Pages

Wednesday, 3 October 2012

Review Razer Onza Tournament Edition T1



Sebelumnya saya sudah mempunyai gamepad dari logitech yaitu Logitech F710 Wireless Gamepad, tetapi saya ingin mencoba gamepad yang 'real' Xbox 360 controller, jadi saya memutuskan membeli produk ini. Langsung saja saya akan men-review gamepad dari produsen aksesoris gaming tersohor yaitu Razer yang saya beli di Bhinneka.com.

Gamepad dari razer ini mempunyai nama Razer Onza. Razer Onza sendiri mempunyai dua jenis yaitu Razer Onza T1 dan Razer Onza T2. Huruf "T" pada penamaan tersebut mempunyai arti Tournament. Kali ini saya akan men review Razer Onza T1.

Razer Onza T1 ini mempunyai harga pasaran dari 550-600rb. Tetapi saya mendapatkan harga 561rb pada toko online Bhinneka.com.

Unboxing
Kesan pertama setelah mendapatkan produk ini adalah kesan premium dan men-cirikhas seperti produk razer yang lainnya. Setelah membuka kemasan, kelengkapan yang didapat yaitu sebagai berikut.

  • Razer Onza T1 Gamepad
  • Buku manual penggunaan
  • ID Razer Onza
  • Kartu garansi
  • Sepasang sticker dengan logo Razer



Melihat dari kelengkapannya, sangat wajar Razer memberikan hal yang 'lebih' karena apa harga dari gamepad ini sendiri tergolong mahal daripada gamepad Xbox 360 biasa.

First Look

Kesan pertama setelah pertama melihat gamepad ini adalah 'keren!'. Material yang digunakan pada body nya adalah tipe 'ruberize' atau orang indonesia bilang 'doff'.
Ini tentu sangat bagus karena pengalaman saya(mungkin juga anda) jika menggunakan gamepad  yang kebanyakan menggunakan material glossy, akan terasa licin karena keringat. Jadi material yang digunakan pada Razer Onza T1 ini merupakan nilai plus dibandingkan gamepad  yang lainnya.
Kesan pertama yang saya rasakan juga adalah bobotnya yang ringan. Mungkin sedikit lebih berat dari gamepad yang biasa dijual di toko komputer yg biasanya dijual 50-70rb. Tetapi jika anda yang biasa menggunakan gamepad Xbox 360 wireless yang tergolong berat,  maka anda pasti merakan sedikit aneh setelah memegang gamepad ini. Tetapi saya percaya lambat laun pasti akan terbiasa.

Gamepad ini menggunakan kabel sepanjang 3 meter sebagai penghubungnya. Kabel yang digunakan sangat berkualitas dan tebal. Sedikit kecewa, melihat desain gamepad nya yang keren, tetapi masih menggunakan kabel. Sedikit info untuk anda yang belum tau, Microsoft membuat peraturan untuk produsen gamepad Xbox 360 third parties(diluar dari microsoft) tidak diperbolehkan membuat gamepad berbasis wireless. Sungguh sayang memang jika Microsoft harus memonopoli pasar gamepad wireless untuk Xbox 360, padahal produsen seperti Razer sangat kreatif dalam membuat desain-desain yang keren.

Pada action button(A, B, X, Y), menggunakan backlight yang sangat 'eye candy' pada saat digunakan. Ini juga yang membedakan dengan Razer Onza T2 yang tidak menggunakan backlight pada action button nya.  Pada action button ini menggunakan teknologi 'mekanik' seperti yang ada pada mouse, tidak seperti kebanyakan gamepad yang ada menggunakan karet yang tentu umurnya lebih pendek dari teknologi mekanik ini.
Pada tombol D-Pad, Tombol yang digunakan bersifat Independent. Ini bagus karena tombol ini sering kita gunakan untuk memilih menu pada game, jadi kita dapat lebih fokus dalam memilih menu yang ada.

Tombol start dan back kini berada di sebelah bawah dari gamepad ini. Sejujurnya ini sedikit menyulitkan ketika saya terbiasa menggunakan gamepad yang tombol start dan back nya ada di di tengah. Jadi perlu sedikit penyesuaian lebih lama agar lebih terbiasa.

Untuk tombol trigger yang ada pada Razer Onza T1 ini sangatlah berbeda dengan gamepad Xbox 360 yanga ada dipasaran. Tombol trigger dibuat menonjol. Mungkin maksudnya agar pengguna dapat dengan mudah untuk menekan tombol tersebut(FPS gamers). Saya sendiri merasakan desain trigger ini sangatlah sensitif, terlalu sensitif untuk game bergenre racing.

Seperti gamepad Xbox 360 yang lainnya, pada bagian bawah gamepad ini tersedia port Jack 2.5 mm untuk headset dan microphone. Nothing special.

Fungsi
Gamepad ini mempunyai perbedaan diantara Gamepad Xbox 360 yang lainnya. Yang pertama adalah fungsi pengaturan analognya. Analog nya dapat diatur tekanannya.
Misal anda ingin bermain game bertipe FPS yang harus melakukan pergerakan sana-sini, maka tinggal putar bagian yang ada pada analog ke kiri(sampai mentok) maka analog dapat lebih ringan pada saat digerakan. Sedangkan jika anda bermain game ber-genre balap, maka tinggal putar ke kanan, maka analog akan lebih berat yang mana bagus untuk game racing.

Fungsi yang kedual adalah re-mapping tombol. Pada tombol extra yang disediakan, tombol dapat di-set sesuai keinginan. Misal anda sedang bermain game bertipe FPS, dan anda sedikit kesulitan menggunakan tombol RT untuk menembak dan lebih terbiasa menggunakan tombol RB, maka tinggal atur pada tombol yang ada di bagian bawah gamepad.
Kesimpulan

Dengan harga 550rb ke atas, gamepad Razer Onza T1 ini memberikan kelengkapan yang lebih dari gamepad yang laiinya. Disamping kelengkapan, desain dan material yang digunakan memang bagus dan usefull. Fungsi-fungsi yang ada pada gamepad ini juga menjadi nilai yang lebih yang diberikan. Disamping kelebihan yang ada, kekurangan gamepad ini adalah gamepad ini bukanlah gamepad wireless. Tetapi Razer menutupi kekurangan tersebut dengan memberikan panjang kabel yang mencapai 3 meter.

Desain           : ★★ (10/10)
Material         : ★★★ (9/10)
Performance  : ★★★ (9/10)
Durability       : ★★★ (6/10)

Rumor
Banyak pengguna yang mengeluhkan tentang durability gamepad Razer Onza T1 ini. Jujur saya juga masih bingung apakah itu memang benar jika gamepad ini cepat rusak. Saya sendiri baru memakai ini satu hari dan belum ada masalah. Mungkin dalam beberapa hari kedepan saya akan update lagi tentang durability ini. Jadi keep in touch with this post.

Update
Ternyata barang yang saya dapat belum ada sehari sudah rusak di trigger nya. Tetapi setelah saya retur ke bhinneka dan dapat unit baru, akhirnya Gamepad ini so far belum ada masalah. Jadi kalau anda yang ingin beli gamepad ini, jangan khawatir karena garansi produk terjamin.

Seperti biasa, jika ada pertanyaan silahkan comment dibawah ini. Have a nice day guys!.

Note
Link Gamepad Razer Onza T1 di bhinneka.comGambar diambil menggunakan kamera Canon PowerShot A810.

Sunday, 23 September 2012

Review Roccat Kone +





Akhirnya Laopan mendapat kesempatan untuk mereview peripheral lagi, kali ini yang  mendapat kesempatan adalah mouse pabrikan eropa Roccat Kone +. Diberikan + karena ini adalah generasi ke-2 dari Roccat Kone sendiri. Generasi ke-2 ini bukan hanya berubah dipenampilan saja, namun dari performapun mendapat peningkatan yang drastis.

Mari kita  tilik satu persatu dari Roccat Kone +, apakah mouse ini layak untuk dimiliki?









Urusan packing, Roccat memang jagoannya. Dari bungkus luarnya saja, produk ini sangat menarik. Dari box saja kita bisa melihat fitur-fitur yang ditawarkan serta tulisan-tulisan yang membuat kita membacanya saja, langsung ingin memilikinya.








Isi paket penjualan ternyata standar terdiri dari mouse roccat kone+, quick start guide, dan sebuah card yang ada serial numbernya untuk bergabung dalam komunitas Roccat.org.


Pemberatnya ditempatkan terpisah menggunakan tempat khusus. Masing-masing pemberat berbobot 5 gram. Jadi Kone+ memperbolehkan kita untuk mengubah-ubah berat mouse sesuai dengan keinginan kita. Menurut Laopan sendiri, tanpa pemberat sudah Laopan rasakan pas beratnya.

Bentuknya gahar dan besar, desain ergonomis langsung terlihat, sehingga orang kidal langsung mengurungkan niat untuk membelinya. Fitur tombolnya sendiri lengkap, dimulai dari 2 tombol disamping yang bisa diakses dengan jempol, 2 tombol ditengah untuk mengganti dpi secara cepat, dan tilt scroll wheel, tentu saja bonus  1 tombol diatas scroll wheel yang secara default digunakan untuk tombol windows. Finishing dengan anti slip, jadi tidaklah licin ketika dipegang.

Sepertinya mouse ini memang diciptakan untuk menjadi mouse rumahan, absennya braided cable dan gold plated, mouse ini rawan untuk terkena karat dan kabel putus tengah untuk penggunaan berpindah-pindah dan ekstrim.




Posisi untuk meletakkan jempol sangat nyaman, grip bisa dipegang secara palm maupun claw.









Besar? Ya besar, jadi bagi para dwarf atau yang bertangan kecil harap berhati-hati ketika hendak memilih Roccat Kone+ ini. Lebih baik bertanya meminta referensi atau mencobanya terlebih dahulu, untuk yang bertangan sedang dan besar, Menurut Laopan, inilah mouse dengan grip yang paling nyaman dan tidak melelahkan.


Tech Specs
  • Pro-Aim Laser Sensor R2 with up to 6000dpi
  • 1000Hz polling rate
  • 1ms response time
  • 11750fps, 10.5megapixel
  • 30G acceleration
  • 3.8-5m/s (150-200ips)
  • 16-bit data channel
  • Tracking & Distance Control Unit
  • 72MHz TurboCore processor
  • 576kB onboard memory
  • 2m USB cable

Spesifikasinya sendiri tidak main-main. Dari data diatas jelas ini adalah saingan kuat dari Steelseries Sensei yang notabene mouse tercanggih. Onboard memory size yang besar siap menerima ratusan macro yang dapat disimpan kedalam 5 profile, juga terdapat sebuah processor secepat pentium 72mhz, dan kecanggihan lasernya yang bisa menyesuaikan mousepad yang hendak dipakai.


Roccat memberikan user sebanyak 5 tingkatan DPI on the fly, sangat fleksibel sekali untuk dipakai (Sensei hanya menyediakan 2). Dan lagi ketika kita mengganti DPI, kita diberitahu posisi kita memakai berapa DPI dengan mendengarkan suara dari speaker kita "four hundred DPI". Double click, sensitivity, vertical scroll speed, tilt semuanya  bisa diatur kecepatannya.


12 tombol belum cukup? Teknologi Easyshift+ memungkinkan kita mendapat tambahan 12 tombol lagi dengan mengkombinasikan tombol 4/5 dengan tombol yang lain. Semua tombol bisa menerima makro, dan yang paling penting dari sebuah mouse berteknologi makro adalah mudah sekali kita membuat looping disini. Para pecinta MMORPG. Razer Naga? Don't worry, we have plenty buttons to compare.

Mouse hebat harus diimbangin dengan nilai prestige yang sesuai, urusan bling-bling dari kone+ ini sangat keren. Terdapat 4 led disetiap penghujung, menariknya kita bisa menggunakannya untuk sekedar dekorasi lampu bergerak atau sebagai fungsi makro untuk memberi tahu kita suatu keadaan didalam game.

Inilah yang paling ditunggu-tunggu. Mouse seharga Rp.850.000,- ini bukan hanya  sebuah mouse MMORPG, namun sebagai mouse FPS juga! Fitur paling keren adalah Tracking Control Unit dimana Kone+ mendeteksi permukaan mousepad kemudian dikalkulasikan untuk mendapatkan settingan terbaik sensor dalam membaca permukaan mousepad. Distance control unit ini sama dengan lift distrance, exact lift. Di Kone+ kita diberikan kebebasan juga mengatur tingkat panjang sensor laser pada permukaan. Laopan bilang, inilah juga mouse dengan zero lift distance terbaik yang ada dipasaran. Bagi anda yang bingung untuk memilih antara razer naga dan steelseries sensei, lupakan mereka berdua, karena Roccat Kone+ memiliki fitur lengkap, kualitas sensor terbaik, dan kenyamanan yang luar biasa dengan harga yang lebih murah.


Pros :
- 6000 DPI, 5 tingkat DPI on the fly
- Comfort and less fatigue for long gaming session
- Easy creating macro, 12 button and 12 more button combinations
- Superb sensor tracking

Cons:
- Big for small hand
- Might feel heavy for some people

Sumber : Gadget Mall Center

Saturday, 1 September 2012

Review Western Digital My Passport Essential 1TB USB 3.0


Sesuai dengan judul posting, kali ini saya akan men review hardisk eksternal Western Digital My Passport Essential 1TB. Hardisk ini adalah hardisk portabel dengan ukuran 2,5 inci yang cukup bagus untuk dibawa kemana-mana dan cocok bagi anda yang sering berpergian.

Sebenarnya, saya telah memiliki hardisk eksternal dengan kapasitas yang sama dengan Western Digital My Passport Essential ini yaitu HP SimpleSave 1TB 2,5 inci. Tetapi karena ada masalah, saya retur ke bhinneka.com. Tetapi karena hardisk tersebut sudah tidak di produksi lagi, maka sebagai gantinya saya diberikan hardisk Western Digital My Passport Essential ini sebagai penggantinya.

Hardisk Western Digital My Passport Essential mempunyai 5 pilihan warna, yaitu putih, silver, merah, biru dan hitam. Pada unit yang saya dapat memiliki warna silver. Hardisk eksternal merek Western Digital ini harga resminya pada bhinneka.com adalah Rp. 1.145.100(sudah termasuk ppn 10%). Harganya sendiri termasuk harga yang tergolong murah jika dibandingkan dengan hardisk eksternal 2,5 inci 1TB yang laiinya.

Spesifikasi
  • 1TB 2,5 inci hardisk
  • 5400 RPM
  • USB 3.0 support
Kelengkapan
  • Hardisk Western Digital My Passport Essential 1TB
  • Kabel Hardisk USB 3.0
  • Dua buku manual dan petunjuk penggunaan
Memang kelengkapan untuk sebuah hardisk eksternal tergolong sedikit. Jadi ingat, untuk apa kita bayar lebih mahal untuk kelengkapan yang berlebih jika memang kita hanya menggunakan hardisk nya saja.

First Look
Sebelummnya di benak saya hardisk ini menggunakan material allumunium silver di sekujur bodynya seperti material alumunium pada produk-produk Apple. Tetapi setelah saya buka kotaknya, ternyata build keseluruhannya menggunakan plastik dan body metal yang saya duga sebeluumnya ternyata hanya plastik yang dipoles dengan cat silver dengan efek alumunium. Jika anda tahu Joystick Logitech F710, maka sperti itulah material plastik yang digunakan, dengan kesan alumunium tentunya.


Tetapi dibalik itu, material yang digunakan terasa solid. Tidak seperti hardisk eksternal merek HP yang saya ceritakan sebelummnya yang menggunakan material glossy dan gampang lecet. Pada hardisk Western Digital My Passport Essential ini terasa tanpa ringkih. Karena finishing cat menggunakan tipe doff. Jadi anda tidak perlu khawatir jika hardisk anda akan baret atau tidak.

Performa
Performa saya test menggunakan laptop HP Probook 4230s dengan OS Windows 8 RTM 64-bit. Software yang digunakan adalah Crystal Disk Mark versi 3.0.1 64-bit. Test saya lakukan pada port USB 2.0 dan USB 3.0 . Berikut adalah hasilnya.

Pada port USB 2.0

Pada port USB 3.0

Sudah jelas terlihat bahwa peningkatan kecepatan yang signifikan antara USB 2.0 dan USB 3.0 pada test sequential. Jika dibandingkan dengan hardisk HP SimpleSave saya yang dulu, tidak berbeda pada kecepatan USB 2.0 maupun USB 3.0 karena pada dasarnya kebanyakan hardisk eksternal 2,5 inci menggunakan putaran 5400 RPM. Berbeda jika pada kelas 3,5 inci yang menggunakan kecepatan yang bervariasi. Mulai dari 5400 RPM hingga 10000 RPM.

Kesimpulan
Hardisk eksternal Western Digital My Passport Essential 1TB USB 3.0 ini mempunyai desain yang solid, tetapi dengan material plastik yang terkesan 'murahan'. Meskipun begitu, performa tidaklah terlalu buruk untuk sebuah hardisk eksternal. Dengan supportnya USB 3.0, kecepatan transfer naik hampir 2 kali lipat jika dibandingkan dengan kecepatan pada port USB 2.0.

Sekian review dari saya. Jika ada pertanyaan, silahkan berkomentar dibawah ini.

-->

Saturday, 11 August 2012

Review Canon PowerShot A810


Di pasaran saat ini ada banyak sekali jenis kamera. Mulai dari point shoot camera, prosumer, semi pro, professional dan yang sekarang lagi trend nya adalah tipe mirrorless yang telah saya bahas disini. Pasar nya pun terbagi menjadi 3 bagian. High-end untuk merujuk ke pasar kelas atas yang didominasi oleh kamera professional dan mirrorless. Pasar Mid-end untuk kelas menengah yang didominasi kamea prosumer. Dan terakhir Low-end yang sebagian besar merujuk ke kamera point and shoot.

Canon PowerShot A810 ini termasuk kamera point and shoot. Point and shoot ini berati kamera yang mudah, efisien, dan kompak. Contohnya, jika anda ingin ada moment yang anda abadikan, anda tinggal mengambil kamera anda dari saku, tekan tombol on dan langsung jepret tanpa harus repot menset kamera dan lain-lain. Disamping kemudahannya di atas, kamera point and shoot ini tergolong kamera yang menghasilkan foto yang seadanya.

Canon Powershot A810 sendiri sebenarnya memiliki saudara kembar, yaitu Canon Powershot A1230. Dengan perbedaan A810 dipasarkan tanpa adanya lensa viewfinder. Entah kenapa Canon Powershot A1230 kini sudah tidak beredar di pasaran. Padahal jika melirik kelebihannya yaitu dilengkapi viewvinder, bisa menjadi kelebihan tersendiri diantara kamera point and shoot yang ada di pasaran. No one knows the reason except the canon it self.

Unboxing
Saya membeli Canon Powershot A810 di toko online Bhinneka.com dengan warna silver. Sebenarnya Canon Powershot A810 ini ada tiga macam pilihan warna, yaitu silver, black dan wine red.
Setelah barang datang, segera saya langsung buka paket. Melihat dari kotaknya, terlihat bahwa harga sebanding kualitas(baca : kualitas rendah). Kotak kecil dan setelah buka, kelengkapannya adalah sebagai berikut.

  • Kamera Canon A810
  • Baterai AA Panasonic(bukan baterai charger)
  • Kabel data
  • CD-Driver dan software
  • Beberapa kertas petunjuk dan manual
  • Kartu garansi

Saya juga pesa baterai Eneloop beserta chargernya di Bhinneka.com. Sebelumnya saya mengira jika paket kamera akan disertakan dengan kartu memori, tetapi nyatanya tidak. Yah, dengan harga 800ribu-an kita tidak bisa mengharapkan sesuatu yang lebih. What you pay is what you get.

First look
Kesan pertama yang saya lihat dari kamera Canon Powershot A810 ini adalah kecil, imut, dan elegan. Kalau diberi nilai dari 1 sampai 10, saya akan beri nilai 9 untuk desainnya. Body yang kecil, dan body yang menonjol pada bagian kiri terkesan keren. Body yang menonjol itu juga membantu kita agar lebih mudah dalam membidik foto dengan satu tangan.

Melirik ke bagian material. Pada body, saya percaya jika bahan yang digunakan terbuat dari bahan metal dan krom pada bezel lensanya. Pada bagian tombol, terbuat dari bahan plastik. Kualitas plastiknya sendiri merupakan kualitas rendah. Untuk keseluruhan, lumayan lah untuk kamera harga terjangkau.

Kamera ini menggunakan baterai double AA. Tentu ini sangat bagus jika kebanyakan kamera digital menggunakan baterai kotak yang seperti baterai HP yang banyak kelemahannya. Kelebihan Baterai AA jika dibandingkan dengan baterai kotak yaitu baterai AA dapat dicari dengan mudah dan kapasitas lebih besar. Mengingat kamera digital saya yang terdahulu yang saya beli tahun 2007 menggunakan baterai kotak, dan baterai tersebut sekarang sudah rusak, dan jaman sekarang(2012) susah untuk menemukan baterai dengan tipe yang kompatibel dengan kamera jadul saya.

User Interface
Kamera ini menggunakan user interface yang sederhana. Jika anda sering menggunakan kamera digital, anda tidak akan menemui masalah, bahkan terkesan mudah digunakan dari kebanyakan kamera digital. Jadi untuk interface no problem at all.

Foto
Kamera ini mempunyai banyak fitur, diantaranya makro dan face detection. Mungkin anda mengunjungi posting ini sebagian besar untuk mengetahui bagaimana kualitas foto dari Canon Powershot A810 ini. Ada baiknya kita lihat langsung hasil foto yang saya bidik.

Foto outdoor






Foto makro outdoor

Foto indoor
Tanpa flash

Dengan flash

Tanpa Flash

Dengan Flash

Foto makro indoor

Pendapat saya, kualitas foto yang dihasilkan lumayan. Kalau di nilai dari 1 sampai 10 saya akan memberikan nilai 6 untuk kualitas foto. Kenapa? Pertama Noise. Pada keadaan gelap, entah itu malam atau siang(dalam ruangan), kualitas foto akan sedikit buruk da terlihat di bagian antara terang dan gelap banyak noise yang timbul. Mungkin jika anda melihat dari LCD kamera, terlihat bagus, tetapi pada layar monitor, noise terlihat sangat jelas. Kalau anda membidik foto outdoor, kualitas yang dihasilkan akan terlihat lebih bagus, meskipun masih terlihat adanya bintik di berapa bagian.

Video
Meskipun dengan harga terjangkau, kamera ini dapat merekan HD 720p atau 1280x720 pixel. Mungkin untuk jaman sekarang, tidak terlalu impress jika kamera yang bahkan kelas bawahpun dapat merekam HD 720p. Untuk kualitas, anda bisa lihat langsung sampel video berikut.






Pendapat saya kualitas video yang dihasilkan buruk untuk resolusi HD 720p. Video yang dihasilkan seperti melihat video 480p yang di upscalling ke resolusi HD 720p ditambah dengan noise-noise yang timbul di beberapa bagian. Disamping itu, saya berikan jempol untuk frame-rate nya yang tidak ada lag sama sekali.

Kesimpulan

  • Kelebihan
    • Design kamera yang imut dan elegan
    • Menggunakan baterai double AA
    • Harga terjangkau
    • User Interface mudah digunakan
    • Fitur Makro
  • Kekurangan
    • Kualitas foto dan video buruk jika pada malam hari atau di dalam ruangan
    • Kabel data dengan kualitas yang terkesan murahan
    • Memory card tidak termasuk dalam paket
Rating
  • Desain              : ★★★★★★★★★(9/10)
  • Build Quality      : ★★★★★★★★★ (8/10)
  • Kualitas Gambar : ★★★★★★★★★★ (6/10)
  • Kualitas Video   : ★★★★★★★★★★ (7/10)
Conclusion

Kamera Canon Powershot A810 ini tergolong kamera point and shoot yang merupakan pasar dengan consumen berbudget rendah. Dengan harga 800-ribuan, anda jangan berharap terlalu banyak pada kamera maupun kelengakapan yang didapat. Kualitas kamera juga jangan berharap terlalu banyak. Jika anda ingin membelikan kamera untuk orang tua atau untuk adik kecil anda, Canon Powershot A810 ini recomended untuk dibeli. Namun, untuk anda yang tergolong sensitif terhadap pada fotografi, kamera ini tentu selalu memiliki kekurangan di mata anda. Seperti yang saya bilang sebelummnya, what you pay is what you get.

UPDATE
Hasil foto lainnya bisa dilihat disini

Jika ada kritik dan saran atau ada pertanyaaan yang ingin disampaikan, silahkan berkomentar di bawah. FEEL FREE GUYS.

Tuesday, 7 August 2012

Kebohogan Publik Tentang Ketebalan Bezel Pada LG Monitor IPS7L Series

Beberapa minggu yang lalu apakah anda menjumpai berita tentang LG IPS7L series?. Untuk anda penggemar IT pasti sudah melihat postingan tentang monitor tersebut seperti pada detikINET, TeknoUp, ataupun Jagat Review. Saya juga sempat membahasnya disini. Monitor IPS yang diagungkan sebagai monitor dengan bezel tertipis(1.2 milimeter) di dunia itu ternyata hanya bohong atau FAKE.

Pada postingan di facebook LG IT disebutkan bahwa LG IPS7L series ini memiliki ketebalan bezel 1.2 milimeter PADA SAAT TIDAK MENYALA.
Postingan dari LG IT
Pernyataan dari LG tentang ketebalan bezel

Memang kata-kata yang dimaksud LG ini sedikit membingungkan bila melihat gambar-gambar resmi dari LG yang tentunya divisualisasikan mempunyai ketebalan bezel 1.2mm dalam keadaan MENYALA.

Untuk lengkapnya kita lihat video ini.

Video resmi(credit by LG).







Realitanya(credit by TechCentury).





Ternyata realitanya, bezel yang dimiliki monitor ini memiliki ketebalan lebih dari 1cm pada saat menyala!. Hampir 10 kali lipat dari yang di klaim pada video resmi dari LG(yang juga dalam keadaan menyala). Sangat sayang memang, apa yang telah di jelaskan dan dipaparkan pada posting maupun gambar pada website-website IT(dan juga LG) yang menyatakan jika bezel monitor ini sangatlah tipis. Mungkin ini strategi marketing yang digunakan LG agar consumen tertarik dengan kelebihan yang nyatanya hanya bohong/FAKE belaka.

Source