Pages

Friday, 22 June 2012

Review TP-LINK TL-MR3040


Akhirnya setelah lama menunggu dari statusnya yang “coming soon”, router TL-MR-3040 dari TP-LINK ini hadir juga di indonesia. Setelah diperkenalkan pada ICS di jakarta, router mini ini langsung tersedia di beberapa toko online sperti Bhinneka.com. Tanpa pikir panjang, sayapun langsung memesannya. Sebelummnya saya sempat menggunakan “kakak” dari router mini ini, yaitu TL-MR-3020 yang telah saya review sebelumnya. Tetapi dengan kelemahan tidak adanya baterai pada routernya, sayapun beralih ke tipe yang baru. Langsung saja saya berikan reviewnya.

Kelengkapan
Untuk harga 300 ribu, router ini terbilang lengkap. Dalam paketnya yang terdiri dari
  • Router
  • Baterai
  • Kabel Micro USB
  • Power adapter
  • Kabel RJ45
  • CD-ROM manual
  • Petunjuk penggunaan
Router ini mempunyai kapasitas baterai 2000mAh. Kapasitasya lumayan kecil, mengingat harganya yang murah.

Satu hal yang saya khawatirkan sebelumnya adalah kabel USB yg sangat pendek seperti pada TL-MR-3020, tetapi tidak, TL-MR-3040 ini mempunyai kabel USB yang lumayan panjang, sekitar 1,2 meter. Berbeda seperti pendahulunya yang menggunakan tipe Mini USB-B, router baru ini menggunakan port Micro USB, sama seperti yang digunakan pada smartphone android ataupun blackberry.

Untuk kabel RJ45 yang disediakan tergolong pendek. Panjangnya hanya 50 cm saja. Tentu ini sangat menyulitkan jika menggunakan router dengan kabel RJ45 pada PC. Tetapi tidak masalah bila pada laptop. Tetapi mengingat kebanyakan laptop sudah menyematkan wifi, jadi kabel RJ45 yang disediakan dalam paket sangat jarang dipakai.

Desain

Perbandingan ukuran TL-3040 dengan Xperia X8
Sebelumnya dibenak saya mengira router ini cukup besar, tetapi kenyataannya router ini terasa kecil, seperti memegang hp saja. Router ini sangat nyaman digengam, beratnya juga hampir sama dengan berat kebanyakan hp. Jika tanpa baterai, router ini akan lebih ringan lagi, bahkan dapat dibilang sangat ringan.

Desain router ini stylish dengan material glossy. Tetapi sama seperti TL-MR3020, material yang dipakai rentan terhadap goresan, bahkan sentuhan pada kain pun dapat membuat goresan yang lumayan banyak. Pada router ini terdapat lampu indikator untuk menunjukan fungsi-fungsi yang sedang aktif.  Router ini mempunyai port USB, Micro USB, dan RJ45.

Dengan port USB, kita tidak hanya dapat berfungsi sebagai port USB modem, tetapi dapat sebagai port charger, jadi router ini dapat berfungsi sebagai portable charger seperti pada powerbank. 

Fungsi
Fungsi pada router mirip dengan TL-MR3020, dengan fungsi sebagai 3G hotspot, Client mode, AP Mode, Bridge dan repeater dan lain-lain. Router ini support sampai dengan 5 device. Bila lebih, misal device ke-6 akan terus gagal connect ke router ini. 3G hotspot mendukung teknologi 3G sampai 3,75G, baik itu GSM ataupun CDMA.

 Untuk saat ini, TL-3040 mendukung hingga 120 tipe modem(tipe modem yang compatible dengan TP-LINK TL-MR3040 bisa dilihat disini), dan akan ditambah jika tersedia update firmware baru. Tombol switch untuk berganti mode kini sudah digantikan dengan tombol on/off saja. Sebagai gantinya, penggantian mode dilakukan pada browser.

Test
Ketahanan baterai ini diklaim dapat bertahan sampai 4 jam. Tetapi ini hanya diatas kertas. Kenyataannya?. Setelah menggunakan router ini, dengan mode 3G wireless, router ini dapat bertahan 3 jam, bahkan kadang hanya sampai 2,5 Jam dengan kondisi internet pada modem on terus menerus.

Pengoprasian menggunakan 3G mode hanya bertahan kurang dari 4 jam
Test juga saya lakukan pada charging HP Xperia X8 saya yang berkapasitas 1200mAh. Hasilnya dalam kondisi baterai HP 0%, router ini dapat mencharge maximal sampai 60-70% dari kapasitas maximum beterai HP Xperia X8 saya. Charging memakan waktu 2 jam. Sebagai perbandingan, dengan memakai charger listrik PLN, hp saya dapat terisi full dalam waktu kurang dari 2 jam. Tentu saya tidak berharap terlalu banyak dengan charging portable ini, kecuali dalam keadaan sangat mendesak.

Router ini juga saya test dalam keadaan on mobile. Test saya lakukan dengan mengaktifkan router 3G wireless dan memasukannya kedalam tas. Setelah itu saya coba router dalam keadaan jalan, waktu itu saya dalam perjalanan ke kampus. Hasilnya?

Kecepatan lumayan stabil, bahkan dalam perjalanan
Setelah saya test menggunakan aplikasi Speedtest pada Xperia saya, Router ini lumayan stabil, tidak naik turun seperti perkiraan sebelumnya. Tetapi router dan modem menjadi panas. Mungkin karena modem perlu banyak power untuk mencari sinyal yang berganti-ganti. Tetapi panas yang dihasilkan masiih dalam batas wajar.

Kesimpulan
  • Kelebihan
    • Design yang stylish dan elegan
    • Menggunakan baterai
    • Lebih banyak mode dan fungsi jika dibandingkan dengan router Mifi
    • Menggunakan port micro USB
  • Kekurangan
      • Material yang glossy menyebabkan body mudah lecet
      • Kapasitas baterai tergolong kecil
    Ratings
    • Design           : ★★★★★★★★★★ (9/10)
    • Build Quality : ★★★★★★★★★★ (6/10)
    • Fungsi           : ★★★★★★★★★★ (8/10)

    Usefull links
    • Setting router bisa dilihat disini
    • List USB modem bisa dilihat disini.
    Sekian review saya, jika ada pertanyaan ataupun kritik, silakan comment dibawah. FEEL FREEN GUYS.

    Lainnya :
    Review Modem Prolink PCM100 Slim Edition Unlock
    Review TP-LINK TL-MR3020
    Cara Setting Router TP-LINK TL-MR3040
    List USB Modem yang Compatible Dengan Router TP-LINK TL-MR3020

    Tuesday, 5 June 2012

    Review Steelseries Kana





    STEELSERIES KANA OPTICAL MOUSE



    Laopan berkesempatan untuk mereview mouse keluaran baru dari Steelseries, yaitu Steelseries Kana. Mouse ini dibuat untuk mengisi gap antara Kinzu dengan Xai direntang harga 600rban.


    Seperti biasa box berbalutkan warna hitam dengan dominasi tulisan putih. Boxnya mirip dengan kinzu, namun kualitas kardus dan printing warna hitamnya kurang bagus. Tak jadi soal kalau hanya boxnya, mari kita tilik kemampuan dari Steelseries Kana ini. Seperti biasa, drivernya harus mendownload sendiri di webnya, dan bisa langsung di update firmware untuk performa yang lebih baik.


    Steelseries kana mempunyai penampilan firik mirip dengan Xai namun lebih kecil, tetapi lebih besar dari Kinzu. Kebetulan unit tester Laopan berwarna putih, dengan finishing Glossy White Piano yang merupakan horor untuk tangan yang berkeringat.


    Mempunyai 2 buah tombol pada sisi kanan dan kiri seperti pada Xai namun dengan tombol yang lebih besar dan rata dengan body. Posisi ini untuk mengurangi kesalahan tertekannya tombol samping karena tidak sengaja oleh jari manis dan jempol. Namun pada prakteknya, Laopan masih sering mengalami salah tekan. Untuk tombol klik kanan dan kirinya, kana tergolong keras. Tidak menggunakan omron switch seperti di Kinzu V2 Pro, hal ini cukup mengganggu ketika bermain Battlefield 3 cepat sekali jari-jari Laopan mengalami hand fatigue.


    Ada lampu LEDnya menyala putih terletak di mouse scroll yang menambah kesan lux, dan sebuah tombol dibawah scroll untuk mengubah-ubah DPI.


    Braided cablenya ada motif putih-putih, mempermudah melihat mana yang dimiliki oleh Kana. Tanpa gold plated USB tidak masalah pada performa, kecuali yang menginginkan nilai prestis lebih.


    Dan memakai sensor optical,  Ya dengan harga diatas 600rb anda mendapatkan sebuah mouse optical. Sebenarnya tidak masalah untuk Optical atau tidaknya, terserah gamer menyukai sensor optik atau laser karena feel dari keduanya berbeda. Steelseries menjanjikan lift distancenya 2mm dan memang tidak menipu, namun hanya berlaku pada hardsurface. Pada cloth softpad, lift distance dari kana tidaklah bagus menurut laopan.





    Tidak ada pemberat, tidak ada tombol tambahan, beratnya ringan namun jangan berharap banyak untuk merubah beratnya.


    Dengan nilai CPI/DPI maksimal 3600 rasanya sudah cukup untuk bermain game-game FPS. Nilai polling ratenya juga bisa berjalan maksimal pada 1000hz 1ms. Untuk kebutuhan bermain FPS gaming sudah mencukupi, hanya saja untuk setelan nilai DPI nya hanya disediakan 2 buah profile yang bisa diakses dengan menekan tombol dibawah scroll. Sedikit menyulitkan untuk anda yang menyukai 3 posisi DPI atau lebih. Sebagai contoh kita ingin menyimpan posisi DPI 400 untuk sniping, 800 untuk desktop browsing, 1600 untuk gunning, maka kita harus mengalah salah satu.


    Steelseries Kana juga masih berbaik hati dengan memberikan kita macro setting, namun rasanya sangat nanggung karena tidak disertakannya internal memori yang membuat kita harus membawa driver dan profile di flashdisk ketika berpindah komputer, dan pembuatan macro yang sangat sederhana. Jadi wahai para MMORPGers, jauhilah mouse ini.


    Ada fasilitas untuk mengetahui statistik berapa banyak klik yang dihasilkan, kurang begitu paham manfaatnya.

    Kesimpulannya, Steelseries Kana sebenarnya mouse simple yang overpriced. Walaupun bentuknya manis dan ambidex, namun tidak bisa menyelamatkannya dari para kompetitornya yang jauh lebih hebat dalam hal performa dan fitur. Performa Optiknya juga tidak memuaskan. Apabila anda tidak keberatan dengan :
    1. Rp.650.000,- untuk sebuah mouse bersensor optik infra red
    2. DPI maksimal 3600
    3. Tidak ada internal memori, ganti PC = install driver lagi
    4. Ukuran mungil, sangat tidak disarankan untuk bertangan besar
    5. Tombol kanan kiri yang sering terpencet tak sengaja
    6. Lift distance yang kurang memuaskan pada mousepad softcloth
    7. Tidak ada fasilitas untuk merubah-ubah berat

    Jika poin diatas memang bisa diabaikan, maka anda tidak akan kecewa dengan Steelseries Kana ini. Jika tidak, maka banyak pilihan mouse dipasaran yang jauh lebih baik dari Kana.


    Sumber : Gadget Mall Center

    Sunday, 3 June 2012

    Review Ttesports Theron

    TT eSPORTS THERON

    Inilah salah satu mouse terbaru keluaran Tt eSports yang masuk ke Indonesia, Laopan begitu excited mendengar produk ini masuk Indonesia, langsung saja pre Order. Langsung saja setelah barang sampai, Laopan langsung mengetesnya. Harga dari mouse ini direntang harga Rp.600.000,-, dan harus bersaing dengan Radon 5k, Deathadder, Black Element, dan mungkin Kana juga bisa dimasukkan kekategori ini meski harganya menginjak diatas 600ribu.


    Seperti yang terlihat didesain boxnya, mouse ini didesain untuk memaksimalkan permainan RTS, namun bukan berarti mouse ini hanya untuk RTS saja. Theron sendiri dibuat dan berkolaborasi dengan profesional gamer yang bergelut dibidang Starcraft 2 Zhan "Softball" Zhenyu yang mana Laopan belum pernah mendengarnya sebelum melihat produk Theron ini sendiri, juga Theron memenangkan Red Dot Design Award 2012.


    Seperti Black  dan Black Element, dalam box Theron berisikan 2 buah stiker battle dragon,  quickstart guide, manual, cd driver, sebuah pouch untuk keperluan travelling, dan mouse Tt eSports Theron itu sendiri.


    Ya inilah penampakan dari Theron, desainnya sendiri seperti sebuah armor naga ( Dragon Scale ), dengan penuh hiasan kelap kelip lampu pada sisi telapak, kanan, kiri, bawah, dan scroll. Bersenjatakan sensor T.P.G yang bisa melaju sampai 5600 Dpi yang Laopan rasa sudah sangat cukup sekali untuk monitor besar sekalipun.


    Theron sendiri terlihat gagah waktu menyala, led disisi kanan, kiri, dan belakang yang berada diposisi bawah. Sehingga seperti mobil modifikasi Fast and Furious yang memberikan ambient lightning pada mousepad. Indikator tingkat DPI juga diberikan, lebih disederhanakan dari Black, namun indikatornya cukup jelas untuk dibaca. Sedangkan posisi tombol dibawah scroll untuk memindah-mindah Dpi secara default, Laopan merasa agak sulit untuk dijangkau pada saat game session.


    TtEsports Theron ini sendiri hampir perfect untuk grip menurut Laopan yang memegangnya dengan cara clawgrip. Namun seribu sayang memang tidak ada yang sempurna, benjolan disebelah kanan seperti gambar diatas yang mungkin ditujukan untuk finger rest jari manis memang agak menganggu. Namun untuk keseluruhan baik claw, finger, maupun palm, theron tetap bisa mengakomodasi ketiganya. Bodi dari Theron sendiri memakai cat seperti rubber, tidak licin, namun cepat kotor jika terkena minyak (tangan berminyak).

    Soal tombol, Theron sudah membenamkan Omron switch. Hasilnya terasa empuk sekali dan nyaman. Tidak ada kesulitan apapun dalam penekanan tombol. Side button juga tak mengganggu dan mudah diakses. Berita baiknya bagi yang suka mengangkat-angkat mouse, theron sudah tidak memakai sensor philips lagi, artinya no more Z-axis problem. Laopan sangat menyukai sensor baru yang dipakai ini, dimana lift distancenya sangat bagus.

    Pada game Battlefield 3, Laopan sangat mudah sekali mendapatkan headshot memakai Theron. Untuk game RTS seperti Dota atau League of Legend, Theron juga bisa diandalkan, apalagi untuk MMORPG, Laopan sangat menyukai sekali kemudahan setting delay dan loopingnya.


    Secara total Theron memiliki 8 buah tombol yang dapat disimpan kedalam 5 profile yang berbeda yang dapat dipindah hanya dengan menekan tombol profile dibawah mouse.







    Harap diperhatikan kalau membeli, jangan sampai seperti pada produk yang Laopan terima ini, posisi segel berada di kompartmen pemberat. Untungnya ketika Laopan protes kepada penjualnya, pihak penjual siap untuk menggaransi apapun yang terjadi dengan produk yang Laopan beli asalkan masuk dalam daftar syarat yang digaransikan. Dibawah Theron terdapat tombol profile untuk mengganti profile 1-5, sebuah tombol polling rate untuk merubah rate dari mouse 125hz, 500hz, dan 1000hz secara langsung., dan switch untuk mematikan side button untuk mencegah hal yang tidak diinginkan seperti jari tidak sengaja memencetnya. Harusnya fitur ini disertakan pada Steelseries kana, xai dan sensei, mereka yang lebih membutuhkannya.


    Tersedia juga kompartmen pemberat, jadi kita bisa menyetel seberapa berat mouse dengan peningkatan 4.5g sampai 5x. Namun pada posisi tanpa pemberatpun, Laopan sudah merasa cukup berat.

    Standarnya Tt eSPORTS, Braided, Logo, Goldplated USB

    Perbandingan ukuran Theron dengan Black



    Theron sendiri tidak kalah dengan mouse kelap-kelip. Selain bisa mengubah-ubah warna led 7 warna, kita juga bisa mengubah sesuka hati kita masing-masing bagian untuk warna yang berbeda. Contohnya warna kiri-kanan merah, warna bawah kuning, warna logo biru, warna mouse scroll ungu. Kombinasikan sesuai kreasimu, sehinggan Theron terlihat gagah atau seperti ondel-ondel.


    Theron memiliki maksimum 5600 DPI dan minimal 100 DPI, kita bisa menyimpan nilai DPI yang kita mau kedalam 4 tingkatan yang dapat kita ubah-ubah tanpa membuka driver hanya dengan memencet tombol panah pada mouse. Double Click speed, acceleration, scroll speed, dan polling rate semuanya bisa diubah-ubah nilainya. Hanya perbedaannya, kalau di black kita bisa mengubah nilai DPI secara horisontal dan vertikal. Namun kualitas sensornya lebih berkarakter dan akurat milik theron.

    Pemain yang mengandalkan macro untuk bermain game, pasti sangat menyukai black, black element, tidak luput juga Theron. Karena kita bisa membuat macro dengan sangat mudah, bahkan looping dengan mudah. Juga penyertaan 128kb memori internal, jadi tidak perlu bingung instalasi driver, cukup tancapkan pada komputer game net, maka Theron siap dipakai. Dengan harga Rp.600.000,- ini, Theron sudah siap untuk melibas kompetitor sekelasnya seperti Razer Deathadder dan Steelseries Kana yang terasa overpriced.

    Laopan sendiri lebih optimis memakai produk-produk dari Tt eSPORTS, karena produk-produknya cukup bandel.

    Sumber : Gadget Mall Center

    Friday, 1 June 2012

    Loewe Hadirkan Tiga Speaker iPod

    Produsen perangkat audio kawakan asal Jerman,Loewe AG, merilis 3 set speaker portabel terbarunya yaitu Loewe Soundbox, Loewe SoundVision dan Loewe AirSpeaker.

    Loewe Soundbox
    SoundBox Opener 20120302 610x343 Loewe Hadirkan Tiga Speaker iPod dengan Desain dan Harga Premium  news home gadget audio home gadget

    Loewe Soundbox hadir dalam ukuran relatif besar dengan panel LCD dan sederetan tombol navigasi pada bagian depan. Di dalamnya tertanam 2 buah full range stereo speaker dan 2 digital stereo amplifier yang cukup bertenaga untuk menyajikan output suara yang maksimal.

    Untuk mendengarkan musik favorit Anda pada perangkat ini dapat dilakukan dalam 2 cara. Pertama, menancapkan iPod/iPhone pada docking yang tersedia, atau menggunakan pemutar CD yang dimilikinya. Loewe juga menyediakan fitur FM Radio dengan Radio Data System (RDS) yang dapat menampilkan informasi stasion radio, judul lagu beserta penyanyinya yang sedang didengarkan. Selain itu tersedia juga fitur alarm dan remote untuk mengendalikan perangkat ini dari jarak jauh.

    SoundBox 2 Loewe Hadirkan Tiga Speaker iPod dengan Desain dan Harga Premium  news home gadget audio home gadget

    Loewe Soundbox hadir dalam 6 pilihan warna yaitu, hitam, silver, hijau, biru, merah dan kuning. Anda juga dapat mengkostumisasinya dengan mengganti bagian panel atasnya saja dengan pilihan warna lain.

    Loewe SoundVision
     Loewe Hadirkan Tiga Speaker iPod dengan Desain dan Harga Premium  news home gadget audio home gadget

    Dalam kemasan yang lebih kecil dan elegan, Loewe SoundVision mengemas 6 buah speaker dan 2 subwoofer untuk menghasilkan suara. Perangkat ini semakin menarik dengan hadirnya sebuah layar sentuh LCD berukuran 7,5 inci yang berfungsi sebagai sistem navigasinya.

    Selain dapat mendengarkan musik lewat radio, iPod, iPhone, dan pemutar CD, Loewe juga melengkapinya dengan konektivitas LAN, WLAN, atau Powerline Networks. Lewat konektivitas nirkabel ini, Anda dapat mendengarkan siaran radio Internet, menghubungkannya ke perangkat iOS via Airplay atau menghubungkannya ke produk hiburan rumah dari Loewe lainnya dan perangkat musik lain lewat jaringan di rumah Anda.

    Loewe SoundVision tersedia dalam pilihan warna kombinasi alumunium-silver atau hitam-alumunium. Anda juga dapat menganti bagian panel sampingannya dengan warna-warna lain yang dapat disesuaikan dengan ruangan atau mood Anda.

    Loewe AirSpeaker
    lowe air speaker 2 610x489 Loewe Hadirkan Tiga Speaker iPod dengan Desain dan Harga Premium  news home gadget audio home gadget

    Dibandingkan dengan Loewe Soundbox dan SoundVision, Loewe Air speaker hadir dalam kemasan yang lebih minimalis. Perangkat ini tidak dilengkapi dengan layar LCD yang dapat menampilkan info atau menu navigasi. Di balik tampilan minimalisnya, Anda dapat menemukan 2 buah subwoofer, dua tweeter, dan 2 mid-range speaker dengan output suara total yang cukup bertenaga sekitar 80 Watt.

    Loewe Air Speaker hadir dengan fitur Airplay dari Apple yang memungkinkannya dapat dihubungkan ke perangkat iOS secara nirkabel. Namun, Loewe juga masih tetap menyediakan port Aux-in dan USB untuk menghubungkan iPod atau perangkat audio lain lewat kabel audio biasa.

    Sama dengan Loewe Soundbox, panel bagian atas Loewe Air Speaker juga dapat digonta-ganti warnanya. Warna yang disediakan antara lain, hitam, silver, oak light, orange, merah dan kuning.

    Ketiga produk Loewe terbaru ini, sementara telah tersedia di pasaran Singapura, Anda dapat membawanya pulang dengan harga S$1,060 untuk Loewe Soundbox, S$2,830 untuk Loewe SoundVision, dan S$1,340 untuk Loewe Air Speaker.

    OmniVision OV16820 & OV16825

    Belum lama ini, OmniVision mengumumkan kehadiran 2 buah sensor kamera baru yang memiliki resolusi sangat besar di kelas smartphone, yaitu OV16820 & OV16825 .Sebuah smartphone yang mengadopsi sensor ini nantinya dapat mengambil foto dengan resolusi maksimum 16MP lengkap dengan kemampuan burst photography dan perekaman video berkualitas QFHD 4608×3456 piksel!

    Di sensor tersebut tertanam arsitektur 1.34-micron OmniBSI-2 pixel berperforma tinggi, yang sanggup merekam video hingga resolusi Quad Full High Definition (QFHD) dengan kecepatan hingga 60 fps. Artinya, video yang Anda rekam masih cukup tajam jika diputar secara slo-mo, atau gerakan lambat.

    Dengan sensor yang besar, Anda akan lebih leluasa dalam mengambil gambar. Jika Anda mengejar resolusi tinggi, gunakan opsi rekam 4608×3456 dengan kecepatan 30fps. Tetapi jika Anda ingin membuat film dokumenter atau slow motion dengan obyek tetap terlihat detil, maka gunakan opsi 4K2K dengan resolusi 3840×2160, atau Full HD “standar” 1080p, yang akan direkam dalam kecepatan 60fps. Ya, dengan resolusi QFHD, video 1080p bisa jadi akan terasa “standar” untuk diterapkan pada smartphone – atau handycam sekalipun – di masa mendatang.

    Belum ada informasi vendor mana yang berminat untuk menanamkan sensor ini sebagai bagian dari produk mereka. Satu hal yang pasti, kemampuan rekam menakjubkan yang dimiliki sensor ini tentu akan melambungkan harga jualnya lebih tinggi lagi dari harga sekarang. Namun, kemajuan teknologi seperti ini patut kita apresiasi.

    Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang 2 sensor baru kamera besutan OmniVision tersebut, silakan klik tautan ini.

    S Nexian Five A5000

    S Nexian baru-baru ini merilis seri Five, yang diposisikan secara jelas sebagai lini terbaru tablet Android mereka. S Nexian Five yang “masih” bersistem operasi Gingerbread ini juga memiliki fitur TV Analog yang memang cocok disaksikan di layar berukuran 5-incinya. Untuk menelepon Five menggunakan jaringan Dual GSM 900/1800 MHz plus koneksi jaringan data WCDMA 2100 MHz, atau yang lebih akrab disebut dengan 3.5G. Selain itu vendor lokal yang Go International ini menyertainya dengan HSDPA, WiFi dan GPS/A-GPS.

    S Nexian juga melengkapi Five yang memiliki ketebalan 12.2mm serta bobot 276.3 gram ini dengan kamera utama 5MP di bagian belakang, plus satu kamera tambahan di bagian depan. Kamera tambahan dengan resolusi VGA ini akan membantu Anda dalam berkomunikasi visual dua arah menggunakan SKYPE. Penggunaannya pun akan lebih optimal karena Five telah menjalin kerja sama resmi yang ditunjukkan lewat aplikasi pre-loaded SKYPE.

    Di sektor hardware, S Nexian masih mempercayakan urusan proses data pada chipset MTK dengan kecepatan prosesor 650MHz, yang ditunjang dengan RAM & ROM dengan besar masing-masing 4MB. Untuk memberinya tenaga, serta baterai berkapasitas 1800mAh. Jika Anda merasa kepincut, cukup siapkan uang sebanyak Rp.1,799,000 untuk menebusnya (selama masa promosi) dengan bundling kartu perdana Telkomsel berbonus paket data sebesar 250MB/bulan gratis selama 12 bulan.

    Sony XPERIA go & acro S

    Sony Xperia go memiliki layar 3.5 inci dengan Reality Display dan ditenagai oleh Mobile BRAVIA Engine. Anda pernah merasa kesulitan dalam menavigasi layar sentuh ketika ujung jari basah? Layar kaca mineral antigores dengan wet finger tracking akan menjamin hal itu tidak akan Anda temui di seri Xperia go maupun acro S. Kamera 5MP yang membawa fitur fast capture akan membantu Anda untuk mengaktifkan kamera dari modus tidur hanya dalam waktu kurang dari 2 detik.


    Sony mengklaim tingkat ketahanan tertinggi terhadap debu dan air untuk smartphone berkat IP67 Rating yang dimiliki go. Sementara untuk kinerja, digunakan prosesor dual core 1GHz sebagai otaknya. Namun, OS yang digunakan masih Android 2.3 Gingerbread meski Sony nantinya akan menyediakan opsi upgrade menuju Android 4.0 Ice Cream Sandwich. Smartphone yang akan diluncurkan di AS dengan nama Xperia advance ini akan tersedia dalam pilihan warna Black, White dan Yellow.

    Sementara itu Xperia acro S memiliki ukuran layar lebih luas, yakni 4.3 inci HD Reality Display, tentu saja masih dengan kaca mineral yang tangguh untuk perlindungan maksimal. acro S juga sudah mampu merekam video full HD 1080p dari kamera 12MP yang dibawanya, plus HD video chat. Teknologi NFC pada acro S memungkinkan Anda dengan mudah membuka aplikasi hanya dengan satu sentuhan melalui Xperia SmartTag. Sementara hadirnya PlayStation Certified akan membawa Anda pengalaman lebih dengan game-game khas PlayStation.


    Tak seperti Xperia go, acro S yang dipersenjatai dengan prosesor dual core 1.5GHz tersebut sudah membawa Android 4.0 Ice Cream Sandwich sebagai sistem operasinya. Juga akan tersedia dalam 3 warna yakni Black, White dan Pink, baik go maupun acro S akan mulai bisa dimiliki secara global pada kuartal III mendatang.

    Razer BlackShark Battlefield 3

    Mengambil tema game perang membuat Razer terinspirasi untuk membuatnya seperti aksesoris militer. Sekilas, bentuk Blacksharsk ini memang terlihat seperti headphone pilot pesawat tempur. Ternyata bukan bentuknya saja yang mirip, tapi fungsinya juga sama.


    Bentuk oval ear pad BlackShark ini akan membungkus telinga dengan nyaman serta memberikan fitur noise cancellation yang baik. Razer juga menegaskan bahwa mereka memang menerapkan teknologi noise cancellation headphone pilot, yakni dengan menutup jalan bagi udara di dalam dan di luar. Namun dengan cara tersebut, ada kemungkinan dalam pemakaian yang lama headphone bisa mengurangi kenyamanan, karena telinga yang berkeringat. Selain memiliki fitur noise cancellation, BlackShark juga dilengkapi sebuah boom microphone yang dapat dilepas dari unit utamanya untuk memudahkan pemindahan.

    Razer mengklaim seri BlackShark ini sangat cocok untuk game-game FPS yang penuh aksi seperti Battlefield 3. Di dalam ear cupnya tersimpan driver neodymium magnet berukuran 40mm yang akan mengeluarkan suara jernih dengan bass yang bertenaga.

    Jika Anda memang sedang mencari headset gaming dan kebetulan seorang fans Battlefield 3, mungkin Razer BlackShark Battlefield 3 ini dapat menjadi pilihan. Razer berencana untuk melepasnya ke pasar internasional bulan Juli depan dengan banderol harga US$129.99.

    Source