistor untuk RPG, Logitech G502 – Proteus Core mampu melahap kesemuanya dengan mudah.
Tidak adil rasanya untuk menyebut Logitech G502 – Proteus Core sebagai peripheral gaming tanpa mengujinya langsung di fungsi yang seharusnya ia tampil luar biasa – gaming. Datang di saat yang tepat, kami menjadikannya sebagai senjata andalan untuk tiga buah game dengan pesona yang berbeda satu sama lain – DOTA 2 untuk MOBA, Watch Dogs untuk Action, dan Transistor untuk RPG. Untuk Watch Dogs dan Transistor yang tidak membutuhkan kecepatan respon gerak yang tinggi, tingkat sensivitas rendah milik Logitech G502 – Proteus Core sudah cukup untuk menawarkan yang Anda butuhkan. Pergerakan yang fluid, tanpa masalah, dan tentu saja – akurat. Sementara untuk game dengan aura kompetitif yang lebih kentara, kecepatan gerakan akan menentukan hidup dan mati karakter utama Anda. Bermain di sensitivitas yang lebih tinggi dengan perubahaan secara real-time, Logitech G502 – Proteus Core memastikan diri mampu menangani ketiga game dengan genre berbeda ini tanpa masalah.

The Ultimate Points: Surface Tuning!

Adaptif untuk semua jenis permukaan, Anda bisa melakukan tuning secara manual untuk memastikan mouse ini terus berfungsi secara optimal.
Permukaan letak mouse tentu saja menjadi elemen krusial yang berpengaruh pada akurasi gerak mouse itu sendiri. Untungnya, Logitech memastikan G502 mampu mengatasi masalah klasik ini.
Didukung dengan perangkat lunak yang mumpuni, Logitech G502 – Proteus Core memang siap untuk memfasilitasi hampir semua kebutuhan Anda untuk menaklukkan setiap genre gaming yang Anda inginkan. Driver yang ia tawarkan memang menjadi salah satu nilai jual utama yang membuat mouse ini kian menarik, namun ada satu fitur ekstra keren lainnya yang membuat fleksibilitasnya sebagai peripheral gaming adaptif semakin kuat. Benar sekali, kita tengah membicarakan inti Proteus pintarnya yang akan membawanya kian kokoh sebagai mouse yang mengerti kebutuhan Anda.
Berapa banyak dari Anda yang seringkali kesal setelah menemukan ternyata mouse yang Anda gunakan ternyata tidak mampu berjalan di permukaan tertentu? Atau mungkin Anda sudah menyediakan mouse pad dari produk lain namun berakhir menjadi bencana tersendiri untuk mouse andalan Anda tersebut? Proteus Core menyediakan solusi pintar untuk hal tersebut. Selain dua preset yang memungkinkan G502 untuk beradaptasi langsung dengan dua produk mousepad Logitech – G240 dan G440 secara langsung, Anda juga diberikan kesempatan untuk melakukan surface tuning lewat driver yang ditawarkan. Seperti namanya, inti fungsi ini adalah memastikan mouse Anda mampu beradaptasi dan bergerak dalam range optimal terlepas dari permukaan apapun yang menjadi dasarnya.
Memilih atau menciptakan preset Anda sendiri, memastikan Logitech G502 ini beradaptasi dengan permukaan yang Anda tawarkan.
Memilih atau menciptakan preset Anda sendiri, memastikan Logitech G502 ini beradaptasi dengan permukaan apapun yang Anda lemparkan.
Permukaan gaming Anda tidak ditemukan? Tuning manual dan pastikan mouse ini beradaptasi dengan kebutuhan Anda.
Permukaan gaming Anda tidak ditemukan? Tuning sederhana secara manual bisa dilakukan.
Mekanismenya sangat sederhana. Untuk setiap satu permukaan asing dimana Logitech G502 – Proteus Core diletakkan, Anda hanya tinggal mengakses fitur bernama “Surface Tuning” di bagian driver dan melakukan kalibrasi ulang. Menahan tombol klik kiri selama beberapa detik sembari melakukan gerakan memutar dengan instruksi yang terpampang jelas di layar, Anda akan mendapatkan sebuah mouse gaming yang bisa menyesuaikan diri dengan kondisi Anda sendiri sebagai seorang gamer. Luar biasa!

Kesimpulan

Logitech G502 - Proteus Core
Logitech G502 – Proteus Core memang berhasil membuktikan dirinya sebagai salah satu produk mouse gaming yang pantas untuk dilirik, apalagi jika Anda termasuk gamer kompetitif yang memang membutuhkan sebuah mouse yang bisa diandalkan untuk segala situasi, serta menjamin kenyamanan, baik di sisi hardware maupun software-nya sendiri.
Sebagai sebuah mouse yang dikategorikan sebagai peripheral gaming, Logitech G502 – Proteus Core menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Desain yang elegan dan nyaman untuk digunakan, terutama jika Anda termasuk gamer dengan tangan kanan sebagai tangan utama,  membuatnya tetap bisa diandalkan untuk diajak “bertempur” selama berjam-jam, tanpa istirahat. Dengan bahan karet yang disematkan di sisi kiri dan kanan, ia juga menjamin grip yang lebih mumpuni. Namun di atas semua keunggulan tersebut, fleksibilitas dan adaptatif adalah dua nilai jual utama yang menjadikan Logitech G502 – Proteus Core sebagai produk yang menarik. Beragam jenis gamer dengan keluhannya sendiri-sendiri akan bisa mengandalkan kesempatan memodifikasi elemen seperti berat dan variasi sensitivitas yang ia tawarkan. Anda yang menginginkan fungsi yang lebih kompleks juga bisa mengandalkan dukungan fungsi makro di 11 tombol yang ada.
Namun ada beberapa hal yang juga pantas untuk dicatat dari Logitech G502 – Proteus Core ini. Pertama, tentu saja fakta bahwa mouse ini tidak akan nyaman digunakan untuk gamer kidal yang mungkin akan merasa canggung dengan bentuk dan tata letak tombol yang ada. Kedua, di luar tampilan futuristik yang mengalir kentara darinya, celah yang muncul dari tata letak menjadi masalah kebersihan tersendiri. Debu menjadi mudah masuk dan akan sulit dibersihkan dengan hanya sekedar tiupan dan tangan kosong. Butuh perhatian ekstra untuk hal ini.
Namun terlepas dari kedua catatan ini, Logitech G502 – Proteus Core memang berhasil membuktikan dirinya sebagai salah satu produk mouse gaming yang pantas untuk dilirik, apalagi jika Anda termasuk gamer kompetitif yang memang membutuhkan sebuah mouse yang bisa diandalkan untuk segala situasi, serta menjamin kenyamanan, baik di sisi hardware maupun software-nya sendiri. Logitech G502 – Proteus Core ditawarkan dengan range harga sekitar Rp 660.000,-, harga yang terhitung bersaing untuk sebuah mouse dengan kelengkapan fitur dan desain menarik.

sumber : jagatplay.com


Review SteelSeries Siberia Elite Prism: Headset Gaming Impian!


SteelSeries Siberia Elite Prism
SteelSeries Siberia Elite Prism
Audio mungkin seringkali dilihat sebagai elemen yang tidak terlalu dominan diperlukan untuk menikmati sebuah video game. Tidak sedikit gamer yang mendasarkan pengalaman bermain mereka hanya pada sekedar kualitas visual atau mekanik gameplay yang memang menyenangkan untuk dinikmati. Padahal, suara dan sound effect yang Anda dapatkan sangat menentukan seoptimal apa pengalaman yang didapatkan. Tidak sedikit developer game yang bahkan menjadikannya sebagai fitur utama untuk menciptakan atmosfer permainan yang memang menjadi visi awal mereka, apalagi jika kita membicarakan game-game horror atau sekedar game action dan RPG dengan alunan musik, percakapan, dan sound effect yang kaya. Untuk itulah, perangkat audio yang dikhususkan untuk fungsi gaming hadir.
Sebagian besar dari kita tentu sudah sangat mengenal brand peripheral gaming yang satu ini – SteelSeries. Popularitas produk racikan produsen yang satu ini memang sudah tidak perlu lagi diragukan, bahkan mendapatkan perhatian yang cukup besar di scene e-Sports dunia. Kini SteelSeries menghadirkan satu varian perangkat headset terbaru yang sulit untuk ditolak – Siberia Elite Prism. Headset yang akan membuat Anda tergila-gila sebagai seorang gamer.

Desain dan Fitur

Tidak hanya dari desainnya yang "gahar", tetapi juga implementasi sisi kosmetik yang memanjakan mata. Lampu LED melingkar dengan jutaan kombinasi warna tersemat di kedua sisi.
Tidak hanya dari desainnya yang “gahar”, tetapi juga implementasi sisi kosmetik yang memanjakan mata. Lampu LED melingkar dengan jutaan kombinasi warna tersemat di kedua sisi.
Sebuah desain yang akan memperkuat identitas Anda sebagai seorang gamer, kalimat yang satu ini tampaknya tepat untuk menyimpulkan pesona Siberia Elite Prism ini. Dari sisi desain, sulit untuk tidak jatuh hati dengannya. Bentuk yang sedikit bongsor namun mengesankan aura maskulin yang kentara, SteelSeries juga memastikan Elite Prism ini tampil memesona di sisi kosmetik, selain performa dan tingkat kenyamanan yang tentu saja tidak perlu lagi diragukan. Ditawarkan dalam beragam warna, headset gaming yang satu ini hadir dengan sisi kosmetik yang pantas untuk diacungi jempol. Salah satunya adalah implementasi LED di kedua bagian sisi headset yang tampil begitu menarik.
Mengejutkannya, Siberia Elite Prism terasa sangat fleksibel dan nyaman digunakan di kepala manapun.
Mengejutkannya, Siberia Elite Prism terasa sangat fleksibel dan nyaman digunakan di kepala manapun.
Ukuran pad besar yang mampu menutupi keseluruhan telinga mungkin jadi daya tarik tersendiri. Namun kekuatan utama kenyamanan Elite Prism terletak pada material kulit dan memory foam yang disematkan. Nyaman di telinga, tidak terasa menekan, tidak menimbulkan panas berlebih ketika digunakan untuk waktu yang cukup lama.
Ukuran pad besar yang mampu menutupi keseluruhan telinga mungkin jadi daya tarik tersendiri. Namun kekuatan utama kenyamanan Elite Prism terletak pada material kulit dan memory foam yang disematkan. Nyaman di telinga, tidak terasa menekan, tidak menimbulkan panas berlebih ketika digunakan untuk waktu yang cukup lama.
Kenyamanan tentu saja menjadi salah satu faktor yang diperhatikan oleh Siberia Elite Prism ini. Walaupun secara kasat mata, ia terlihat seperti sebuah headset yang akan terasa terik di kepala Anda, Siberia Elite Prism justru menghasilkan sensasi yang jauh berbeda. Bahan plastik yang fleksibel dan ukuran pad yang besar memastikan bahwa ia akan mampu berfungsi senyaman mungkin, menyesuaikan diri dengan bentuk dan ukuran kepala, sekaligus memastikan isolasi suara yang lebih maksimal. Bagian terbaiknya? Material kulit yang mereka sematkan di bagian pad. Secara mengejutkan, bahan ini ternyata terasa sangat nyaman. Lembut di kulit telinga, tidak terasa menekan dan panas, membuatnya bisa digunakan untuk sesi gaming lama tanpa menghasilkan masalah sama sekali. Maximum comfort, for sure!
Kontrol roda "terselubung" di kedua sisi, untuk mengatur audio speaker dan mic secara analog.
Kontrol roda “terselubung” di kedua sisi, untuk mengatur audio speaker dan mic secara langsung.
Mic tersimpan rapi dan tinggal ditarik untuk langsung digunakan. LED kecil bahkan disematkan di bagian ujungnya.
Mic tersimpan rapi dan tinggal ditarik untuk langsung digunakan. LED kecil bahkan disematkan di bagian ujungnya.
Yang  lebih menarik? Siberia Elite Prism punya segudang opsi kustomisasi untuk menghadirkan peripheral yang terasa lebih personal, terutama lewat dua lingkaran LED yang disematkan di kedua sisi yang ada. Dengan  menggunakan driver – Steelseries Engine 3, Anda bisa memilih warna apa yang ingin Anda suntikkan di kedua sisi ini, beserta dengan efek yang bisa dihasilkan. Tidak hanya sekedar lingkaran LED, kedua sisi ini juga memuat control “terselubung” yang bisa digunakan untuk mengatur volume suara dan mic yang ada. Sesederhana memutarnya searah jarum jam, menghasilkan desain yang cukup unik. Menariknya lagi? Mereka juga menyematkan sebuah LED kecil di bagian mic yang tersimpan rapi i dalam headset, menambah nilai estetika yang sulit untuk ditolak.
Siberia Elite Prism ini juga adaptif terhadap kebutuhan audio Anda lintas platform.
Siberia Elite Prism ini juga adaptif terhadap kebutuhan audio Anda lintas platform.
Anda bisa menggunakannya di perangkat dengan port USB atau jack 3.5mm. Tentu saja, konektor USB bisa dihubungkan dengan soundcard untuk hasil yang lebih optimal. Bagian terbaiknya? Semuanya ditawarkan di dalam satu paket penjualan yang sama.
Anda bisa menggunakannya di perangkat dengan port USB atau jack 3.5mm. Tentu saja, konektor USB bisa dihubungkan dengan soundcard untuk hasil yang lebih optimal. Bagian terbaiknya? Semuanya ditawarkan di dalam satu paket penjualan yang sama.
Menjadi sesuatu yang rasional bagi produsen peripheral saat ini untuk tidak lagi sekedar menargetkan PC sebagai pasar utama, tetapi juga konsol generasi terbaru yang saat ini sudah menyematkan port 3.5mm jack di kontroler mereka, seperti halnya Playstation 4 dan Nintendo Wii U. Steelseries tampaknya sangat mengerti hal tersebut, dan memastikan Siberia Elite Prism ini adaptif. Menyertakan beragam kabel di dalam paket penjualan yang sama, Anda bisa menggunakan Siberia Elite Prism ini untuk variasi kebutuhan gaming, PC maupun konsol. Perangkat ekstra soundcard untuk mengakses fungsi optimal Elite Prism memang didasarkan pada konektivitas USB dan lewatnya, fungsi headset ini terasa jauh lebih maksimal. Walaupun demikian, untuk Anda yang menginginkan kenyamanan dan performanya di perangkat mobile dan konsol, Anda juga bisa memanfaatkannya tanpa masalah. Tentu saja, dengan menggunakan jack 3.5mm ini, beberapa fungsi harus absen, seperti lampu LED yang jadi salah satu identitas utamanya.
Didukung perangkat lunak mumpuni yang mudah dikuasai, Anda bisa mengatur banyak hal di sini - dari warna lampu LED, equalizer dan presetnya, kualitas suara mic, hingga mati-hidupnya fitur Dolby.
Didukung perangkat lunak mumpuni yang mudah dikuasai, Anda bisa mengatur banyak hal di sini – dari warna lampu LED, equalizer dan presetnya, kualitas suara mic, hingga mati-hidupnya fitur Dolby.
Tidak hanya adaptif dari beragam varian kabel dan fungsi yang ia tawarkan di paket penjualan, Siberia Elite Prism juga hadir dengan dukungan perangkat lunak yang pantas diacungi jempol. User-interface super sederhana yang mudah dikuasai dalam waktu singkat, lewatnya Anda bisa mengatur beberapa elemen esensial, dari warna lampu LED, kualitas mic, hingga equalizer dengan beberapa preset yang sudah disuntikkan terlebih dahulu. Lewat perangkat lunak yang sama, Anda juga bisa mengaktifkan atau menon-aktifkan fitur Dolby untuk efek suara surround yang tentu saja akan lebih maksimal untuk menikmati konten multimedia yang ada. Semua modifikasi elemen ini bisa Anda lakukan dengan cukup mudah.
Lantas, seperti apa spesifikasi teknis yang ditawarkan Siberia Elite Prism ini?

Speakers

  • Frequency Response: 16-28000Hz
  • Impedance: 32 Ohm
  • Sensitivity: 120 dB
  • Cable length: 1.2m
  • Extension cable: 2m
  • Connectors: 3.5mm 4-pole & 3 pole x2

Microphone

  • Mic Pattern: Unidirectional
  • Frequency: 100 – 10000Hz
  • Impedance: < 2.2K Ohm
  • Sensitivity: -44 dB
 

Siberia Elite Prism, Seberapa Baik?

Dengan kesempatan memodifikasi kualitas audio yang dihasilkan, Elite Prism bisa menyesuaikan diri terhadap kebutuhan audio preferensi Anda pribadi, ketika menikmati konten multimedia apapun.
Dengan kesempatan memodifikasi kualitas audio yang dihasilkan, Elite Prism bisa menyesuaikan diri terhadap kebutuhan audio preferensi Anda pribadi, ketika menikmati konten multimedia apapun.
Dengan dukungan perangkat lunak yang pantas untuk diacungi jempol, Anda bisa mengatur aspek audio Siberia Elite Prism sesuai dengan preferensi pribadi Anda, di luar kosmetik LED yang ia suntikkan tentunya. Driver ini sendiri memuat  beberapa hal penting, termasuk kehadiran fitur Dolby untuk “memaksa” sensasi surround yang tentu saja akan lebih optimal ketika digunakan untuk menikmati konten-konten multimedia yang ada, terutama film definisi tinggi. Sementara Anda yang butuh penyesuaian ketika menikmati musik dan video game, fitur equalizer juga disertakan di dalam driver ini. Anda bisa memilih beberapa preset yang sudah ada sebelumnya atau mengaturnya sendiri secara manual. Satu yang pasti, preset yang Anda pilih akan terasa signifikan pada hasil akhir audio yang Anda dapatkan, dan tidak hanya sekedar “kosmetik”. Sebagai gamer yang senang dengan efek staging yang lebih luas, kami memutuskan untuk menguji Siberia Elite Prism ini dengan fitur Dolby menyala dan preset equalizer di “Movie”.

Film

Siberia Elite Prism datang di saat yang tepat. Setelah disuguhi dengan season 3 yang tampil sangat menawan, Elite Prism ini tiba di kantor kami di minggu yang sama ketika The Legend of Korra memulai premier untuk season keempat mereka – Balance. Film dari Nickelodeon ini memuat suara yang terhitung kaya, walaupun sangat minim dengan efek riuh ledakan film Hollywood. Sound effect yang muncul dari setiap serangan bending, bunyi api yang berkobar, metal yang berterbangan, angin yang bertiup kencang, musik eksotik yang berjalan di belakang, hingga percakapan yang tertangkap jelas, semuanya berhasil dieksekusi dengan sangat baik oleh Siberia Elite Prism ini. Anda bisa menangkap detail suara dengan sangat baik, dengan staging yang terasa cukup luas. Dengan isolasi suara yang juga sama baiknya, sulit untuk tidak jatuh hati pada headset ini ketika ia digunakan mencicipi film-film favorit.

Musik

Tampil manis di film, Siberia Elite Prism secara otomatis membuktikan diri ia mampu menangani musik-musik favorit yang Anda lemparkan untuknya. Kami sendiri menjajal empat jenis musik yang berbeda, yang kesemuanya berjalan di bitrate standar. Kami memilih Mastodon – Motherload (Metal), Percival – Sargon (Etnic), Ailee – Don’t Touch Me (Pop), dan Code Geass – All Hail Britannia (Classical). Seperti performa yang ia perlihatkan di film, Siberia Elite Prism juga mampu menangani semua genre musik ini dengan sangat baik. Mampu menangkap detail musik yang lebih pelan seperti Percival dan OST Code Geass dengan maksimal, Siberia Elite Prism juga bisa diandalkan untuk para gamer yang memang menjadi bass sebagai indikator untuk menikmati musik. Bass yang keluar terasa penuh, dengan isolasi suara yang tak kalah mumpuni. Tidak puas dengan “cara” musik Anda ditangani? Anda selalu punya opsi untuk mengutak-atik perangkat lunak yang disediakan hingga menghasilkan kualitas suara yang memang Anda idamkan. Walaupun sayang, opsi ini tidak akan tersedia ketika Anda  menggunakan headset ini di perangkat mobile.

Game

Pada akhirnya, sebagai sebuah peripheral yang menyandang predikat sebagai produk gaming, maka sudah sepantasnya lah Siberia Elite Prism tampil luar biasa ketika dijajal untuk bermain game. Benar saja, Anda akan puas menjadikannya sebagai ujung tombak pengalaman gaming Anda. Kenyamanan yang ia tawarkan menjadi sesuatu yang pantas untuk dibicarakan. Untuk sebuah sesi gaming yang bisa berjalan 3-4 jam, sebuah headset yang nyaman tentu jadi kebutuhan yang esensial, setidaknya memastikan kepala Anda tidak terasa tertekan dengan telinga yang juga tidak panas. Dengan bahan kulit dan memory foam yang ada, Siberia Elite Prism menjamin hal itu terjadi! Super nyaman ketika kami menjadikannya andalan ketika menyelesaikan proses review Ryse: Son of Rome. Mampu menangkap detail suara yang baik untuk semua percakapan, dentingan pedang, dan suara tubrukan kayu dari perisai Marius, headset ini akan membantu Anda menangkap atmosfer yang sesungguhnya. Tidak hanya di PC, kami juga menjajalnya di game survival horror terbaru dari Shinji Mikami – The Evil Within di Playstation 4. Lewat pilihan kabel yang disediakan di paket penjualan, hal ini dimungkinkan. Dan hasilnya? Suara tangisan di ujung ruangan, jam yang berdetak di asylum, hingga kesunyian terdengar begitu maksimal, apalagi dengan isolasi suara yang pantas untuk diacungi jempol. Walaupun harus diakui, tidak ada yang terlalu istimewa dari positioning suara yang dihasilkan. Entah karena keterbatasan game yang kami uji, atau Dolby yang disuntikkan memang tidak menawarkan fungsi yang maksimal di sana.

Kesimpulan

Steelseries Siberia Elite Prism
Sebuah headset gaming impian gamer, kalimat yang satu ini tidak berlebihan ketika ditujukan untuk menjelaskan keseluruhan pengalaman dan performa yang ditawarkan oleh Siberia Elite Prism yang satu ini.
Sebuah headset gaming impian gamer, kalimat yang satu ini tidak berlebihan ketika ditujukan untuk menjelaskan keseluruhan pengalaman dan performa yang ditawarkan oleh Siberia Elite Prism yang satu ini. Tidak perlu jauh membahas performa, gamer yang melihat desain headset ini untuk pertama kali mungkin sudah akan mulai mengembangkan rasa jatuh hati. Desain yang maskulin, super nyaman di kepala dan telinga, dan hiasan lampu LED sebagai kosmetik, Siberia Elite Prism akan memperkuat identitas Anda sebagai seorang gamer. Sementara dari sisi performa, ia mampu memastikan semua konten multimedia yang Anda tawarkan, baik dari film, musik, hingga game dipresentasikan secara optimal. Isolasi suara yang maksimal menciptakan detail suara yang akan memanjakan telinga Anda. Desain dan performa yang ditawarkannya memang pantas menyandang nama “SteelSeries” di dalamnya.
Walaupun demikian, bukan berarti tidak ada catatan yang pantas untuk diarahkan pada headset yang satu ini. Salah satu yang cukup menyita perhatian kami adalah ukuran. Dengan desain yang boleh terbilang “bongsor”, dan tanpa ada fitur lipat atau sejenisnya, Siberia Elite Prism memang tidak terhitung praktis untuk dibawa-bawa, apalagi jika Anda termasuk gamer dengan tingkat mobilitas tinggi. Hal ini juga sekaligus membuatnya sulit untuk dinikmati ketika Anda jadikan sebagai ujung tombak audio untuk perangkat mobile atau MP3 player andalan Anda. Catatan lain adalah tingkat volume yang ditawarkan. Sebagai gamer yang cukup senang dengan volume suara yang keras, volume yang ditawarkan Siberia Elite Prism lewat konektor USB terasa sangat kecil walaupun Anda sudah melemparkan setting suara paling tinggi, baik dari Elite Prism itu sendiri, media player, atau PC Anda. Sementara ketika menggunakan port jack, ia terdengar “normal”.
Dan tentu saja, seperti yang bisa diprediksi, semua kualitas memanjakan telinga dari sisi desain, performa, dan fitur yang ditawarkan oleh Siberia Elite Prism ini tentu saja akan menuntut harga yang cukup tinggi, walaupun terhitung rasional. Siberia Elite Prism sendiri ditawarkan di kisaran harga USD 199 atau di atas 2 juta Rupiah.

Sumber : jagatplay.com

Review Steelseries Siberia V3 Prism: Secantik Suaranya!


Steelseries Siberia V3 Prism
Steelseries Siberia V3 Prism
Tidak mudah mencari Headphone Gaming berkualitas yang harganya murah. Biasanya kualitas selalu bersinergi dengan harganya. Barang elektronik kualitas tinggi harganya pasti ikut tinggi juga. Namun, terkadang muncul anomali bila berhadapan dengan dunia elektronik, contohnya Steelseries Siberia V3 Prism.
Telinga Anda dimanjakan dengan earbud empuk, nyaman, dan keren.
Telinga Anda dimanjakan dengan earbud empuk, nyaman, dan keren.
Apa yang membuat Steelseries Siberia V3 Prism begitu istimewa bila dibandingkan dengan headphone gaming lain? Kalau boleh disingkat saja penjelasannya; walaupun menurut kami hal itu tidak menghormati kualitas terpendam dalam Headphone ini, Steelseries Siberia V3 Prism memiliki kualitas suara jauh di atas produk sejenis dengan harga sama. Anda mulai tertarik? Temukan kelebihan dan kekurangannya seraya kami ajak Anda menguak misteri yang disimpan dalam Steelseries Siberia V3 Prism.

Ringan dan Cantik

Jangan nilai buku hanya dari sampulnya. Pepatah tua itu mungkin benar bila berhubungan dengan menilai sifat manusia. Akan tetapi, tampilan luar Steelseries Siberia V3 Prism begitu cantik sehingga Anda bisa tertarik memilikinya hanya dari sudut pandang itu saja. Tampilan dominan dari Steelseries Siberia V3 Prism terletak pada lampu penghias driver headphone dan headband kulit seakan melayang kalau tidak karena tali hitam penghubung ke drivernya.
Headphone ini disertai penyangga yang dapat menyesuaikan diri dengan bentuk kepala Anda.
Headphone ini disertai penyangga yang dapat menyesuaikan diri dengan bentuk kepala Anda.
Bahannya mungkin sekilas terlihat seperti plastik biasa. Apalagi headband plastik yang berada di atas headband kulitnya. Ternyata kekuatan dari headband plastik tersebut cukup memadai. Ia mampu melebar guna menyesuaikan dengan ukuran kepala Anda. Selain itu, Anda juga tidak perlu repot mengatur ketinggian headband kulit. Sebab, ia secara otomatis akan menyesuaikan diri supaya pas di kepala Anda! Cukup tekan hingga kepala Anda pas dan ia akan terus berada di posisi itu.
Berat Steelseries Siberia V3 Prism menjadi salah satu kelebihan utamanya. Anda dapat mengangkatnya dengan ringan. Tentu saja, Steelseries Siberia V3 Prism hanya berbobot 290 gram saja! Mungkin pengaruh berat tersebut yang langsung terasa ketika digunakan. Berkat beratnya yang ringan, headphone ini tidak menyakiti kuping atau sisi kepala Anda. Apalagi ia didukung earbud nyaman yang terbuat dari kulit serta empuk.
Headband terbuat dari kulit dan dapat memanjangkan diri dengan bantuan benang yang elastis.
Headband terbuat dari kulit dan dapat memanjangkan diri dengan bantuan benang yang elastis.
Kecantikan cahaya dari driver ketika Steelseries Siberia V3 Prism digunakan menjadi primadona yang pastinya akan membuat orang lain iri. Hanya dengan men-download driver dari website resminya; steelseries.com/engine – Anda langsung dapat mengatur banyak hal dari headphone ini. Pencahayaan di driver dapat diatur sesuka hati Anda dan pilihannya tidak tanggung-tanggung; lebih dari 16 juta warna! Anda dapat mengaturnya untuk berkedip konstan atau pola lain yang dapat Anda download dari websitenya.
Kecantikan yang terpancar dari cahaya indah tersebut tentunya akan membuat Anda menonjol dibandingkan gamer lain yang mungkin hanya punya keyboard atau mouse bercahaya saja. Bila Anda tidak mau repot membawa file kustomisasi cahaya yang telah dibuat, ia dapat di-upload dan digunakan di mana saja menggunakan feature Cloudsync.
Mic tersimpan dengan rapi di sisi driver sebelah kiri. Ia dapat ditarik dan dimasukkan kembali sesuai kebutuhan.
Mic tersimpan dengan rapi di sisi driver sebelah kiri. Ia dapat ditarik dan dimasukkan kembali sesuai kebutuhan.

Suara Jernih dan Menawan Hati

Tidak ada perangkat suara yang bisa dibilang bagus hanya dari penampilannya saja. Pastinya ia juga harus mampu menghasilkan suara indah. Memang itu kegunaan utama dari Headphone ‘kan? Ternyata Steelseries Siberia V3 Prism mampu unjuk gigi bila berhubungan dengan kualitas suara yang bisa direproduksinya. Berkat dukungan drivernya yang kuat, ia mampu menghasilkan beragam tingkat suara dengan akurasi yang tinggi.
Batang Mic terbuat dari besi yang fleksibel sehingga ia bisa dibentuk sesuka hati.
Batang Mic terbuat dari besi yang fleksibel sehingga ia bisa dibentuk sesuka hati.
Bass merupakan komponen utama ketika berbicara mengenai headphone gaming. Bermain game memiliki kaitan yang erat dengan ledakan; selalu ada ledakan di game action apapun. Guna memaksimalkan efek ledakan, apalagi supaya ia terasa nyata bagi pemainnya, maka Bass memegang peranan penting. Steelseries Siberia V3 Prism mampu menghasilkan Bass dengan akurasi yang tinggi. Namun, tidak sampai bergetar layaknya beberapa produk headphone gaming lain. Namun, bila Anda menggunakannya untuk mendengarkan musik, maka tingkat Bass ini sangat unggul.
Suara Mid menjadi elemen penting bila berhubungan dengan vokal atau suara manusia yang Anda dengarkan. Steelseries Siberia V3 Prism menghasilkan suara Mid yang jernih – sangat jernih malahan. Getaran suara vokalis terdengar dengan akurat, bahkan ketika dibandingkan dengan grafik yang dihasilkan Spectrogram sekalipun! Bukan itu saja, secara mengejutkan Steelseries Siberia V3 Prism mampu mengeluarkan beberapa suara background yang sulit direproduksi, terutama karena terhalangi oleh suara dominan vokalis dan instrumen utama!
Tombol Mute untuk mematikan Mic dapat ditemukan di driver headphone bagian kiri, sama dengan Mic.
Tombol Mute untuk mematikan Mic dapat ditemukan di driver headphone bagian kiri, sama dengan Mic.
Treble juga bukan hal yang sulit dihasilkan Steelseries Siberia V3 Prism. Ia dengan mudah memperdengarkan suara tinggi yang mampu menggetarkan hati pendengarnya dan membuat merinding. Ditambah lagi Steelseries Siberia V3 Prism juga memiliki sensitivity yang baik. Drivernya mampu menghasilkan suara keras yang mendadak muncul dari sunyi tanpa merusak kualitasnya dengan getaran berlebih di driver.
Isolasi suara luar bisa dibilang lumayan. Walaupun tidak total mengisolasi seperti yang mampu dihasilkan teknologi noise canceller dari beberapa headphone kenamaan, tetapi ia patut mendapatkan acungan jempol. Kami mencobanya dengan menempatkan diri di tengah debat yang biasa terjadi di kantor. Suara keras berhasil disaring dengan baik dan lagu yang didengar dapat direproduksi dengan mulus.
Cahaya menyala dari kedua sisi headphone untuk memberi tahu orang lain betapa kerennya Headphone ini.
Cahaya menyala dari kedua sisi headphone untuk memberi tahu orang lain betapa kerennya Headphone ini.
Bagaimana dengan kualitas Microphone-nya? Headphone tanpa Mic sulit diakui ke dalam kelas gaming. Mic pada Steelseries Siberia V3 Prism tersimpan rapi di dalam driver kirinya. Ia dapat ditarik keluar dan memiliki tubuh yang fleksibel. Bahkan, Anda dapat menekuknya sesuka hati seperti yang kami lakukan dengan membuatnya menjadi huruf S dan W. Anda dapat menemukan teknologi noise filter pada Mic tersebut, supaya suara yang Anda hasilkan dapat terdengar baik oleh pemain lain. Namun, untuk menghasilkan suara yang baik, ada baiknya Anda perlu mengatur volume Mic di program drivernya.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, program driver yang dapat di-download di website resmi Steelseries dapat digunakan untuk mengatur efek lampu dan volume Mic. Namun, bukan itu saja kegunaannya. Ia juga dapat digunakan untuk mengatur Equalizer suara. Selain itu, ia juga dapat menyimpan banyak profil yang dapat Anda buat dan gunakan sesuai dengan keadaan. Terlebih dengan dukungan Cloudsync, Anda tidak perlu menyimpan profil tersebut di flash drive! Cukup download saja dari Internet!
Headband bagian luar terbuat dari plastik yang elastis sehingga dapat menyesuaikan diri dengan ukuran kepala Anda.
Headband bagian luar terbuat dari plastik yang elastis sehingga dapat menyesuaikan diri dengan ukuran kepala Anda.

Kesimpulan

Steelseries Siberia V3 Prism meningkatkan kemampuan pendahulunya, Steelseries Siberia V3, dengan kemampuan untuk mengatur kualitas suara Mic, pencahayaan, dan menyimpan file profil di Cloudsync. Seakan semua kelemahannya terdahulu dipangkas habis dengan seri Prism ini. Lalu berapa harga yang perlu Anda bayar untuk kualitas kelas atas tersebut? Steelseries Siberia V3 Prism dibandrol dengan harga $140; padahal ia memiliki kualitas setara dengan headphone di atas harga $200!
Headphone menggunakan konektor USB untuk dihubungkan dengan PC, Mac, dan PS4!
Headphone menggunakan konektor USB untuk dihubungkan dengan PC, Mac, dan PS4!
Mungkin kelemahan utamanya adalah tidak adanya jack 3.5″, hanya USB untuk menghubungkannya dengan PC. Jadi Anda tidak dapat menambahkan amplifier tambahan; hal yang biasa dilakukan oleh antusias audio untuk memperkuat reproduksi suara dari perangkat audio mereka. Untungnya, konektor USB ini membuatnya kompatibel dengan Mac dan PS4! Cukup tusuk ke PS4 dan Anda bisa langsung menggunakannya!
 

Sumber : jagatplay.com

Tuesday, 10 February 2015

HTC Hadirkan Pesaing Motorola Moto G Yakni HTC Desire 626




Pabrikan smartphone bermerk HTC baru saja mengumumkan seri terbarunya yaitu HTC Desire 626. Hadirnya produk baru seri Desire ini akan menjadi kompetitor bagi produk Motorola yaitu seri Moto G. Moto G merupakan ponsel pintar Motorola yang sangat populer untuk segmen kelas menengah.
Secara resmi, HTC Desire 626 sebagai ponsel cerdas untuk segmen kelas menengah akan di jual dengan banderol harga
Source