Pages

Friday, 25 May 2012

Pentax K-30


Pentax melakukan terobosan dengan menghadirkan kamera DSLR tahan banting dalam banderol harga yang cukup ramah di kantong.

Sebagai kamera yang tangguh, Pentax K-30 hadir dalam kemasan bodi yang kokoh dan tahan banting, dengan desain handle grip yang besar. Fitur ketahanan ekstra yang dimilikinya mencakup ketahanan di segala kondisi cuaca, anti debu, tahan air, dan anti-beku hingga pada temperatur -10° Celcius. Cukup tangguh untuk kebanyakan fotografer alam sekalipun.

Di balik ketangguhannya, Pentax menyematkan sensor CMOS 16,3 megapixel dengan dukungan image processor, Pentax Prime M. Berkat prosesor ini, Pentax K-30 dapat digunakan untuk mengambil foto dan merekam video pada kualitas Full HD 1080p dengan 30 fps atau 720p dengan 60 fps. Opsi ISO yang disediakan juga cukup lengkap, mulai dari ISO 100 hingga ISO 12800. Anda juga dapat meningkatkannnya sampai ISO 25600, menggunakan fitur Custom Function.

Selain menawarkan ketangguhan ekstra di bagian luarnya, Pentax K-30 juga mengemas spesifikasi menarik bagi fotografer profesional dan amatir yang serius dengan fotografi. Untuk viewfinder, pentaprism yang menawarkan cakupan penglihatan 100% telah dimilikinya. Selain itu juga tersedia fitur Auto Picture dan Scene mode yang hadir dalam 19 pilihan kondisi pemotretan bagi Anda yang baru belajar atau sedang malas mengatur setting kamera. Pentax juga menanamkan fungsi Pentax Shake Reduction di dalam bodi sehingga lensa apa pun yang tertancap di K-30 akan dapat digunakan dengan lebih stabil. Bagi para penggemar fotografi olahraga, Pentax K-30 cukup dapat diandalkan dengan fitur burst mode miliknya yang dapat memotret dengan kecepatan 6 frame per detik.

Pengukuran cahaya yang akurat juga merupakan hal yang krusial dan Pentax telah menyiapkan sistem multi-pattern metering 77 segmen untuk mengukur cahaya dengan lebih tepat. Untuk menghasilkan kecepatan autofokus yang cepat, Pentax menyelipkan modul sensor SAFOX IXi+ AF. Bagi pengguna kamera DSLR Pentax sebelumnya, mungkin akan merasakan kecepatan dan ketepatan algoritma autofokus yang baru ini. Teknologi ini juga meningkatkan akurasi dan kecepatan pendeteksian obyek yang bergerak serta performa autofokus saat menggunakan lensa telephoto.

pentax baterai holder Pentax K 30: Kamera DSLR Tangguh yang Tahan Masuk Angin news kamera dslr foto video

Sebagai mitra untuk menjelajah alam liar, daya tahan baterai kamera menjadi isu yang penting. Pentax K-30 telah menyediakan aksesoris tambahan, yaitu Pentax D-BH109 yang merupakan baterai holder. Dengan baterai holder tersebut, Anda dapat memasang 4 baterai AA sebagai sumber tenaga pengganti jika baterai lithiom ion standarnya kehabisan daya.

Pentax K-30 baru tersedia dalam 3 pilihan warna yaitu biru, hitam dan putih. Rencananya kamera ini mulai dipasarkan pada bulan Juli 2012 dengan banderol harga US$ 849.99 untuk bodi saja dan US$ 899.95 untuk versi paket dengan lensa 18-55mm.


Sekilas Fitur Pentax K-30:
Sensor : 16.28 Megapixel APS-C CMOS
ISO Range : 100-25,600
Weather Sealed : Yes (81 seals) :
Image Processor : Prime M
AF System : 11-point (9 cross-type) SAFOX IXi + Phase Detect
Live View : Contrast Detect w/ manual focus assist
Video Recording : Full HD at 30 FPS 720p at 60/50/30/25/24 FPS VGA at 30FPS
Video AF : Yes
Viewfinder : Pentaprism, approx 100% coverage 0.92x magnification Interchangeable focusing screens
Shutter : 6FPS Mechanical 30s-1/6000s (stepless), bulb
Shake Reduction : In-Body (w/ optional horizon correction) :
Power Source : AA via D-BH109 (not included, or) Rechargeable Li-ion D-LI109 (included) Approx. 480 images per charge
Dust Removal : Yes, non-ultrasonic
Metering : 77-segments
Rear LCD : 3-inch VGA (921,000 dots)
Top LCD : None
Available Colors : Black, Blue, White

Sony Alpha A37


Sony merilis Alpha A37 untuk menggantikan A35.

Dari tampilannya sekilas kamera ini masih mirip dengan Sony Alpha A35. Hanya saja, Sony Alpha A37 hadir dengan desain grip besar yang mirip dengan Sony Alpha A77. Di balik kemasan bodi yang berukuran kecil dan ringan, Sony menyematkan sebuah sensor APS-C CMOS 16 megapixel yang sudah dilengkapi kemampuan untuk merekam video Full HD.

Sektor layarpun mendapatkan peningkatan yang cukup menarik. Alpha A37 ini mengusung layar Articulated LCD berukuran 2.6-inci yang biasa kita lihat di generasi Sony Nex-series. Anda dapat mengatur layarnya ke atas dan ke bawah sehingga dapat disesuaikan dengan kondisi pengambilan gambar.

Untungnya, peningkatan tidak hanya datang dari segi hardware saja. Sony melengkapi Alpha A37 ini dengan fitur baru bernama Auto Portrait Framing, di luar dari fitur-fitur yang ada sebelumnya. Dengan fitur baru ini setiap hasil foto akan memiliki orientasi portrait secara otomatis, walaupun Anda mengambil foto dalam orientasi melebar atau landscape. Picture Effect yang dimilikinya juga lebih banyak, yaitu sebanyak 15 pilihan – sementara A35 hanya memiliki 11 efek saja. Menariknya, A37 dilengkapi kemampuan continuous shot hingga 7 frame per detik, serta sistem tracking auto focus yang akan mengunci fokus pada subyek dan mengikutinya saat bergerak.

Sony SAL 18-135mm f/3.5-5.6 SAM
sony sal 18 135mm 610x426 Sony Alpha A37: Andalkan Tracking Auto Fokus dan Layar Model Baru news kamera dslr foto video
Menemani kamera terbarunya, Sony juga mengumumkan sebuah lensa baru berjenis A-mount, yaitu Sony SAL 18-135mm f/3.5-5.6 SAM. Lensa ini memiliki kemampuan zoom hingga 8x, fokus yang lebih halus dan akurat, serta suara yang lebih senyap. Sony SAL 18-135mm ini nanti akan ditawarkan sebagai pilihan untuk paket kamera seri Alpha seperti A37, A57, A65, dan A77.

Sony Alpha A37 akan dijual seharga US$599.99 dengan lensa kit 18-55mm dan baru tersedia pada bulan Juni nanti. Sementara lensa Sony SAL 18-135mm baru akan tersedia pada bulan Juli dengan kisaran harga US$500.


Sensor: APS-C CMOS 16.1 megapixel
ISO: Auto, 100, 200, 400, 800, 1600, 3200, 6400, 12800, 25600
Layar: LCD putar berukuran 2,6 inci
Video: Full HD
Fitur: Portrait, Sports Action, Macro, Landscape, Sunset, Night view, Hand-held Twilight (6 shot layering), Night Portrait, Picture Effect
Viewfinder: Electronik
Continuos shoot: 7 fps
Ukuran: 124 x 92 x 85 mm
Berat: 448 gram


Mamiya Leaf Credo


Mamiya Leaf resmi merilis tiga buah digital back terbarunya, yaitu Mamiya Leaf Credo 80, Mamiya Leaf Credo 60 dan Mamiya Leaf Credo 40.

Mamiya Leaf Credo 80 merupakan seri teratas dari jajaran produk terbaru ini. Digital back full frame medium format dengan rsensor 80 megapixel ini hadir dengan opsi pilihan ISO dari ISO 35 hingga ISO 800 dengan kecepatan rata-rata membidik objek 0.7 fps. Sedangkan Mamiya Leaf Credo 60 yang hadir dengan sensor sebesar 60 megapixel dan Mamiya Leaf Credo 40 bersensor 40 megapixel disertai dengan opsi pilihan ISO dari ISO 50 hingga ISO 800 dengan kecepatan rata-rata membidik subyek 1 fps untuk Mamiya Leaf Credo 60 dan 1.2 fps untuk Mamiya Leaf Credo 40.

mamiya leaf credo 2 Mamiya Leaf Credo: Trio Digital Back Kamera Medium Format news kamera dslr foto video

Dalam hal performa, ketiganya memiliki dynamic range 12.5 f-stops yang membuatnya dapat menghasilkan gambar lebih detil dan kaya warna. Pemrosesan gambar yang dilakukan juga lebih cepat berkat disematkannya dual-core microprosesor didalamnya. Untuk navigasi, Mamiya Leaf Credo telah dilengkapi dengan layar sentuh multitouch resolusi tinggi yang dapat menampilkan tonal warna secara akurat dan berfungsi untuk membantu Anda membidik objek lewat fitur Live View yang dimilikinya. Agar proses pemindahan data dari digital back ini ke PC atau MAC Anda lebih cepat, Mamiya juga telah melengkapinya dengan dukungan koneksi FireWire 800 dan USB 3.0.

Mamiya Leaf Credo dapat digunakan untuk kamera medium format dari Mamiya, Hasselblad V-Series dan H-Series serta kamera medium format dari Contax. Ketiganya akan mulai dipasarkan pada bulan Juni 2012 dengan harga US$ 19,495 untuk Leaf Credo 40, US$ 32,495 untuk Leaf Credo 60 dan US$38,995 untuk Leaf Credo 80.

Nikon D3200


Nikon D3200 yang dihadirkan untuk mendampingi kamera kelas entry Nikon sebelumnya, yaitu Nikon D3100.

Banyak peningkatan yang dapat Anda temui pada kamera kelas entry level ini. Pertama, Nikon D3200 dipersenjatai dengan sensor CMOS sebesar 24.2 megapixel yang digabungkan dengan prosesor Nikon EXPEED 3. Dengan kombinasi tersebut, kamera ini diklaim sanggup menghasilkan foto yang tajam dan kaya warna dengan tingkat noise minimum pada ISO tinggi. Agar lebih menggiurkan, Nikon menyertainya dengan opsi pilihan ISO yang lengkap dari ISO 100 hingga ISO 6400 yang dapat diekspansi hingga ISO 12800. Harapannya, para pengguna yang gemar memotret di kondisi rendah cahaya dapat terpuaskan. Sedangkan untuk yang membutuhkan kecepatan, Nikon D3200 menawarkan fitur continuos shoot dengan kecepatan 4 frame per detik.

Pada kamera barunya ini, Nikon juga melengkapinya dengan teknologi-teknologi mutakhir seperti Nikon Scene Recognition System dan 3D Color Matrix Metering II. Paduan kedua teknologi tersebut menciptakan akurasi auto fokus dan sistem metering yang lebih akurat untuk memudahkan Anda menghasilkan foto pada tingkat eksposur yang tepat.

Peningkatan tidak terlihat pada sektor fotonya saja, tetapi juga pada sektor videonya. Nikon meningkatkan kemampuan D3200 untuk dapat merekam video dalam format 1080p pada 30fps, dan 720p pada 60fps. Anda juga dapat menghasilkan video dengan kualitas audio yang lebih jelas berkat dukungan input mic external yang dimilikinya.

Nah, ada sebuah fitur yang menarik yang saat ini khusus dimiliki oleh Nikon D3200, yakni kemudahan dalam memindahkan gambar beresolusi tinggi melalui koneksi Wi-Fi. Menggunakan Wireless Mobile Adapter khusus, yaitu Nikon WU-1a, Anda dapat dengan mudah memindahkan gambar-gambar beresolusi tinggi ke perangkat-perangkat lain seperti smartphone dan tablet Android, maupun perangkat komputer.
Tidak hanya itu, Nikon tengah menyiapkan sebuah aplikasi khusus untuk perangkat Android dan iOS untuk mempermudah Anda dalam mengambil foto. Lewat aplikasi ini, Anda dapat menjadikan perangkat Android dan iOS menjadi viewfinder eksternal untuk membantu membidik foto dan trigger untuk menekan tombol shutter.

Nikon D3200 akan tersedia sekitar awal Mei 2012 dalam dua pilihan warna body merah dan hitam. Jika Anda berminat memilikinya, kamera ini dibanderol dengan harga sekitar US$699.95 termasuk lensa AF-S DX NIKKOR 18-55mm f/3.5-5.6G VR.


nikon d3200 6 190x147 Nikon D3200: DSLR Murah dengan Sensor 24 Megapixel dan Wi Fi news kamera dslr foto video nikon d3200 7 185x190 Nikon D3200: DSLR Murah dengan Sensor 24 Megapixel dan Wi Fi news kamera dslr foto video

nikon d3200 9 190x130 Nikon D3200: DSLR Murah dengan Sensor 24 Megapixel dan Wi Fi news kamera dslr foto video

Canon EOS-1D C


Kamera yang dibanderol dengan harga fantastis tersebut kini nampaknya mendapatkan teman baru di kelas dengan hadirnya Canon EOS-1D C.

Berbeda dengan Canon EOS C300 yang bermodel bongsor, Canon EOS-1D C dikemas dalam body DSLR yang relatif lebih kecil. Teknologinya sendiri mengadopsi dari teknologi DSLR Canon EOS-1DX yang lebih dahulu dirilis dengan mengedepankan sensor full frame 18.1-megapixel dan penggunaan dua prosesor andalan Canon, DIGIC 5+.

Meski teknologinya serupa, Canon EOS-1D C hadir dengan optimisasi perekaman video yang jauh lebih baik. Hal tersebut terlihat pada sensor APS-H dengan hasil crop yang lebih panjang dan sektor pengelolaan temperatur yang dirancang agar kamera tidak mudah panas (overheat) saat merekam video untuk jangka waktu lama. Pengelolaan panas yang baik sangat penting mengingat ukuran format video perekamannya cukup besar dibandingkan dengan DSLR biasa pada umumnya yang terbatas pada resolusi Full HD 1920×1080 pixel. Di samping itu, Canon juga melengkapinya dengan teknologi Canon Log Gamma yang berfungsi untuk mengoptimalkan hasil video pada format layar lebar. Dengan begitu, hasil gambar terlihat lebih detil, tajam dan kaya warna.

Dalam hal kemampuan merekam video, sensor Full Frame 18.1-megapixel miliknya sanggup digunakan untuk merekam video 8-bit 4:2:2 dalam format 4K (resolusi 4096×2160 pixel pada 24 fps). Kamera ini juga dapat digunakan untuk merekam video pada format standard Full HD 1920x1080p dengan kecepatan frame rata-rata pada 24fps hingga 60fps. Tidak hanya unggul dalam merekam video, Canon EOS-1D C juga dapat digunakan untuk mengambil foto. Dengan tersedianya pilihan ISO yang lengkap hingga ISO 25,600 kamera ini dapat diandalkan untuk merekam video atau mengambil foto pada kondisi yang minim cahaya.

Selain hasil rekaman video sebesar layar bioskop, Canon juga menyertai Canon EOS-1D C dengan berbagai kemudahan. Seperti misalnya media penyimpanan yang mengandalkan kartu memori CF sama seperti DSLR Profesional Canon yang lain, dukungan terhadap lensa EF dan lensa Cinema EF, adanya soket untuk headphone dan tersedianya koneksi HDMI sebagai media konektivitas.
Jika Anda berminat, kamera DSLR yang ditargetkan untuk industri perfilman ini dibanderol dengan harga sekitar US$15000 untuk body saja.


Canon EOS 60Da


Canon menghadirkan kamera yang khusus untuk memenuhi hobi Anda tersebut yaitu Canon EOS 60Da.

Sebelumnya Canon juga pernah merilis generasi kamera khusus astronomi serupa pada tahun 2005 lalu dengan mengadopsi teknologi kamera DSLR Canon 20D. Dan kali ini untuk generasi terbarunya, Canon hadir dengan mengadopsi kamera Canon EOS 60D yang hadir dengan layar putar berukuran 3-inci dan sensor CMOS beresolusi 18 megapixel yang mampu menyajikan hasil foto yang minim noise. Bahkan tersedia pilihan ISO hingga 6400 yang dapat diekspansi ke ISO 12800.



Perbedaan versi astronomi dengan kamera DSLR biasa hanya terletak pada tingkat sensitivitas hydrogen alpha. Dengan teknologi filter infra-red terbaru yang diusungnya, Canon EOS 60Da memiliki tingkat sensitivitas hydrogen alpha yang 3x lebih sensitif dibandingkan kamera DSLR pada umumnya. Berkat itulah, Canon EOS 60Da dapat digunakan untuk memotret keindahan angkasa luar, nebula, dan fenomena kosmik lain dengan hasil yang lebih jelas dan tajam.

Untuk lensanya, selain menggunakan lensa EF-super telefoto, Canon EOS 60Da juga dapat dipasangkan dengan teleskop melalui T-ring adapter. Bagi Anda yang ingin sekedar melihat-lihat angkasa luar, dengan mode Live View mode, Canon EOS 60Da dapat dihubungkan ke layar televisi untuk mendapatkan tampilan layar yang lebih besar.

Jika Anda berminat memilikinya, Canon EOS 60D akan tersedia dipasaran pada bulan April 2012 dengan banderol harga sekitar US$ 1499.

Leica MP Taiwan’s Centenary Establishment


Kamera Leica edisi khusus ini hadir dengan mengadopsi desain kamera rangefinder Leica MP yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2003. Leica MP versi orisinil masih berupa sebuah kamera film 35mm, jadi bukan kamera digital.

Tampilan retro terasa kental terlihat pada bodi kokohnya yang khas ala Leica dan dilapisi oleh kombinasi warna hitam dan abu-abu militer pada bagian atasnya, menjadikannya sekilas mirip dengan warna abu-abu pada kamera Leica M2 yang dirilis pada tahun 1960.

Kamera ini hanya dijual dalam jumlah 100 unit saja. Dan untuk menandakan unit keberapa yang Anda miliki, terdapat nomor seri yang dicetak pada bagian hot shoenya dengan tulisan “MP100-XXX”. Keistimewaan lainnya, Anda juga akan menemukan grafir bergambar bunga yang merupakan lambang nasional negara Taiwan di samping hotshoe serta sebuah tulisan dalam aksara China yang berarti memperingati 100 tahun.
Leica MP edisi memperingati 100 tahun tahun berdirinya negara Taiwan ini dibanderol dengan harga sekitar US$ 12,185 untuk bodi saja, belum termasuk lensa.

Sony Alpha SLT-A57 DSLR


Sony SLT-A57, DSLR terbaru yang ditujukan untuk middle pro ini memiliki resolusi 16MP Exmor® APS HD CMOS sensor dan jendela viewfinder hi-res. Dengan tetap menggunakan Sony’s translucent mirror technology, kali ini SLT-A57 menawarkan performa pengambilan gambar secara terus menerus hingga 12 fps dibandingkan seri SLT-A55 yang hanya 10fps.


 DSLR SLT-A57 ini juga memiliki kemampuan merekam video hingga kualitas Full-HD 1080p dengan kecepatan 60 fps berformat AVCHD Ver.2.0 (Progressive). Sedangkan untuk titik Auto Focusnya, SLT-A57 ini memiliki jumlah yang sama dengan A55 yaitu 15 potin AF dengan system 3 sensor silang menghasilkan performa yang cepat , TTL yang akurat untuk deteksi AF.

Kelebihan kamera ini adalah memiliki New Tru-Finder Electronic viewfinder yang merupakan jendela tempat mengintip dengan resolusi tinggi 1.440.000 pixels dan sudah 100% field of view. Selain viewfinder, SLT-A57 juga dilengkapi dengan 3.0 inci Xtra Fine LCD dengan kemampuan Live-View sehingga Anda juga dapat membidik melalui LCD ini.  Menariknya lagi LCD kamera ini didesain dengn system Tilt yang dapat diputar untuk memudahkan pengambilan gambar high/ low angle. 



Untuk fiturnya, SLT-A57 mempunyai fitur asik bernama Portrait Framing dan merupakan teknologi pertama di dunia. Dengan fitur ini, foto berorientasi portrait atau landscape dapat secara otomatis dihasilkan dengan menggunakan bingkai. Di samping itu, 11 picture effect juga tetap hadir di dalamnya untuk membuat foto Anda lebih artistik tanpa harus menggunakan PC editing.
Sedangkan untuk performa dalam kondisi low-light, berkat dukungan hingga ISO 16000 dan BIONZ processor, maka kamera ini dapat menghasilkan gambar yang natural (tanpa flash) dengan tingkat noise yang rendah. Rencananya kamera DSLR Sony SLT-A57 ini akan dipasarkan pada akhir April 2011 dengan kisaran harga U$D 800 (18-55mm kit lens).



Spesifikasi :

Sony SLT-A57Sony SLT-A55
Resolusi16.2 MP APS-C (24×16)mm CMOS sensor
Image ProcessorBIONZ
Movie1920×1080 (Full_HD)~ 60p, 24pStereo sound
File format
  • - Still: JPEG, RAW
    - Movie: MPEG-4, AVCHD, H.264
ISOAuto, 100-16000 (25600 boost)Auto, 100-12800 (25600 boost)
Image stabilizerYa, SteadyShot
LensaSony/Minolta Alpha mount
AF Point15
Autofocus
  • Phase Detect
  • Multi-area
  • Selective single-point
  • Tracking
  • Single
  • Continuous
  • Face Detection
  • Live View
  • Phase Detect
  • Multi-area
  • Selective single-point
  • Single
  • Continuous
  • Face Detection
  • Live View
Shutter speed30 – 1/4000 sec
Continuous drive12 fps10 fps
LCD3.0” Xtra Fine TFT Live-View swievel LCD921.000 pixels
KonektivitasUSB 2.0, miniHDMI, EyeFiUSB 2.0, miniHDMI, EyeFi, GPS Built-in
MemoriSD/SDHC/SDXC/Memory Stick Pro Duo/ Pro-HG Duo
BateraiLi-ion NP-FM500H rechargeableLi-ion NP-FW50 rechargeable
Dimensi132 x 98 x 81 mm124 x 92 x 85 mm
Berat618 g500 g
HargaUS$ 800 kit 18-55mmRp. 6.999.000 kit 18-55mm

Friday, 4 May 2012

Samsung GALAXY S III


Samsung mengumumkan secara resmi kehadiran Samsung GALAXY S III di ajang Samsung Unpacked 2012 di London.

Satu keistimewaan S III terletak pada pendekatan desain dan rancangannya yang lebih berorientasi pada pengguna. GALAXY S III dapat mengenali wajah, gerakan dan suara penggunanya.
Melalui fitur “Smart Stay”, kamera S III akan mendeteksi mata Anda dan menyesuaikan setting layar sesuai kegiatan yang sedang dilakukan. Juga ada fitur “S Voice” yang dapat mendengar dan menangkap ucapan Anda. Dengan “S Voice”, Anda bisa memutar lagu, menaik-turunkan volume, mengirim SMS dan email, mengatur jadwal atau mengaktifkan kamera, hanya dengan suara.

Sekilas mirip fitur SIRI yang ada iPhone 4S. Tapi karena belum mencobanya langsung, kami tidak bisa berkomentar lebih lanjut. Fitur “Smart Alert” akan menerjemahkan gerakan Anda. Misalnya Anda sedang mengetik SMS tapi memutuskan ingin menelpon orang tersebut, cukup dekatkan S III ke telinga dan ponsel akan langsung menelpon orang tersebut. Begitu juga jika ada missed-call, S III akan bergetar otomatis saat Anda mengangkatnya.

Dari sisi spesifikasi, smartphone Android kelas atas dari Samsung ini akan dipersenjatai Android 4.0 atau Ice Cream Sandwich dan prosesor quad-core Cortex A9 1,4GHz dengan chipset Exynos 4212 Quad. Untuk layarnya, Samsung GALAXY S III menggunakan layar Super AMOLED HD (1280×720 pixel) berukuran 4,8 inci. Ini merupakan ukuran layar terbesar di jajaran Samsung GALAXY. Kinerja kamera juga mendapat perhatian khusus. Untuk kamera belakang, S III menghadirkan kamera 8 megapixel dengan fitur HDR, flash dan performa yang cepat tanpa lag. Sedangkan kamera depan telah mendukung resolusi 1,9 megapixel yang mampu merekam video HD. Kapasitas baterai yang diberikan juga cukup besar, mencapai 2100mAh.

Deretan fitur GALAXY S III masih berlanjut. Anda akan menemukan NFC, AllShare Cast (menghubungkan S III ke TV secara wireless), AllShare Play (berbagi file antar smartphone, tablet, PC dan TV), Group Cast (berbagi informasi yang ada di layar ke beberapa perangkat lain melalui jaringan Wi-Fi), S Beam (berbagi file hanya dengan menyentuhkan S III ke ponsel S III yang lain), Wi-Fi Channel Bonding (penggandaan bandwith jaringan Wi-Fi), Pop Up Play (memutar video di layar sambil menjalankan aplikasi lain seperti email atau web secara bersamaan).

Samsung GALAXY S III akan hadir dalam dua versi: versi LTE (khusus AS) dan versi HSPA+ (internasional). Teman-teman kita di Eropa akan mendapat kesempatan pertama untuk memilikinya pada akhir bulan Mei ini, disusul negara lain. Untuk Indonesia, masih belum ada jadwal yang pasti. Sedangkan masalah harga, Samsung GALAXY S III akan dijual seharga 499 poundsterling atau sekitar Rp 7 juta.

Sony VAIO T Series


VAIO Series memang tersohor karena desain yang tipis dan berkelas.

Tahun lalu mereka meluncurkan Z Series, yang memiliki ketebalan hanya 16.7mm. Secara fisik, sebenarnya Z Series dapat dikelompokan ke kategori Ultrabook, namun fitur-fiturnya belum lengkap untuk menyandang predikat Ultrabook. Untuk itu Sony mengeluarkan T Series sebagai jajaran Ultrabook mereka. Tapi yang cukup mengherankan, ukuran T Series ini lebih tebal dan berat dibandingkan Z Series.

Kedua model T Series ini memiliki ketebalan 17.8mm dengan body brushed metal. Sayangnya untuk saat ini Sony belum mengumumkan spesifikasi lengkap untuk T Series model 11-inci. Menurut keterangan dari Sony, model 13-incinya ini memiliki resolusi layar 1366 x 768 dan ditenagai oleh prosesor Core i3-2367M. Untuk mendukungnya, terdapat RAM sebesar 4GB dan grafis Intel HD 3000.

Sony juga menawarkan pilihan penyimpanan menggunakan SSD atau hard disk 320GB bersistem hybrid. Di sektor konektivitas, VAIO T Series dilengkapi Bluetooth 4.0, port HDMI out serta sepasang port USB 2.0 danUSB 3.0. Yang menarik, Sony menanamkan webcam dengan resolusi HD berteknologi ‘Exmor for PC’ yang diklaim utnuk memberikan kualitas gambar yang baik di ruangan yang minim pencahayaan. Selain itu, Sony juga menyertakan fitur audio xLOUD dan Clear Phase untuk menghasilkan suara yang besar namun tetap jernih.

Tuesday, 3 April 2012

Review Ttesports MEKA



Ttesports MEKA
Cherryblack MX Mechanical Keyboard



Kali ini Laopan berkesempatan untuk mereview keyboard mechanical terbitan divisi gaming Thermaltake, Ttesports MEKA. Seri mechanical dari Ttesports sendiri ada 3 jenis, yaitu MEKA, MEKA G1 dan MEKA G-Unit, dimana ketiga-tiganya mewakili fungsi pada segmen berbeda. Seperti seri MEKA yang didesain untuk dibawa-bawa dan pada meja yang terbatas, sedangkan G1 untuk gamer yang menginginkan mechanical full sized keyboard, dan G-Unit untuk para gamer yang mengedepankan kenyamanan dan MMORPG games.

Pada keyboard MEKA ini memang diciptakan untuk memberikan ruang luas pada meja dan mungkin lebih cocok kearah hardcore FPS gaming, selain ringkas juga jarak tangan membentang kanan dan kiri tidak begitu lebar. Dengan begitu, maka ruang gerak mouse makin lebar.


Walau kemasannya menarik, namun isinya simple hanya 1 unit keyboard dengan manual book dan warranty card saja. Namun ketika membukanya, kesan rapi sangat terlihat.


Perbandingan size diatas antara Razer Arctosa ASUS dengan Ttesports MEKA. Sangat ringkas bukan? Namun tiap tutsnya tetaplah full sized. Jadi tingkat kenyamanannya tetap terjamin.


Braided Cable? Gold plated USB? Semua ilmu marketing dunia gaming gear tersedia disini. Bahkan disertakan jalur khusus untuk cable management sehingga penampilan kabel yang tak sedap dipandang, bisa di minimalisir.


Kecil-kecil cabe rawit, dengan harga hanya Rp.825.000,-. MEKA sendiri memiliki 2 USB hub slot mandiri yang bisa ditancapkan mouse, flashdisk, dan perangkat lainnya tanpa masalah. Semuanya itu hanya dibutuhkan sebuah USB 2.0 slot pada motherboard. Sehingga MEKA ini sangat menyenangkan apabila dibawa ke LAN Party karena kemudahan instalasinya. Keyboard ini juga tidak membutuhkan driver apapun untuk menggunakannya. Sangat praktis.


Bagaimana dengan anti ghosting dan NKRO testnya? Walaupun memakai interface USB, namun pengetesan pada "quick brown fox jump over the lazy dog" dengan kedua shift ditahan sangat fantastis tanpa mengalami kehilangan 1 kata pun. Laopan mengetes game-game FPS secara hardcore, keyboard ini memiliki feedback yang baik, responsif, dan tidak ada kendala apapun seperti unresponsif button, dll.



Satu-satunya kelemahan yang paling menyebalkan di keyboard MEKA ini adalah posisi shift dan '?' itu sering salah dalam mengetik. Tujuan utamanya adalah tidak memangkas fungsi keyboard dengan size yang lebih kecil. Namun hal ini sering Laopan rasakan salah dalam mengetik, serta dihilangkannya fungsi windows key sebenarnya menjadi kontroversial tersendiri, karena Laopan sering salah memencet alt dengan tombol space






Ttesports MEKA benar-benar memaksimalkan keseluruhan fungsi keyboard dengan ukuran minimalis, cocok sekali untuk gamer yang memiliki meja terbatas, suka berpergian LAN Party, maupun budget terbatas. Ini merupakan impian sebuah Ozone Strike dengan ukuran CM Storm Quickfire, hasilnya adalah Ttesports MEKA.

Dengan range harganya, MEKA bersaing ketat dengan Ozone Strike, CM Storm Quickfire dan Razer Blackwidow T2. Namun semuanya tinggal masalah selera saja diantara ke 4 keyboard tadi.

Mechanical keyboard murah dengan macro function = Razer Blackwidow T2
Mechanical keyboard murah dengan ukuran fullsized, usb hub, audio jack dan palm rest = Ozone Strike
Mechanical keyboard murah dengan ukuran mini dan fitur multimedia = CM Storm Quick Fire
Mechanical keyboard murah dengan ukuran mini, usb jack, keypad lengkap dengan numpad = Ttesports MEKA

Semoga artikel ini membantu anda sebagai referensi sebelum membeli.

Tambahan :

TT MEKA +Keycaps Filco RED


keycaps nya bisa di ganti sesuai keinginan kita. KEYCAPS dijual terpisah.

Sumber : Gadget Mall Center
Source